News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tambang Ilegal Solok Seletan Tak Hanya Diduga Hilangkan Nyawa Polisi, Tapi Jadi Bencana Mengerikan Warga

Tambang ilegal Solok Selatan, diduga jadi pemicu tewas ditembaknya Kasat Reskrim AKP Ulil Ryanto Anshari oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar
Jumat, 22 November 2024 - 23:34 WIB
Tambang Ilegal Solok Seletan Tak Hanya Diduga Hilangkan Nyawa Polisi, Tapi Jadi Bencana Mengerikan Bagi Warga
Sumber :
  • istimewa

Sumbar, tvOnenews.com - Tambang ilegal Solok Selatan, diduga jadi pemicu tewas ditembaknya Kasat Reskrim AKP Ulil Ryanto Anshari oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.

Namun, ternyata tambang ilegal galian C itu tak hanya diduga hilangkan nyawa oknum polisi, tetapi jadi bencana mengerikan warga setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini lantaran, aktivitas penambangan ilegal di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat berimbas kepada maraknya bencana tanah longsor. 

Tercatat ada beberapa bencana tanah longsor terjadi, sebagai berikut.

tvonenews

Diketahui, bencana alam dan aktivitas tambang emas terus menjadi sorotan di Solok Selatan, Sumatera Barat. 

Pada 18 April 2020, tanah longsor mengguncang Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari. 

Kejadian serupa berulang pada 11 Januari 2021, menimbun enam penambang di tambang emas Nagari Abai. Empat korban dinyatakan meninggal, sementara dua lainnya selamat.

Hanya beberapa bulan berselang, tepatnya 10 Mei 2021, tragedi serupa menelan delapan nyawa di lokasi tambang emas ilegal di Nagari Abai. 

Pada 21 Agustus 2022, tiga penambang juga tewas tertimbun bekas galian tambang emas di Ranah Pantai Cermin. 

Kasus terbaru terjadi 30 Oktober 2023, saat seorang penambang meninggal tertimbun di tambang Kimbahan, Nagari Abai.

- Solok Selatan, 'Bukit Emas' yang Jadi Rebutan Dunia

Solok Selatan dijuluki sebagai "Bukit Emas" karena kekayaan tambang emasnya yang melimpah. Dengan luas area tambang mencapai 28.840 hektar, wilayah ini menjadi incaran berbagai pihak, termasuk pemain internasional seperti China. 

Sejarah mencatat, penambangan emas di Solok Selatan dimulai sejak era kolonial Belanda, dan hingga kini, tambang-tambang tersebut masih menjadi pusat ambisi para pemburu harta karun.

Lokasi seperti Jorong Jujutan, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, menjadi saksi atas eksploitasi tambang emas secara masif. 

China bahkan disebut mampu menghasilkan hingga 30 kilogram emas setiap bulannya dari daerah ini, menggunakan metode modern seperti mesin PK dan alat berat.

- Ilegal, Tapi Diduga Dibiarkan: Tambang Emas dan Ancaman Lingkungan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, aktivitas tambang emas ilegal juga menjamur. 

Tidak hanya emas, material dari dasar Sungai Batang Hari pun terus dikeruk oleh para penambang ilegal, dengan menggunakan kapal kecil beratap terpal. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Strategis dengan PP Muhammadiyah, Sasar Pekerja Rentan hingga UMKM

BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Strategis dengan PP Muhammadiyah, Sasar Pekerja Rentan hingga UMKM

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyebut kerja sama dengan Muhammadiyah ini sebagai langkah penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A Sesuai Rencana FIFA Jika Syarat serta Skenario Ini Terpenuhi, Apa Saja?

Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A Sesuai Rencana FIFA Jika Syarat serta Skenario Ini Terpenuhi, Apa Saja?

FIFA siapkan aturan baru soal laga liga di luar negeri. Indonesia berpeluang jadi tuan rumah, tapi ada syarat berlapis yang wajib dipenuhi terlebih dahulu.
Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR Singgung Budaya Elitis Dokter: Jeruk Makan Jeruk Harus Dibongkar

Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR Singgung Budaya Elitis Dokter: Jeruk Makan Jeruk Harus Dibongkar

Menyoroti kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI justru menyinggung masalah yang lebih dalam, yakni perihal budaya elitis di dunia kedokteran.
Warga Sengon Jombang Dikejutkan Penemuan Mayat Pria Membusuk dalam Rumah

Warga Sengon Jombang Dikejutkan Penemuan Mayat Pria Membusuk dalam Rumah

Warga Desa Sengon, Kecamatan Jombang dibuat geger oleh penemuan jasad seorang pria yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya, Sabtu (25/4) pagi tadi.
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, Jangan-jangan Timnas Indonesia Jadi Juara

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, Jangan-jangan Timnas Indonesia Jadi Juara

Bung Ropan curiga dengan ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, jangan-jangan Timnas Indonesia akan jadi juara di Piala AFF 2026 ini karena punya pemain bagus.
Uang Beredar Maret Tembus Rp10.355 Triliun, BI Ungkap Mesin Penggerak Ekonomi Mulai Panas

Uang Beredar Maret Tembus Rp10.355 Triliun, BI Ungkap Mesin Penggerak Ekonomi Mulai Panas

BI mencatat jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 melonjak signifikan, menandakan ekonomi yang mulai menggeliat di tengah dinamika global.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral