News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Serangan Balik Iptu Rudiana, Langsung Bantah Semua Tuduhan Terpidana Kasus Vina

Pihak Iptu Rudiana akhirnya siap melancarkan serangan balik. Setelah dua bulan terakhir dituding berbagai hal oleh para terpidana kasus Vina, kini ia bicara..
Senin, 22 Juli 2024 - 11:52 WIB
Serangan Balik Iptu Rudiana, Langsung Bantah Semua Tuduhan Terpidana Kasus Vina
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Iptu Rudiana siap melakukan serangan balik atas semua tuduhan dari terpidana kasus Vina yang selama ini membuat dirinya dicari-cari publik.

Pihak terpidana kasus Vina sebelumnya sudah melaporkan Iptu Rudiana beserta Aep dan Dede ke polisi atas kesaksian palsu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, para terpidana kasus Vina juga melaporkan Iptu Rudiana atas dugaan kekerasan yang pernah dilakukan di awal penangkapan.

Akibat dugaan kekerasan dan penganiayaan tersebut, para terpidana kasus Vina yang ditangkap Iptu Rudiana mengalami luka hingga babak belur.

Meski demikian, kini giliran Iptu Rudiana melakukan serangan balik. Pihak ayah Eky itu menegaskan bahwa semua tuduhan yang ditudingkan kepadanya tidaklah benar.

Selain itu, Iptu Rudiana juga menjelaskan alasan mengapa selama ini tidak bisa langsung berbicara di publik memberikan keterangan soal kasus Vina.

Disebutkan juga bahwa selama ini banyak berita yang tidak benar terhadap ayah Eky tersebut.

Padahal, ia adalah ayah dari korban Eky yang juga meninggal dalam kasus pembunuhan Vina ini.

Melalui kuasa hukum Elza Syarif, Iptu Rudiana memberikan jawaban atas semua rumor yang selama ini beredar.

"Karena banyak sekali hoaks, rumor-rumor, salah satunya mengatakan bahwa Eky itu bukan anak kandungnya Rudiana. Itu kan hoaks," kata Elza Syarief dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi TvOne, Senin (22/7/2024).

Elza mengatakan, selama ini kliennya itu tidak muncul ke publik karena bekerja sebagai polisi.

Sebagai petugas polisi aktif, pekerjaan kliennya tersebut membuatnya tidak bisa memberikan pernyataan secara langsung dan tampil di media.

Selain itu, Rudiana juga memiliki atasan di kepolisian sehingga harus bertindak sesuai arahan.

"Jadi tergantung dari atasan, karena sudah terlalu banyak cerita simpang siur sehingga diizinkan untuk menunjuk kuasa hukum tapi Pak Iptu Rudiana tidak boleh berbicara," kata dia lagi.

Menurutnya, saat ini pihak kuasa hukum sedang menyiapkan langkah hukum bagi orang-orang yang membuat dan menyebarkan hoaks, fitnah, serta kebohongan.

"Jadi sekarang, siap-siap serangan balik dari Rudiana," tegas Elza.

Termasuk juga pernyataan salah satu saksi kasus Vina bernama Dede yang menyebut dirinya diarahkan oleh Iptu Rudiana untuk memberikan keterangan palsu.

Sebelumnya, Dede mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Namun, ia dipaksa oleh Aep dan Iptu Rudiana untuk menjadi saksi atas kejadian yang tidak diketahuinya itu.

Menurut Elza, pernyataan Dede ini adalah sebuah fitnah yang tidak benar atas kliennya.

Oleh karena itu, pihak kuasa hukum saat ini juga bersiap untuk mengambil langkah hukum atas tindakan Dede tersebut.

"Ya, itu sudah dalam catatan kita," kata dia.

Ia pun membantah bahwa kliennya tak pernah memaksa Dede memberikan keterangan palsu ataupun melakukan kekerasan terhadap para terpidana.

Dijelaskan Elza bahwa para terpidana kasus Vina hanya berada di Polresta Cirebon selama tiga hari kemudian dibawa ke Polda Jabar.

Selain itu, posisi Rudiana tidak terlalu tinggi di jajaran kepolisian sehingga tidak akan bisa mempengaruhi Kombes di Polda Jabar.

"Kan dia ada di Cirebon, jadi nggak bisa. Itu kan langkah-langkahnya Polda Jabar," tegas Elza.

Pengacara itu pun menjelaskan bahwa setelah mengamankan para pemuda yang kini jadi terpidana kasus Vina, Iptu Rudiana kemudian menyerahkannya ke bagian umum.

Sebab, pada tahun 2016 ia menjabat sebagai Kepala Unit Narkoba Polresta Cirebon, bukan bagian kriminal.

Awalnya, Eky dan Vina diduga mengalami kecelakaan. Lalu, setelah muncul dugaan pembunuhan maka diputuskan untuk membuat laporan polisi.

"Sudah itu, setelah laporan polisi 31 Agustus, tanggal 3 (September) sudah ada di Polda Jabar. Karena pertama ada kesalahan laka lantas ini, seolah-olah kecelakaan itu. Itu seua proses 100 persen Polda Jabar," kata dia lagi.

