News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernyataan Berani Kubu Saka Tatal Soal Kejadian di Malam Kematian Vina, Ada Bukti Baru yang Tegaskan Tidak Pernah Terjadi Pembunuhan

Kubu Saka Tatal mulai melawan, sidang peninjauan kembali (PK) sudah diawali pada 24 Juli 2024 mendatang. Mantan terpindana kasus Vina ini sudah siapkan novum.
Kamis, 25 Juli 2024 - 11:53 WIB
Pernyataan Berani Kubu Saka Tatal Soal Kejadian di Malam Kematian Vina, Ada Bukti Baru yang Tegaskan Tidak Pernah Terjadi Pembunuhan
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Kubu mantan terpidana kasus Vina, Saka Tatal menyampaikan pernyataan yang berani soal kejadian di malam kematian dua remaja asal Cirebon itu.

Diketahui Saka Tatal adalah salah satu terpidana kasus Vina yang telah bebas. Ia dihukum paling ringan karena pada tahun 2016 masih di bawah umur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, setelah bebas kini Saka Tatal kembali melayangkan peninjauan kembali (PK) untuk membuktikan bahwa dirinya tidak berlibat dalam kasus Vina.

Bahkan, kuasa hukum Saka Tatal meyakini bahwa yang terjadi pada malam kematian Vina sama sekali bukanlah pembunuhan.

Di sidang PK Saka Tatal yang dimulai pada Rabu (24/7/2024) lalu, kuasa hukum Titin Prialianti membawa sejumlah novum atau bukti baru yang belum dibahas atau diabaikan di sidang perkara tahun 2016.

Titin mengungkapkan bahwa selain membawa bukti baru, ia juga memiliki sejumlah saksi yang akan menguatkan permohonan Saka Tatal.

Kali ini, Titin berani kembali menegaskan bahwa yang terjadi sebenarnya dalam kasus Vina adalah kecelakaan lalu lintas.

"Peristiwa di 27 Agusutus 2016 itu tidak pernah terjadi dan melibatkan delapan terpidana termasuk Saka Tatal, tidak pernah ada pembunuhan dan pemerkosaan," kata Titin, diwawancarai tvOne, Kamis (25/7/2024).

Sebelumnya, pihak kuasa hukum Saka Tatal sudah membawa bukti bahwa ada daging yang tertinggal di baut tiang PJU di tepi jalan Jembatan Talun.

Serpihan daging itu ditemukan oleh petugas Polsek Talun yang saat kejadian Vina melakukan olah TKP di atas jembatan. Petugas tersebut kini menjadi saksi di sidang PK Saka Tatal. 

Selain itu, fakta baru yakni petugas Polsek Talun juga menemukan goresan di median jalan yang warnanya sama degan motor Eky.

"Jadi visual itu menjelaskan betul terjadi benturan antara kendaraan yang digunakan oleh korban, yang mengakibatkan adanya kerusakan di motor kemudian benturan itu juga menyebabkan kemungkinan menempelnya daging yang mengakibatkan luka di tubuh korban," kata Titin menjelaskan.

Titin menjelaskan, bukti-bukti tersebut sebenarnya sudah ditunjukkan pada sidang pokok perkara tahun 2016.

Namun, saat itu nampaknya Pengadilan Negeri Cirebon mengabaikan bukti-bukti tersebut.

Selain itu, pada tahun 2016 di sidang Saka Tatal tidak dihadirkan saksi polisi Polsek Talun yang menjelaskan soal TKP kasus Vina.

Kali ini, di sidang PK Saka Tatal, pihaknya menghadirkan saksi polisi itu sehingga yakin bahwa akan ada perubahan nasib pada kliennya tersebut.

"Anggota Polsek Talun itu tidak dihadirkan di sidangnya Saka Tatal, tetapi dihadirkan di sidangnya yang dewasa. Jadi sebetulnya persoalannya di situ," ujar Titin.

Pada saat sidang pokok perkara tahun 2016, Saka Tatal hanya menghadapi tuduhan dari pelapor yakni Iptu Rudiana yang melaporkan dugaan pembunuhan atas anaknya Eky dan Vina.

Sementara keterangan dari Iptu Rudiana itu diperkuat oleh terpidana bernama Sudirman.

Diketahui bahwa Sudirman memiliki keterbelakangan mental sehingga keterangannya pun masih diragukan. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral