News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anies Lontarkan Pengakuan yang Mengejutkan Ratusan Mahasiswa Universitas Sophia Tokyo, Singgung Pekerjaan

Dalam sesi yang menginspirasi di Universitas Sophia Tokyo, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara terbuka berikan pengakuan yang mengejutkan
Senin, 23 September 2024 - 05:30 WIB
Anies Lontarkan Pengakuan yang Mengejutkan Ratusan Mahasiswa Universitas Sophia Tokyo, Singgung Pekerjaan
Sumber :
  • istimewa - Instagram Anies

Tokyo, tvOnenews.com - Dalam sesi yang menginspirasi di Universitas Sophia Tokyo, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara terbuka berikan pengakuan yang mengejutkan ratusan Mahasiswa di Jepang.

Anies akui, bahwa dirinya saat ini sebagai pengangguran. Bahkan, di hadapan lebih dari 200 mahasiswa, ia mengungkapkan kesiapan untuk menerima tawaran pekerjaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya pengangguran saat ini karena tidak bekerja untuk siapa pun. Jika ada yang berminat mempekerjakan saya, silakan saja!” ujarnya pada Jumat (20/9/2024) sore.

Meski demikian, Anies menegaskan bahwa ia tidak berencana kembali mengajar di universitas. 

“Masa depan saya adalah memberikan kuliah di berbagai tempat. Jika ada yang ingin mengundang, saya siap, tetapi kembali mengajar di universitas bukanlah rencana saya,” tambah mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

- Menggugah Kesadaran Sosial

Di kesempatan yang sama, Anies menyampaikan keyakinannya bahwa masih banyak orang baik di Indonesia, terlihat dari aksi protes yang dilakukan saat kebijakan yang tidak adil muncul. 

“Banyak yang turun ke jalan menuntut keadilan. Ini menunjukkan bahwa kebaikan masih ada di republik kita,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya aktif di dunia digital. 

“Di era digital ini, berbagi informasi adalah praktik terbaik, terutama bagi generasi muda. Di mana pun Anda berada—baik di Karawang atau Kanagawa—Anda dapat terhubung dan memantau kondisi negara kita,” tambah Anies.

- Netizen: Pengaruh Besar di Era Digital

Anies juga membandingkan pengaruh media masa lalu dengan kondisi saat ini. 

“Dulu, editor utama memegang kendali atas isu-isu besar. Sekarang, netizen, terutama generasi Z, menjadi suara yang lebih kuat di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengkritisi ketidakberdayaan otoritas dalam menangani isu hingga viral. 

“Perbaikan harus dimulai dari pimpinan. Jika pemimpin korup, bawahannya pun akan mengikuti,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah isu hoax yang marak beredar, Anies mengingatkan masyarakat untuk selalu skeptis. 

“Kita harus hati-hati dan tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial,” tutupnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ladies, Ini Penjelasan hingga Perbedaan Babak Pertama dan Kedua dalam Sepak Bola yang Perlu Kamu Pahami

Ladies, Ini Penjelasan hingga Perbedaan Babak Pertama dan Kedua dalam Sepak Bola yang Perlu Kamu Pahami

Bagi kamu para perempuan yang baru mulai menyukai sepak bola, durasi total permainan normal adalah 90 menit yang dibagi menjadi dua babak. Inilah penjelasannya.
Chris John Dikabarkan Mualaf? Unggahan Koh Hanny Jadi Sorotan Warganet

Chris John Dikabarkan Mualaf? Unggahan Koh Hanny Jadi Sorotan Warganet

Legenda tinju Indonesia, Chris John, dikabarkan mualaf? Unggahan terbaru Hanny Kristianto alias Koh Hanny jadi sorotan warganet.
PDIP Kritik Bobby Nasution soal Kompensasi PLN, Gerindra dan Golkar Bela Gubernur Sumut

PDIP Kritik Bobby Nasution soal Kompensasi PLN, Gerindra dan Golkar Bela Gubernur Sumut

Aksi Gubernur Sumut Bobby Nasution mendatangi PLN Sumut beberapa waktu lalu menjadi perbincangan hangat. Bahkan politisi Gerindra dan Golkar mendukung langkah
Dear Cewek, Pahami Aturan Dasar Sepak Bola Ini biar Makin Seru Pas Nonton Piala Dunia 2026

Dear Cewek, Pahami Aturan Dasar Sepak Bola Ini biar Makin Seru Pas Nonton Piala Dunia 2026

Kini, semakin banyak perempuan yang ikut merasakan demam dan merasa antusias untuk menonton Piala Dunia 2026. Yuk, pahami aturan-aturan berikut ini, ladies!
Soal Dugaan Penerimaan Uang Rp30 Miliar, Dedi Congor Berpeluang Diperiksa KPK Lagi

Soal Dugaan Penerimaan Uang Rp30 Miliar, Dedi Congor Berpeluang Diperiksa KPK Lagi

KPK membuka peluang memeriksa kembali mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Marunda Ahmad Dedi alias Dedi Congor. 
KPK Periksa PNS Bea Cukai dalam Kasus Suap Impor Barang, Tinggal Satu Tersangka di Tahap Penyidikan

KPK Periksa PNS Bea Cukai dalam Kasus Suap Impor Barang, Tinggal Satu Tersangka di Tahap Penyidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang saksi yakni Pegawai Negara Sipil (PNS) Bea Cukai, Akhmad Fikri Yahmani terkait kasus dugaan suap importasi barang. 

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR RI menggelar Rapat RDPU bersama para kepala desa dan perangkat desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kemuning, Indragiri Hilir, Riau.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menyebut sistem digitalisasi pemerintah melalui Perlinsos Digital dan Simbara bisa membuat hemat ribuan triliun.
Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

ESDM menyampaikan pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi Pertalite sebagai langkah perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan, seraya mendorong implementasi B50.
Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Kepolisian Resor Dumai berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial Nursafika (30), yang ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah pondok kawasan kebun Taman Wisata Alam (TWA), Jalan Abdul Rabkhan, RT 006, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Selengkapnya

Viral