News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Disebut-sebut Bantu Presiden Jokowi Rusak Demokrasi, Mahasiswa Larang Pratikno Masuk UGM

Ramai-ramai mahasiswa membentangkan spanduk berisi larangan  Pratikno masuk ke kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta.
Jumat, 30 Agustus 2024 - 05:12 WIB
Disebut-sebut Bantu Presiden Jokowi Rusak Demokrasi, Mahasiswa Larang Pratikno Masuk UGM
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ramai-ramai mahasiswa membentangkan spanduk berisi larangan  Pratikno masuk ke kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta.

Hal ini dilakukan karena Pratikno dianggap berkontribusi terhadap kekacauan tatanan demokrasi pasca reformasi di ujung kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu saja aksinya, Paguyuban Kawruh Budaya Ngayogyakarta menggelar aksi budaya nyekar (ziarah) ke komplek pemakaman keluarga dosen UGM di Sawitsari, Sleman Yogyakarta Rabu 28 Agustus 2024. 

Aksi mendatangi makam tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap bekas rektor UGM, yang kini menjabat Menteri Sekretaris Negara itu.

"Lewat aksi ini kami menyatakan sikap, khususnya kepada Bapak Pratikno, agar kembali ke jalan yang benar sebelum semuanya terlambat," ujar Koordinator Paguyuban Kawruh Budaya Ngayogyakarta, Agus Sunandar usai aksi.

Bahkan, puluhan orang dengan busana adat yang melakukan aksi itu, juga membawa foto Mensesneg Pratikno sembari diarak mengitari kompleks makam dan menaburkan bunga serta sesaji.

Agus mengatakan, Pratikno yang berlatarbelakang akademisi dan mantan Dekan Fisipol UGM itu, seharusnya bisa menjadi teladan lewat sikap kritis. 

Pratikno, kata dia, semestinya bisa mengingatkan ketika pemimpinnya diduga mulai melenceng dan melakukan abuse of power.

"Bukan malah ikut larut menikmati kekuasaan yang disalahgunakan itu," ujarnya.

Pada masa kepemimpinan Jokowi, kata dia, rakyat secara terang benderang disuguhkan dengan cara cara kotor berdemokrasi yang mengkhianati reformasi. Mulai dari dugaan menggunakan peran adik iparnya di Mahkamah Konstitusi (MK) merekayasa aturan untuk meloloskan sang anak maju pemilihan presiden. 

Juga memobilisasi aparat, fasilitas negara, dan bantuan sosial untuk memenangkan sang anak dalam pilpres. Hingga terbaru bersama partai koalisi pemerintah di DPR hendak menganulir putusan MK soal RUU Pilkada yang diduga demi memuluskan jalan sang anak maju Pilkada 2024.

"Selama itu Pratikno hanya diam, gerakan masyarakat luas yang muncul sekarang akan bergulir terus sebagai protes keras karena kerusakan demokrasi itu sudah luar biasa," kata dia.

Menurut Agus, Pratikno diduga kuat juga sebagai operator utama kerusakan demokrasi di Indonesia di bawah Jokowi. Sehingga muncul politik dinasti. 

"Di era Jokowi ini, dibantu Pratikno, tiga pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dikhianati dengan kesadaran diri. Mulai lembaga yudikatif, legislatif dan eksekutif,  berkonspirasi merusak demokrasi itu," bebernya.

"Kepada Pratikno, kami ingatkan dengan falsafah Jawa, 'Ngono yo ngono ning aja ngono, Sapa nandur bakal ngunduh' (Begitu ya begitu tapi jangan kebangetan, siapa menanam pasti menuai)," ungkapnya.

Tak hanya itu saja, Dalam podcast tersebut khusus membahas tentang rezim pemerintahan Presiden Jokowi yang tersisa 1,5 bulan lagi. Disela pembahasan, Ganjar merasa kaget dan tidak tahu menahu perihal pemasangan spanduk 
"Pratikno dilarang masuk" tersebut.

"Dilarang masuk mana, kenapa, mengapa, kan beliau ngajar di sini? Kenapa kok dilarang masuk, ya?" kata Ganjar Pranowo.

Ganjar merasa tercengang dengan tingkah para mahasiswa yang memasang spanduk tersebut, diapun merasa kaget karena tidak tahu menahu apa yang melatarbelakangi para mahasiswa tersebut memasang spanduk larangan Pratikno masuk UGM.

Selain spanduk Pratikno dilarang masuk UGM, ada juga spanduk tentang putusan MK yang dianulir oleh DPRD pada waktu lalu. Hingga terjadi demo yang berakhir manut pada putusan MK perihal batasan usia calon Kepala Daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Podcast yang didatangi oleh beberapa narasumber tersebut diadakan oleh bocor alus dari Tempo, khusus pembahasan perihal rezim Jokowi yang dinilai semakin carut marut saat akhir masa jabatannya.

Meski tidak tahu maksud para mahasiswa memasang spanduk tersebut mengapa, tetapi spanduk tetap terbentang besar dengan tanpa huruf "P" dilarang, layaknya tanda dilarang parkir, tetapi "P" tersebut maksudnya adalah Pratikno. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polda Kalsel Bongkar 128,7 Kg Narkoba Jenis Sabu, Jejak Jaringan Fredy Pratama Kembali Menghantui Indonesia

Polda Kalsel Bongkar 128,7 Kg Narkoba Jenis Sabu, Jejak Jaringan Fredy Pratama Kembali Menghantui Indonesia

Polda Kalimantan Selatan menggagalkan peredaran 128,7 kilogram sabu yang diduga terkait jaringan internasional Fredy Pratama. Bagaimana jalur penyelundupannya
Kumpulkan 51Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID

Kumpulkan 51Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID

Invirotech 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sukses menjadi ajang yang memberi dampak positif pada perubahan perspektif
Tak Perlu VPN Apalagi Link Ilegal, Cek Ini untuk Nonton Piala Dunia 2026 Mudah dan Gratis

Tak Perlu VPN Apalagi Link Ilegal, Cek Ini untuk Nonton Piala Dunia 2026 Mudah dan Gratis

Total 104 pertandingan dari 48 negara digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Kini, Piala Dunia 2026 pun telah memasuki laga pekan kedua babak penyisihan grup. 
Dedi Mulyadi Incar Anak Muda di Bawah 30 Tahun Korban Penertiban Puncak, Ada Apa?

Dedi Mulyadi Incar Anak Muda di Bawah 30 Tahun Korban Penertiban Puncak, Ada Apa?

Pasca-penertiban di kawasan Puncak Pass, Cianjur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan para pedagang yang terdampak tidak akan dibiarkan begitu saja. 
Peruri Ingatkan Masyarakat Beli e-Meterai Hanya di Kanal Resmi

Peruri Ingatkan Masyarakat Beli e-Meterai Hanya di Kanal Resmi

Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya penggunaan dokumen digital untuk kebutuhan bisnis, administrasi perusahaan, kontrak kerja sama, hingga urusan pribadi.
BI Rate Naik Lagi, Airlangga Minta Bank Himbara Tahan Diri Jangan Cepat-Cepat Naikkan Bunga Kredit

BI Rate Naik Lagi, Airlangga Minta Bank Himbara Tahan Diri Jangan Cepat-Cepat Naikkan Bunga Kredit

Menko Airlangga Hartarto menyampaikan arahan Presiden terkait kenaikan BI Rate. Pemerintah berharap agar Bank Himbara tidak buru-buru menaikkan bunga kredit.

Trending

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait kondisi nasional
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat resmi menolak gugatan bernilai Rp4,9 miliar yang diajukan Ari Bias selaku pencipta lagu Bilang Saja terhadap perusahaan hiburan HW Group.
FAM Rombak Harimau Malaya, Resmi Lepas CEO Hingga 2 Pelatih Timnas Malaysia

FAM Rombak Harimau Malaya, Resmi Lepas CEO Hingga 2 Pelatih Timnas Malaysia

Pemutusan kontrak tersebut mengejutkan karena tak hanya CEO dan pelatih, tapi juga hingga jajaran staf pelatih Timnas Malaysia. 
5 Zodiak Paling Hoki Besok, 19 Juni 2026: Rezeki Gemini Mengalir, Scorpio Dapat Peluang Emas Tak Terduga

5 Zodiak Paling Hoki Besok, 19 Juni 2026: Rezeki Gemini Mengalir, Scorpio Dapat Peluang Emas Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki besok, 19 Juni 2026, di antaranya Gemini ada rezeki mengalir deras dan Scorpio dapat peluang emas tak terduga.
Selengkapnya

Viral