GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bikin Bingung Publik, Kompolnas Singgung Dede Mestinya Tidak Lapor ke Medsos Tapi Langsung ke Polisi Soal Kasus Vina

Kompolnas menilai pernyataan Dede soal kasus Vina membuat isu ini mestinya langsung dinyatakan ke kepolisian, bukan di media sosial agar bisa langsung ditindak.
Selasa, 23 Juli 2024 - 08:04 WIB
Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto menilai sebaiknya saksi kasus Vina, Dede tidak melapor ke media sosial terkait hal yang ia ketahui soal pembunuhan tersebut.

Diketahui, Dede adalah salah satu saksi kunci yang pada tahun 2016 mengaku melihat aksi pelemparan batu oleh sekelompok geng motor terhadap Vina dan Eky.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, setelah delapan tahun berlalu Dede baru mengakui bahwa aksi pelemparan batu terhadap Vina dan Eky itu tidak pernah ada.

Semua kesaksian yang Dede sebutkan soal kasus Vina adalah arahan dari Iptu Rudiana dan Aep rekan kerjanya di tempat pencucian mobil.

Ia pun mengungkapkan telah memberikan kesaksian palsu soal kasus Vina pertama kali melalui channel YouTube Dedi Mulyadi.

Kini publik makin heboh dan menduga bahwa Iptu Rudiana dan Aep telah berbohong tentang yang sebenarnya soal kasus Vina.

Menanggapi hal ini, Kompolnas pun buka suara dan menyinggung soal pernyataan mengejutkan dari Dede tersebut.

Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto mengatakan di era keterbukaan ini publik terus mencari kebenaran.

Melalui internet dan media yang semakin beragam, publik kemudian mencari kebenarannya sendiri. Namun, yang menjadi masalah adalah terlalu banyak informasi beredar.

"Semua bergerak, semua menyampaikan pernyataan. Yang menjadi masalah adalah ketika pernyataan itu tidak benar dan menyudutkan orang lain, merugikan orang lain. Ini kan ada sanksi hukum," kata Benny Mamoto, dalam program Apa Kabar Indonesia Malam TvOne, dikutip Selasa (23/7/2024).

Ia mengakatan, dalam menyampaikan sesuatu apalagi hal yang menyangkut nasib orang lain harus dilakukan secara berhati-hati.

Menurut Benny Mamoto, hal ini pun sebaiknya tidak langsung disampaikan ke publik yang tidak tahu kejadian sebenarnya.

"Menurut kami sebaiknya hal ini disampaikan kepada pihak kepolisian untuk bisa didalami, untuk bisa kemudian nanti menjadi bahan," kata Benny menambahkan.

Langkah Dede yang mengungkapkan pengakuan mengejutkan soal Iptu Rudian dan Aep terkait kasus Vina ini disayangkan oleh Kompolnas.

Sebab, ia mengatakannya pertama kali di sebuah channel YouTube milik Dedi Mulyadi.

"Lebih baik dalam hal ini, publik ketika memperoleh saksi atau bukti atau apa, disampaikan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti menjadi bagian dari proses penyelidikan," tambah dia.

Menurut dia, yang terjadi saat ini adalah debat yang tiada akhir di dunia maya dan media.

Jika pernyataan tentang kasus Vina diberikan langsung ke polisi, maka akan ditindaklanjuti secara cepat.

"Jadi kontribusi publik menjadi penting," tegas Benny.

Sebelumnya, dalam pernyataan di Channel YouTube Dedi Mulyadi, Dede mengungkapkan bahwa kesaksian palsu soal kasus Vina diberi arahan oleh Iptu Rudiana dan Aep.

Padahal, ia tidak mengetahui apapun soal kejadian yang membuat Vina dan Eky terbunuh.

Pernyataan Dede itupun langsung mendapatkan respons dari Iptu Rudiana melalui tim kuasa hukumnya.

Kuasa hukum Iptu Rudiana langsung melayangkan surat somasi kepada Dede dan Dedi Mulyadi, meminta mereka untuk minta maaf dalam waktu 3x24 jam.

Jika tidak, maka kubu Iptu Rudiana akan melaporkan keduanya ke polisi terkait pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persipura Disanksi PSSI, Arungi Musim Tanpa Penonton serta Denda Rp240 Juta Imbas Insiden di Championship

Persipura Disanksi PSSI, Arungi Musim Tanpa Penonton serta Denda Rp240 Juta Imbas Insiden di Championship

Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada klub peserta kompetisi nasional. Kali ini, Persipura harus menerima sanksi larangan menggelar pertandingan kandang.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Peran Suami Cari Nafkah dan Istri Urus Rumah Digugat ke MK, Dinilai Melanggar Kesetaraan dalam Pernikahan

Peran Suami Cari Nafkah dan Istri Urus Rumah Digugat ke MK, Dinilai Melanggar Kesetaraan dalam Pernikahan

Ia menilai pengaturan demikian bertentangan dengan konsep hubungan setara dalam perkawinan modern yang seharusnya dibangun atas prinsip kemitraan.
Guru SMAN 1 Pontianak Rupanya Dapat Perlakuan Begini dari Juri Saat Bela Siswinya di LCC Empat Pilar MPR RI

Guru SMAN 1 Pontianak Rupanya Dapat Perlakuan Begini dari Juri Saat Bela Siswinya di LCC Empat Pilar MPR RI

Guru pendamping LCC 4 Pilar MPR asal SMAN 1 Pontianak rupanya sempat melakukan protes lantaran jawaban siswinya dianggap salah.
Jadwal Super League Hari Ini, Sabtu 16 Mei 2026: Persija Tantang Persik, Persis Solo Hadapi Tekanan Dewa United

Jadwal Super League Hari Ini, Sabtu 16 Mei 2026: Persija Tantang Persik, Persis Solo Hadapi Tekanan Dewa United

Persaingan Super League Indonesia menghadirkan sejumlah partai menarik pada Sabtu, 16 Mei 2026. Tiga laga penting akan tersaji sejak sore hingga malam hari.
Harga Emas Babak Belur Sepekan Terakhir: UBS Menguap Rp78.000 per Gram dalam Sehari

Harga Emas Babak Belur Sepekan Terakhir: UBS Menguap Rp78.000 per Gram dalam Sehari

Koreksi harga tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati pergerakan emas domestik di tengah dinamika harga emas global dan nilai tukar rupiah.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral