News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Analisis Tajam, Pakar Psikologi Forensik Beberkan 2 Alasan Kuat Kesaksian Palsu Aep, Singgung soal Hal Krusial Ini di Kasus Vina

Nama Aep menjadi perbincangan hangat publik dalam pusaran kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon, hal ini karena dia menghilang pasca bebasnya Pegi Setiawan.
Senin, 15 Juli 2024 - 10:26 WIB
Terkuak, Pakar Psikologi Forensik Beberkan 2 Alasan Kuat Kesaksian Palsu Aep, Singgung soal Hal Krusial Ini di Kasus Vina.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Nama Aep menjadi perbincangan hangat publik dalam pusaran kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon, hal ini karena dia menghilang pasca bebasnya Pegi Setiawan.

Sebagaimana diketahui, Aep menjadi salah satu saksi yang mengatakan bahwa terpidana dan tersangka di kasus vina berada di lokasi TKP pembunuhan, termasuk Pegi Setiawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas dasar kesaksiannya tersebut yang membuat Pegi Setiawan ditetapkan sebagai tersangka atau pelaku utama dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon oleh Polda Jabar.


Pegi Setiawan

Namun, belakangan terungkap bahwa penetapan status tersangka Pegi Setiawan tidak sah dan harus dibatalkan demi hukum.

Majelis hakim mengabulkan gugatan praperadilan untuk membebaskan Pegi Setiawan dari penetapan status tersangka dari Polda Jabar.

Oleh karena itu, Pegi Setiawan kini dibebaskan dan dicabut semua tuduhan sebagai tersangka kasus Vina. 

Di mana hal ini membuat publik bertanya-tanya soal pengakuan Aep yang melihat Pegi Setiawan berada di lokasi kejadian perkara saat Vina dan Eky dianiaya hingga tewas.

Muncul dugaan bahwa Aep memberikan kesaksian palsu, termasuk salah satu yang meragukan kesaksian Aep adalah Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri.

Ia mengutarakan pandangannya terkait polisi hanya mengandalkan keterangan saksi, ada dua, untuk proses hukum dari pembunuhan Vina.

"Ada dua sesungguhnya, satu Aep, yang kedua Sudirman. Perkiraan saya kedua pihak ini boleh jadi sudah menyampaikan keterangan tidak sesuai dengan kenyataan," tuturnya.

"Berarti terbuka kemungkinan berupa keterangan palsu, atau kebohongan, tapi tinggal lagi menurut saya perlu dibedakan cara otoritas penegakan hukum menyikapi seorang Aep, dengan cara menyikapi seorang Sudirman," terangnya.

Di sisi lain, sisi benang merah terkait validitas keterangan dari Aep dan Sudirman tampaknya sungguh sangat diragukan.

"Bahkan patut untuk dicurigai, bahwa sekali lagi keterangan mereka mengandung keterangan sifatnya palsu," tandasnya.

Reza Indragiri
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri soroti dugaan kesaksian palsu Aep terhadap Pegi Setiawan. 

Presenter tvOne menanyakan soal posisi Aep dalam memberikan kesaksian kepada Polisi.

Menjawab hal tersebut, Reza Indragiri mengaku pernah berkunjung di lokasi TKP pembunuhan di Cirebon.

"Saya mencoba melakukan simulasi, di mana titik atau lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat penganiayaan terhadap kedua korban, dan di mana gerangan posisi Aep berada," tuturnya.

Reza Indragiri melakukan simulasi berdasarkan kesaksian Aep, di mana terjadi di kegelapan malam.

"Kesimpulan saya terlalu kecil kemungkinan seorang Aep bisa mengidentifikasi siapa saja sesungguhnya orang-orang yang melakukan penganiayaan, kalau memang di situ lokasinya," papar Reza.

"Terlalu gelap dan lokasinya agak berbelok, posisi Aep tidak melihat lurus tapi berbelok, itu yang terus terang membuat saya sangsi," tambahnya.

Hal yang kedua membuat Pakar Psikologi Forensik ini ragu atas kesaksian Aep.

"Memang peristiwa ini alias hal yang harus diingat-ingat oleh Aep ini berlangsung 8 tahun lalu, tapi belum lama beberapa pekan silam, kan Aep sudah muncul di publik sudah menyampaikan pernyataan di media, dan dia menegaskan bagaimana dia melihat Penganiayaan itu," tuturnya.

Aep juga mengaku melihat siapa yang melakukan penganiayaan tersebut.

"Jadi menurut saya, walaupun peristiwa sudah berlangsung lama, tapi ternyata Aep hingga hari ini bersikukuh bahwa keterangan dia akurat, keterangan dia lengkap," tuturnya.

"Yang dari sudut pandang Psikolog Forensik, itu sangat-sangat meragukan," tambahnya.

Menyikapi soal menangnya Pegi Setiawan di sidang praperadilan menjadi angin segar bagi terpidana kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon.

Pihak tujuh terpidana dalam kasus Eky dan Vina resmi melaporkan Aep dan Dede ke Bareskrim Polri, pada Rabu (10/7/2024).

Sementara itu, Jutek Bongso sebagai kuasa hukum 7 terpidana menyatakan bahwa Aep dan Dede dilaporkan terkait tindak pidana dalam memberikan kesaksian atau keterangan palsu di bawah sumpah, di mana tertuang dalam pasal 242 KUHP.

Dedi Mulyadi ikut bersama tim kuasa hukum tersebut.

"Hari ini kami sama teman-teman kuasa hukum dan keluarga terpidana datang ke Mabes Polri untuk kembali menguji kesaksian Aep dan Dede, apakah kesaksiannya benar atau palsu," ungkap Dedi Mulyadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan orang nomor satu di Purwakarta itu meyakini bahwa tujuh terpidana kasus Vina dengan vonis penjara seumur hidup itu terlibat dengan pemerkosaan dan pembunuhan.

"Mereka tak melakukan perbuatan pidana dengan tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan, dan mereka masuk penjara itu karena salah satunya ada kesaksian yang disampaikan oleh Aep dan Dede," tambah Dedi Mulyadi. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di depan FIFA, Thom Haye menyebut langkah Timnas Indonesia untuk mengalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berjalan mudah. Laga melawan Malaysia jadi fokus berikutnya.
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Asri Welas mengenang Guruh Soekarnoputra yang meninggal dunia. Selama 11 tahun belajar seni, ia menyimpan banyak ilmu dan pesan dari sang maestro.
Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo mengakui bahwa PSI mulai mendapat perhatian dari pihak lain walapun masih tergolong baru
Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga Skateboard nomor Street Putra Asian Games 2026, Basral Graito, sukses mengunci satu tempat di babak final.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral