News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Begini Kronologi Bocah 6 Tahun di Pontianak Jadi Korban Penganiayaan Ibu Tiri hingga Meninggal, Nizam Tak Diberi Makan hingga Dibungkus Plastik

Begini kronologi kematian Nizam Ahmad Alfahri, bocah 6 tahun di Pontianak yang meninggal akibat dibunuh oleh ibu tiri. Ternyata sang ibu tiri sempat melakukan..
Senin, 26 Agustus 2024 - 09:18 WIB
Nizam korban pembunuhan di Pontianak (kiri) dan Iftahurrahmah ibu tiri pelaku penganiayaan dan pembunuhan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Begini kronologi kematian Nizam Ahmad Alfahri, bocah 6 tahun di Pontianak yang meninggal akibat dibunuh oleh ibu tiri.

Warga Pontianak dibuat geger dengan kematian seorang bocah SD bernama Nizam yang ternyata dibunuh oleh sang ibu tiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nizam awalnya dilaporkan hilang oleh sang ayah yang baru pulang dari luar kota ke Pontianak. Saat itu, ibu tiri pelaku pembunuhan pun belum mengaku.

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Raden Petit Wijaya mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami sudah berapa lama penganiayaan terjadi terhadap Nizam yang dilakukan oleh sang ibu tiri.

Petit mengatakan, kematian Nizam bermula dari tanggal 19 Agustus 2024, saat bocah Pontianak itu pulang sekolah.

Dijelaskan oleh Petit, Nizam pulang dari sekolah sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba di rumahnya.

Namun, ibu tiri Nizam yang bernama Iftahurrahmah tidak mau membukakan pintu untuk anak tirinya itu.

Alhasil, bocah 6 tahun tersebut dibiarkan seharian berada di luar rumah, bahkan di saat terjadi hujan di malam harinya.

Hujan di Kota Pontianak mengakibatkan cuaca menjadi dingin sementara bocah kecil itu harus bertahan di luar rumahnya.

Petit mengatakan, setelah didiamkan selama satu hari penuh, Nizam kemudian diperbolehkan masuk ke dalam rumah.

Namun, korban penganiayaan itu justru mendapatkan siksaan dari sang ibu tiri.

Menurut Petit, Nizam sempat didorong dan dibanting oleh Iftahurrahmah karena merasa kesal.

"Sempat setelah tanggal 20 atau hari Selasa itu, korban didorong kemudian, mohon maaf, dibanting juga iya. Setelah prarekonstruksi kemarin itu baru tercurahkan," kata Petit diwawancarai tvOne, dikutip Senin (26/8/2024).

Setelah mengalami penyiksaan, siswa SD itu lalu terlihat sesak napas hingga akhirnya tak bernyawa.

Ibu tirinya pun merasa panik dan berusaha memikirkan sesuatu untuk menutupi perbuatannya.

Akhirnya, ia memutuskan untuk membungkus Nizam menggunakan plastik dan menyimpannya di samping rumah.

Keesokan harinya, ayah Nizam yang bekerja di luar kota pulang ke rumah dan menanyakan kondisi anaknya.

"Mana Nizam? kok nggak ada, kan disuruh jemput dua orang. Panik, ayahnya kemudian dilaporkanlah hilang waktu itu," kata Petit menjelaskan.

Di tengah kebingungan itu, ibu kandung dari pelaku tiba-tiba menghubungi ayah Nizam dan mengabarkan bahwa jasad anak laki-laki itu ada di dekat rumah.

Hal ini pun akhirnya membongkar perilaku sadis dari ibu tiri yang selama ini telah menyiksa anak laki-laki itu.

Petit menjelaskan, saat ini pihak kepolisian masih berupaya mendalami apakah pernah terjadi penganiayaan lain.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 80 Ayat 3, Undang-undang KDRT Pasal 44, serta Pasal 338 KUHP. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persija Jakarta Tertekan 3 Laga Tanpa Kemenangan, Mauricio Souza Andalkan Jakmania Saat Hadapi Persebaya di GBK

Persija Jakarta Tertekan 3 Laga Tanpa Kemenangan, Mauricio Souza Andalkan Jakmania Saat Hadapi Persebaya di GBK

Persija dalam tekanan usai 3 laga tanpa kemenangan. Mauricio Souza andalkan Jakmania saat lawan Persebaya di GBK demi bangkit dan amankan 3 poin penting.
Media Vietnam Heran Bukan Main, Kok Bisa Timnas Indonesia Berpeluang Lawan Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Media Vietnam Heran Bukan Main, Kok Bisa Timnas Indonesia Berpeluang Lawan Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026 jadi sorotan media Vietnam. Begini katanya.
Gubernur Lemnahas Singgung Gencatan Senjata Iran-AS: Semoga Bisa Berlangsung Lama

Gubernur Lemnahas Singgung Gencatan Senjata Iran-AS: Semoga Bisa Berlangsung Lama

Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily mengungkapkan harapannya agar gencatan senjata perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel berlangsung lama.
Polresta Denpasar Ungkap Fakta Baru Pembunuhan Sadis di Pelabuhan Benoa

Polresta Denpasar Ungkap Fakta Baru Pembunuhan Sadis di Pelabuhan Benoa

Polresta Denpasar mengungkapkan fakta baru soal tersangka terkait kasus pembunuhan dua orang di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Bali, Jumat (10/4/2026) lalu.
Bukan ke Red Sparks? Media Korea Bongkar Destinasi Klub Megawati Hangestri Jika Comeback ke V-League

Bukan ke Red Sparks? Media Korea Bongkar Destinasi Klub Megawati Hangestri Jika Comeback ke V-League

Media Korea Selatan dalam sebuah artikelnya mengatakan jika Megawati Hangestri justru sangat mungkin tidak ke Red Sparks, melainkan kontestan V-League lainnya.
Kejuaraan Asia 2026: Dihentikan Unggulan Kelima, Rachel/Febi Akui Kurang Tenang dan Berani di Lapangan

Kejuaraan Asia 2026: Dihentikan Unggulan Kelima, Rachel/Febi Akui Kurang Tenang dan Berani di Lapangan

Rachel/Febi langsung lakukan evaluasi usai terhenti di perempatfinal Kejuaraan Asia 2026.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Selengkapnya

Viral