GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Larangan Hijab di RS Medistra, MUI: Masa di Tempat yang Mayoritas Didiskriminasi

Seorang dokter spesialis bedah onkologi Diani Kartini mengundurkan diri RS Medistra, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/8/2024) setelah dugaan larangan hijab.
Senin, 2 September 2024 - 15:50 WIB
RS Medistra
Sumber :
  • halodoc.com

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang dokter spesialis bedah onkologi Diani Kartini mengundurkan diri dari posisinya di RS Medistra, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/8/2024) setelah ramai ada dugaan larangan hijab di rumah sakit tersebut. 

Keputusan ini diambil setelah RS Medistra tersebut menerapkan kebijakan baru yang melarang perawat dan dokter umum mengenakan hijab saat bekerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diani, yang telah bekerja di RS Medistra sejak 2010, menyatakan bahwa pengunduran dirinya didorong oleh komitmen terhadap prinsip-prinsip agama yang dianggapnya sebagai prioritas utama. 

Sebelum mengundurkan diri, ia juga melayangkan surat protes kepada manajemen rumah sakit, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan tersebut.

Ia juga menyayangkan soal dokter baru yang direkrut diwajibkan untuk tidak mengenakan hijab.

Kebijakan ini menimbulkan polemik di masyarakat, salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Ketua MUI Bidang Ukhuwah dan Dakwah, Cholil Nafis, mengkritik keras kebijakan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak etis dan menyakiti hati umat Islam.

"Saya yakin dengan kebenaran surat yang ditandatangani pihak terkait, mereka harus bertanggung jawab. Jika pernyataan ini benar, kebijakan tersebut jelas melanggar konstitusi tentang kebebasan beragama," ujar Cholil Nafis dalam pernyataannya yang disampaikan melalui YouTube TvOneNews, Senin (2/9/2024).

Cholil juga menegaskan bahwa tidak ada perdebatan tentang kewajiban mengenakan hijab.

MUI juga menekankan pentingnya kebebasan beragama bagi setiap warga negara. 

Ia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meninjau kembali kebijakan RS Medistra yang dianggap bertentangan dengan kerangka besar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Apalagi yang ditolak adalah para dokter terpelajar. Diskriminasi berdasarkan keyakinan agama sangat melukai hati kami yang mendengarnya," tambahnya.

Cholil juga menyoroti status RS Medistra sebagai rumah sakit bertaraf internasional yang diduga menjadi alasan kebijakan tersebut. 

"Mau internasional atau tidak, ini berdiri di Indonesia. Jika tidak tunduk pada hukum Indonesia, maka jangan beroperasi di sini, karena jelas melanggar peraturan perundang-undangan," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, RS Medistra telah menyatakan permintaan maaf atas keributan yang terjadi.

Rumah sakit tersebut juga menyebutkan akan menindaklanjuti masalah dugaan pelarangan hijab yang jadi polemik di masyarakat. (ppt/iwh)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba menyoroti rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dinilai belum berpihak pada kawasan Indonesia Timur.
Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun menyoroti maraknya praktik judi online (Judol) yang kini telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Selengkapnya

Viral