News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meskipun Sudah 8 Tahun di Penjara, Dede Saksi Kunci Membuat 4 Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Full Senyum, Ini Buktinya ..

Kuasa hukum sejumlah terpidana kasus pembunuhanan Vina dan Eky Cirebon kembali mengunjungi Rutan Kebon Waru Bandung, yang berlangsung pada Selasa (23/7/2024).
Selasa, 23 Juli 2024 - 13:25 WIB
Polmer Sirait kuasa hukum para terpidana.
Sumber :
  • Dok tvOnenews.com/Ilham Ariyansyah

Bandung, tvOnenews.com - Kuasa hukum sejumlah terpidana kasus pembunuhanan Vina dan Eky Cirebon kembali mengunjungi Rutan Kebon Waru Bandung, Selasa (23/7/2024).

Mereka mengaku berkomunikasi dengan 4 terpidana perihal kondisi kondisi langkah pembebasan yang akan dilakukan para kuasa hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keempat orang tersangka yang saat ini masih mendekam di Rutan Kebon Waru tersebut yakni. Hadi, Rivaldi, Suprianto dan Eka sandi.

Polmer Sirait kuasa hukum para terpidana mengungkapkan, para terpidana itu merasa bahagia ketika mendengar apa yang disampaikan bernama Dede, di sisi lain meski sudah dipenjara 8 tahun mereka mengaku bersyukur dengan keterangan saksi tersebut.

"Empat Terpidana yang saat ini ditahan di Rutan Kebon Waru telah bersyukur dan bahagia, mereka sempat menangis ketika mendengar keterangan saksi saudara Dede," kata Polmer Sirait dalam keterangannya, Selasa (23/7/2024).

tvonenews

   Dia juga mengaku akan bergegas mengunjungi Lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) untuk membahas perihal laporan yang dilayangkan kepada 2 saksi yaitu Dede dan Aep.

"Peradi langsung ke LPSK sekaligus menerima dan menghadiri undangan dari Bareskrim polri untuk melakukan gelar laporan polisi terhadap Aep dan Dede," tuturnya.

Diketahui, Dede merupakan saksi kunci dalam perkara tewasnya Vina dan Eky Cirebon yang terjadi 2016 silam.

Dia pula belakangan ini membuat gempar lantaran mengaku diminta memberikan kesaksian palsu tentang kasus Vina oleh Iptu Rudiana dan Aep.

Kesaksian palsu yang diberikan Dede tentang kasus Vina itu membuat delapan pemuda dipenjara atas kasus Vina sebagai pembunuh.

Bahkan, Dede mengaku siap menggantikan terpidana yang saat ini ditahan dipenjara tersebut.

Dia juga memberikan pesan kepada mantan rekan kerjanya di pencucian mobil yakni Aep agar tidak usah berbohong terus-terusan.

"Buat Aep, lebih baik jujur daripada hidup kamu nggak tenang," tegas Dede saat ditemui wartawan, pada Selasa (23/7/2024).

Tak sampai situ, dirinya juga mengingatkan Aep kebohongan bisa berdampak kepada keluarganya dan orang-orang yang ia kasihi.

"Buat keluarga malu dan anak-anak sendiri jadi korban buat ke depannya," ujar dia.

Dede juga mengatakan siap untuk dipenjara menggantikan para terpidana kasus Vina.

Sebab, selama delapan tahun terakhir ini ia merasa bersalah dan hidup dengan tidak tenang.

Hingga akhirnya, kasus ini kembali menjadi pembicaraan publik dan ia memutuskan untuk muncul menceritakan yang sebenarnya.

Meski sempat ragu, namun dorongan dari keluarganya membuat Dede siap menanggung semua risiko yang mungkin muncul atas pengakuannya ini.

Iptu Rudiana Tak Tinggal Diam

Diberitakan sebelumnya, pernyataan mengejutkan Dede membuat Iptu Rudiana akhirnya muncul.

Melalui tim kuasa hukumnya, ayah Eky ini mengirimkan surat somasi kepada Dede, Dedi Mulyadi, dan Liga Akbar yang telah menyebarkan keterangan bohong dan pencemaran nama baik.

Ketiga orang itu diminta untuk meminta maaf kepada Iptu Rudiana dan keluarganya dalam kurun waktu 3x24 jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak segera meminta maaf, maka Dede, Dedi Mulyadi, dan Liga Akbar akan dilaporkan ke polisi.

"Bila yang bersangkutan tidak meminta maaf dalam waktu 3x24 jam kepada Iptu Rudiana beserta dengan keluarganya, maka dengan tegas kami akan melakukan tindakan hidup terhadap mereka bertiga," kata Sekjen Perhakhi sekaligus kuasa hukum Rudiana, Pitra Romadoni Nasution.(iah/lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral