Kronologi Video Syur Guru dan Siswi di Gorontalo, Sosok Baju Pramuka Peletak Kamera Tersembunyi
Jakarta, tvOnenews.com - Media sosial digegerkan dengan beredarnya sebuah video syur yang dilakukan oleh seorang guru dan siswinya di sebuah ruangan.
Kejadian itu diketahui terjadi di salah satu sekolah di Gorontalo.
Video tersebut berawal dari aksi seorang siswi berseragam Pramuka melegakkan kamera tersembunyi di sebuah ruangan.
Siswa berseragam Pramuka itu meletakkan ponselnya di bagian pojok ruangan.
Tak berselang lama setelah siswi berseragam Pramuka keluar, masuklah murid lain dan diikuti oleh gurunya.
Siswi tersebut lantas meletakkan bukunya di lantai dan menuju sang guru.
Mereka pun melakukan tindakan tak senonoh yang terekam kamera.
Berdasarkan informasi yang beredar, hubungan sang guru dan siswinya itu sudah diketahui sang istri guru sejak 2023 lalu.
Diberitakan sebelumnya, link video syur guru dan murid di Gorontalo viral di media sosial.Â
Mulanya video syur yang beredar berdurasi 5 menit. Ternyata video syur guru dan murid di Gorontalo itu berdurasi 7 menit.
Adapun 2 menit tambahannya menampilkan seorang murid dengan baju Pramuka yang tengah berjalan di menit-menit awal.
Media sosial dihebohkan dengan video syur guru dan murid di Gorontalo itu. Tampak murid tersebut menuruti guru tersebut.
Video itupun diduga diambil secara diam-diam tanpa sepengetahuan guru dan murid itu.Â
Terkait hal ini, Kapolres Gorontalo AKBP Deddy Herman mengatakan guru yang berada di video tersebut berinisial D. Adapun muridnya berinisial P.Â
Mereka adalah guru dan murid di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gorontalo. Yang mengejutkan adalah D dan P melakukan perbuatan tak senonoh itu di salah satu ruangan sekolah.Â
D dan P disebut pernah melakukan hubungan intim di salah satu ruangan sekolah pada bulan Januari 2024.
Kemudian dilakukan kembali di sebuah rumah pada bulan September 2024. Kini D pun ditahan sejak pihak keluarga P melaporkan D ke polisi.Â
"Di salah satu ruangan sekolah," ujar Deddy, Rabu (25/9/2024).Â
Pihak kepolisian lantas menerima laporan itu lalu mulai melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.
"Kita juga periksa 10 orang. 8 Saksi termasuk pelapor dan terlapor dan kami juga sudah menetapkan status terhadap tersangka inisial D," terang dia.Â
Load more