GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Mengejutkan di Balik Sosok MAS Sebelum Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Ini Analisis Psikolog

Jakarta Selatan dihebohkan dengan peristiwa tragis yang melibatkan MAS (14), seorang remaja yang tega menghabisi nyawa ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM
Selasa, 3 Desember 2024 - 04:18 WIB
Fakta Mengejutkan di Balik Sosok MAS Sebelum Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Psikolog Bocorkan 5 Analisisnya
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta Selatan dihebohkan dengan peristiwa tragis yang melibatkan MAS (14), seorang remaja yang tega menghabisi nyawa ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69), di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Sabtu (30/11/2024) dini hari. 

Peristiwa ini mengguncang masyarakat, terlebih setelah terungkap bagaimana keseharian pelaku di mata keluarga dan tetangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- MAS di Mata Keluarga dan Tetangga: Normal, Ramah, dan Religius

Tante MAS mengungkap bahwa keponakannya sehari-hari tampak seperti remaja 14 tahun pada umumnya, meski terkesan sedikit tertutup. 

tvonenews

“Kalau diajak ngobrol, masih nyambung. Anak biasa saja, hanya memang cenderung lebih pendiam,” tuturnya.

Sementara itu, tetangga korban, RS (70), memberikan kesaksian mengejutkan. 

Menurutnya, MAS adalah sosok ramah yang tak pernah menunjukkan tanda-tanda kenakalan remaja. 

“Kalau bertemu, dia selalu menyapa. Bahkan, dia rajin beribadah,” ungkap RS.

Kesan serupa disampaikan oleh pedagang bakso keliling, Agus Suliswanto (55). Agus sering bertemu MAS saat remaja itu berolahraga atau menuju masjid. 

“Dia pendiam, tapi sopan kepada semua orang,” katanya. 

Agus juga tak pernah mendengar keributan dari rumah MAS, menambah kebingungan masyarakat soal motivasi di balik aksi brutal ini.

- Pendekatan Psikolog Forensik: Lima Faktor yang Ditelaah

Psikolog forensik Reza Indragiri memberikan pandangan mendalam soal kasus ini. 

Menurutnya, ada perbedaan signifikan dalam menangani pelaku dewasa dan anak-anak. 

“Pada pelaku anak-anak, ada lima sistem yang perlu dianalisis secara menyeluruh,” jelasnya.

1. Kondisi mental khusus: Memeriksa apakah anak memiliki gangguan mental tertentu.

2. Penyalahgunaan zat terlarang: Menelaah kemungkinan penggunaan narkotika atau zat adiktif.

3. Fantasi kekerasan: Menganalisis kebiasaan anak, mulai dari film yang ditonton hingga situs yang dikunjungi.

4. Stabilitas pendidikan: Meninjau riwayat akademis, termasuk pengalaman sulit seperti tidak naik kelas atau drop out.

5. Relasi sosial: Melihat hubungan anak dengan teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Menurut Reza, dua faktor yang paling dominan dalam membentuk perilaku anak adalah hubungan dengan keluarga dan pertemanan. 

Penelaahan ini diharapkan dapat mengungkap motivasi di balik tindakan MAS, yang jauh dari dugaan banyak pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, tragedi di Lebak Bulus ini menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan citra MAS yang dikenal baik dan religius. 

Psikolog dan masyarakat kini terus mencari jawaban, apa yang memicu remaja ini melakukan aksi kejam terhadap keluarganya sendiri. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tongtek Sahur Berujung Tawuran di Sukolilo Pati, Sejumlah Remaja Sujud di Kaki Orang Tua Setelah Diamankan Polisi

Tongtek Sahur Berujung Tawuran di Sukolilo Pati, Sejumlah Remaja Sujud di Kaki Orang Tua Setelah Diamankan Polisi

Aksi tongtek menjelang sahur di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berujung tawuran antar pemuda dan viral di media sosial.
Komplotan Maling Motor "Koboi" di Tanjung Duren Jakbar Akhirnya Diringkus Polda Metro Jaya

Komplotan Maling Motor "Koboi" di Tanjung Duren Jakbar Akhirnya Diringkus Polda Metro Jaya

Tim Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus komplotan pencuri sepeda motor bersenjata api yang beraksi di Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat.
Menteri Transmigrasi Soroti Riset Lapangan dan Beasiswa Patriot, Apresiasi Komitmen ITB

Menteri Transmigrasi Soroti Riset Lapangan dan Beasiswa Patriot, Apresiasi Komitmen ITB

Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi  ketima membuka Pameran Program Ekspedisi Patriot yang digelar di Gedung CADL, Kampus Ganesha ITB, Kota Bandung, Senin (23/2/2026). 
Dick Advocaat Mundur dari Timnas Curacao, Mimpi ke Piala Dunia Buyar karena Alasan Keluarga

Dick Advocaat Mundur dari Timnas Curacao, Mimpi ke Piala Dunia Buyar karena Alasan Keluarga

Dick Advocaat sebelumnya telah menghitung hari menuju turnamen terbesar sepak bola dunia itu. Ia berencana menjadikan Piala Dunia sebagai panggung terakhir dalam karier panjangnya sebagai pelatih.
Minim Aduan, BPKN Ingatkan OJK untuk Penegakan Regulasi Pasar Kripto

Minim Aduan, BPKN Ingatkan OJK untuk Penegakan Regulasi Pasar Kripto

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk dapat menegakan aturan penindakan dugaan pelanggaran sektor aset kripto.
Jadwal Lengkap FIFA Series, Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah Hingga Kesempatan Jadi Juara Terbuka

Jadwal Lengkap FIFA Series, Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah Hingga Kesempatan Jadi Juara Terbuka

Berbeda dari dua edisi sebelumnya, FIFA menambah jumlah turnamen dengan sembilan turnamen yang tersebar di seluruh konfederasi. Untuk AFC, Timnas Indonesia dan Australia ditunjuk sebagai tuan rumah. 

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan hangat usai dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Di tengah sorotan terhadap performa Ole Romeny yang belum maksimal, muncul nama Jelte Pal, penyerang berdarah Jakarta yang sedang tampil tajam di Liga Belanda.
Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT