Fakta Keji Pembunuhan Wanita di Bogor: Terungkap Alasan Pelaku Buang Korban dari Flyover Tol Yasmin
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap fakta keji di balik kasus pembunuhan wanita berinisial AA (25) yang jasadnya ditemukan di kawasan Tanahsareal.
Pelaku berinisial MF (26) mengaku melempar korban dari atas flyover Tol Yasmin karena melihat korban masih bergerak setelah sempat dijerat di dalam mobil.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menjelaskan bahwa tersangka ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah penemuan mayat di Jalan KH Sholeh Iskandar.
Berdasarkan keterangan MF, tindakan melempar korban dilakukan secara spontan saat melintasi jalan tol yang sepi.
“Menurut pengakuan tersangka, korban gerak-gerak. Kemudian terjadilah seperti yang di video tadi, yang dari jalan tol ke bawah,” ungkap Rio dalam konferensi pers di Mapolresta Bogor Kota, Senin (25/5).
Peristiwa ini bermula dari komunikasi kembali antara korban dan pelaku yang merupakan teman lama semasa SMK melalui media sosial.
Keduanya bertemu pada awal Mei 2026, namun dalam pertemuan itu pelaku merasa sakit hati dan dendam akibat ucapan korban mengenai kondisi keluarganya.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Bagus Azi Lesmana Putra, memaparkan bahwa pelaku kemudian merencanakan pertemuan kedua pada Jumat (22/5) dengan modus mengajak minum kopi.
Korban dibawa berkeliling menggunakan mobil Toyota Yaris miliknya menuju area sepi di sekitar Stadion Pakansari.
“Eksekusi dilakukan di dalam mobil,” kata Azi.
Pelaku melumpuhkan korban dengan menjerat lehernya menggunakan dasi berwarna biru.
Meski telah menyiapkan golok, senjata tajam tersebut tidak sempat digunakan karena korban langsung pingsan.
“Tadinya golok itu diniatkan ketika ada perlawanan,” tambah Azi.
Dalam kondisi bingung setelah korban tak sadarkan diri, pelaku membawa AA berkeliling selama berjam-jam sebelum akhirnya memutuskan untuk membuangnya dari ketinggian flyover Tol Yasmin.
“Karena yang bersangkutan bingung. Sudah lemas, tapi bingung mau dibawa ke mana korban. Akhirnya terlintas di pikiran untuk dibuang ke bawah,” jelas Azi.
Berdasarkan hasil autopsi, korban menderita luka parah berupa patah tulang punggung, tulang ekor, lengan kiri, serta pendarahan otak, namun dipastikan tidak ada indikasi kekerasan seksual.
Load more