GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Didesak Turun Tangan Buntut Pabrik Kelapa Sawit PT WHS Dibakar Oknum Warga

Insiden perusakan dan pembakaran di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Wana Hijau Semesta (WHS), Desa Sebunga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (28/8/2024).
Kamis, 29 Agustus 2024 - 20:17 WIB
Pabrik kelapa sawit PT WHS dibakar warga.
Sumber :
  • Istimewa

Sambas, tvOnenews.com - Insiden perusakan dan pembakaran terjadi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Wana Hijau Semesta (WHS), Desa Sebunga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada Rabu (28/8/2024).

Ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi selama kurun waktu satu bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oknum masyarakat melakukan aksi anarkis diduga dipicu oleh surat edaran yang dikeluarkan oleh PT Alfa Ledo & Afiliasi kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di sekitar perusahaan untuk tidak menerima Tandan Buah Segar (TBS) hasil curian yaitu PKS PT. Wawasan Kebun Nusantara (WKN) dan PKS PT. Mitra Utama Bintang (MUB). 

Donny Aribowo selaku saksi mata, mengatakan insiden perusakan itu terjadi pada Rabu 28 Agustus 2024, sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebanyak tiga orang masuk ke area perusahaan membawa senjata tajam berupa mandau.

tvonenews

Selain ketiga orang tersebut, sejumlah masyarakat yang diperkirakan 100 orang lainnya mengadang di dekat portal pintu masuk area perkantoran. 

"Mereka melakukan aksi perusakan karena buah (sawit,-red). Kami karyawan keluar kantor dengan kondisi mereka merusak bagian dalam kantor," ujar pria yang juga HRD di PT. Alfa Ledo dan Afiliasi itu dalam keterangannya pada Kamis (28/8/2024).

Dia menduga insiden perusakan itu berawal dari surat berupa himbauan kepada PKS eksternal agar tidak lagi menerima buah curian dari area perkebunan.

Surat imbauan tegas kepada PKS tersebut dikarenakan Pencurian Tandan Buah Segar (TBS) selama ini sudah sangat meresahkan perusahaan, hal ini juga semakin banyaknya penampung TBS Curian di sekitar perusahaan. 

"Surat yang dibuat perusahaan tadi saya yang menyerahkan ke PKS," kata dia. 

Dia menjelaskan perusahaan sudah beberapa kali menangkap pelaku pencurian dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Ditreskrimum Polda Kalbar, namun tidak membuat efek jera kepada oknum masyarakat, serta selalu melakukan tindakan kekerasan dan pengerusakan setelah pelaku ditangkap. Karyawan-karyawan yang bekerja juga dilakukan intimidasi oleh oknum masyarakat pelaku pencurian tersebut.

"Mereka (PKS,-red) yg diantaranya PT. Wawasan Kebun Nusantara (WKN) dan PT. Mitra Utama Bintang (MUB) menindaklanjuti dengan tidak menerima buah curian. Karena larangan tadi mereka (Masyarakat,-red) bertindak dengan menyerang kantor besar dan membakar PKS WHS. Masyarakat sekitar tahu kelompok buah tidak diterima," ujarnya.

Dia mengharapkan agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku terhadap pencurian Tandan Buah Segar (TBS) dan Ramp Liar. 

"Sehingga iklim usaha Perkebunan Kelapa Sawit di wilayah Kabupaten Sambas dapat lebih aman, kondusif dan adanya kepastian hukum," imbuhnya.

Sebelumnya pada Rabu 23 Juli 2024, insiden perusakan dan pencurian terjadi di lokasi serupa.

PT. Wana Hijau Semesta menderita kerugian berupa tujuh tempat tinggal karyawan atau mess beserta barang berharga di dalamnya dicuri dengan kerugian yang sangat besar dan membuat keluarga ketakutan.

Atas perbuatan itu, pihak perusahaan sudah melaporkan kejadian ke aparat Polda Kalimantan Barat.

Laporan tercatat berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STTLP/B/235/VII/2024/SPKT/Polda Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aparat Polda Kalimantan Barat menangani dugaan perusakan dan pencurian di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Wana Hijau Semesta di Desa Sebunga, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. 

"Kami akan lidik dan ungkap pelakunya," kata Wakil Kepala Polda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Roma Hutajulu dihubungi terpisah.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Jay Idzes masih masuk daftar evaluasi Sassuolo jelang laga kontra Lecce. Timnas Indonesia ikut menanti kondisinya sebelum tampil di FIFA Matchday Juni 2026.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral