Uang Beredar Maret Tembus Rp10.355 Triliun, BI Ungkap Mesin Penggerak Ekonomi Mulai Panas
- Antara Foto
Jakarta, tvOnenews.com - Aliran uang di perekonomian Indonesia kian deras. Bank Indonesia mencatat jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 melonjak signifikan, menandakan aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat di tengah dinamika global.
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengungkapkan, bahwa posisi M2 mencapai Rp10.355,1 triliun atau tumbuh 9,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 8,7 persen.
“Uang Beredar tumbuh lebih tinggi pada Maret 2026. Posisi M2 pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp10.355,1 triliun, atau tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 8,7 persen (yoy),” ujarnya dalam keterangan media, Sabtu (25/4/2026).
Lonjakan likuiditas ini terutama ditopang oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) yang melesat hingga 14,4 persen, serta uang kuasi yang juga tumbuh positif 5,2 persen.
Komponen M1—yang mencakup uang kartal dan simpanan yang mudah dicairkan—mendominasi dengan porsi 58,3 persen dari total M2. Pertumbuhannya dipicu oleh kenaikan signifikan giro rupiah yang melesat 26,4 persen, serta stabilnya tabungan rupiah.
Di sisi lain, uang kartal yang beredar di masyarakat tetap meningkat, meski lajunya sedikit melandai dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, uang kuasi yang mencerminkan simpanan berjangka dan instrumen likuid lainnya juga menunjukkan penguatan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan simpanan berjangka, tabungan lainnya, serta giro valuta asing yang kembali tumbuh setelah sebelumnya sempat terkontraksi.
Dari sisi sumber pertumbuhan, BI mencatat bahwa ekspansi uang beredar tidak lepas dari peningkatan tajam tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang melonjak hingga 39,2 persen. Selain itu, penyaluran kredit tetap stabil tumbuh 8,9 persen menjadi Rp8.516 triliun.
Aktiva luar negeri bersih juga turut menguat, mencerminkan perbaikan posisi eksternal Indonesia. (agr/rpi)
Load more