Adapun penganiayaan yang dialami oleh para terpidana bukan dilakukan oleh polisi, melainkan tahanan lainnya.

Menurut Elza, polisi yang bertugas menjaga keamanan para terpidana kemudian sudah diberikan sanksi karena menyebabkan mereka terluka.

"Dan juga diketahui bahwa mereka dipukul di dalam tahanan itu oleh para tahanan, dan karena itu ada kesalahan tidak menjaga dengan baik bagian tahanan itu mendapatkan sanksi," kata dia lagi. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Marc Marquez Merasa Ada yang 'Hilang' Usai Belum Raih Podium di MotoGP 2026, Kode segera Pensiun?

Marc Marquez Merasa Ada yang 'Hilang' Usai Belum Raih Podium di MotoGP 2026, Kode segera Pensiun?

Marc Marquez terlihat mulai kesulitan untuk bersaing di papan atas pada MotoGP 2026.
Pinkan Mambo Akui Punya 50 Perusahaan Hingga Berpenghasilan Fantastis: Tapi Belum Dikerjain

Pinkan Mambo Akui Punya 50 Perusahaan Hingga Berpenghasilan Fantastis: Tapi Belum Dikerjain

Pinkan Mambo memutuskan untuk mengamen di jalanan dengan penghasilan fantastis. Dirinya mengaku akan memiliki 50 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang
Sumardji Apresiasi Kemenangan Bhayangkara FC: Satu Poin dari Persija Saja Sudah Luar Biasa

Sumardji Apresiasi Kemenangan Bhayangkara FC: Satu Poin dari Persija Saja Sudah Luar Biasa

Hasil kemenangan diamankan Bhayangkara FC lewat brace Moussa Sidibe dan Dendy Sulistyawan yang dibalas lewat dua gol Persija dari Rayhan Hannan dan Fabio Calonego. The Guardians berhasil menekuk Persija Jakarta dengan skor 3-2.
Berdiri Langsung di Altar Gereja, Kapolda Sumsel Sapa Jemaat dan Sampaikan Pesan Menyentuh di Momen Paskah

Berdiri Langsung di Altar Gereja, Kapolda Sumsel Sapa Jemaat dan Sampaikan Pesan Menyentuh di Momen Paskah

Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menyampaikan pesan kerukunan untuk menjaga nilai kearifan lokal Sumatera Selatan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di momen Paskah.
Perkembangan Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Gelar Pemeriksaan Maraton Terhadap PIHK Pekan Depan

Perkembangan Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Gelar Pemeriksaan Maraton Terhadap PIHK Pekan Depan

KPK akan melakukan pemeriksaan secara maraton kepada saksi-saksi dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) terkait kasus korupsi kuota haji pada pekan depan.
Dedi Mulyadi Sebut Masalah Sampah Puluhan Tahun di Jawa Barat Terpecahkan, Siap Disulap Jadi Pembangkit Listrik

Dedi Mulyadi Sebut Masalah Sampah Puluhan Tahun di Jawa Barat Terpecahkan, Siap Disulap Jadi Pembangkit Listrik

Dedi Mulyadi sebut masalah sampah puluhan tahun di Jawa Barat terpecahkan, siap disulap jadi pembangkit listrik, lokasi di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Trending

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Jonggol, Bogor makin berlarut. Para orang tua siswa datangi Ombudsman.
Selepas Main Bola di Lombok, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Kedapatan Temui Ayah Emil Audero

Selepas Main Bola di Lombok, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Kedapatan Temui Ayah Emil Audero

Setelah ikut main bola bareng pemuda setempat, kunjungan pelatih Timnas Indonesia John Herdman ke Lombok kali ini bertemu dengan Edy Mulyadi, ayah Emil Audero.
Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Volimania Indonesia merasa patah hati setelah Yeum Hye-seon harus meninggalkan Megawati Hangestri usai menyaksikan aksi mantan rekan setimnya di final four Proliga 2026.
Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Satu pemain abroad Timnas Indonesia mendadak menghilang setelah gelaran FIFA Series 2026. Sebelumnya, Justin Hubner juga telah menghilang karena skandal yang tengah terjadi di Liga Belanda.
Sebelum Balik ke Korea Selatan, Yeum Hye-seon Titipkan Pesan Spesial untuk Megawati Hangestri

Sebelum Balik ke Korea Selatan, Yeum Hye-seon Titipkan Pesan Spesial untuk Megawati Hangestri

Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon sempat titip pesan untuk Megawati Hangestri jelang laga JPE vs Popsivo Polwan semalam. Kini, dia telah pulang ke Korea Selatan.
Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Sebanyak tiga pemain Timnas Indonesia resmi dicoret dari daftar susunan pemain klub mereka di Liga Belanda setelah polemik administrasi Paspoortgate mencuat.
Jadwal 'Horor' Menanti Skuad Garuda, Erick Thohir Beberkan Nasib John Herdman Usai Debut di FIFA Series 2026

Jadwal 'Horor' Menanti Skuad Garuda, Erick Thohir Beberkan Nasib John Herdman Usai Debut di FIFA Series 2026

Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara resmi memaparkan peta jalan serta agenda padat yang akan dihadapi Timnas Indonesia. Hal ini disampaikan usai Skuad Garuda -
Selengkapnya

Viral