News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perlahan-lahan Mulai Terbuka ke Polisi, Anak 14 Tahun Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Ucapkan Hal Ini Sebelum Eksekusi: Terlalu Banyak Beban Orang Tua, Biar Saya Ambil Alih

Perlahan-lahan mulai terbuka ke polisi, anak 14 tahun yang membunuh ayah dan neneknya di Lebak Bulus mengucapkan hal ini sebelum mengeksekusi korbannya.
Selasa, 10 Desember 2024 - 04:35 WIB
Anak 14 Tahun di Lebak Bulus Tusuk Ayah dan Nenek hingga Tewas
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Perlahan-lahan mulai terbuka ke polisi, anak 14 tahun yang membunuh ayah dan neneknya di Perumahan Bona Indah, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan mengucapkan hal ini sebelum mengeksekusi pada Sabtu (30/11/2024) sekitar pukul 01.00 WIB. 

Seperti diketahui, anak 14 tahun berinisial MAS ini mengaku tidak bisa tidur lalu mendengar bisikan yang membuat dirinya gelisah terlebih dahulu sebelum menghabisi nyawa ayah dan neneknya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baru-baru ini MAS mulai terbuka kepada polisi. Dia mengatakan bisikan yang dia dengar itu terkait beban hidup yang dipikul orang tuanya. 

"Ketika dia gelisah dia bilang, 'Terlalu banyak beban orang tua. Ya sudah biar saya yang mengambil alih. Biar papa mama masuk surga'," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal, Senin (9/12/2024).

tvonenews

Ade menyebut MAS baru sekali mendengar bisikan itu. Tepatnya beberapa jam sebelum membunuh ayah dan nenek serta melukai ibunya yang bisa menyelamatkan diri di malam itu. 

"Setelah itu dia lakukan pembunuhan. Iya (bisikan) pada malam itu saja. Langsung eksekusi," terangnya. 

Saat ini MAS masih diamankan polisi dan dititipkan ke sebuah safe house atau rumah aman. 

Sementara itu, ayah MAS sudah dikebumikan di Bogor. Sedangkan, nenek MAS dikebumikan di tempat terpisah, yakni di Tanah Kusir. 

Baru-baru ini polisi mengungkap fakta baru, yakni ibu MAS yang berinisial AP sudah dimintai keterangannya. 

Ibu MAS sudah keluar dari rumah sakit. Namun, kata Ade, dia masih harus didampingi psikolog saat diperiksa. 

"Ibu diperiksa di Polres. Sudah keluar dari rumah sakit tapi masih didampingi oleh psikolog karena sang ibu juga terguncang dengan peristiwa ini," kata Ade. 

Anak 14 Tahun di Lebak Bulus Tusuk Ayah dan Nenek hingga Tewas
Anak 14 Tahun di Lebak Bulus Tusuk Ayah dan Nenek hingga Tewas
Sumber :
  • Istimewa

 

Ade menyebut kini AP merupakan saksi kunci dari peristiwa ini.

"Pada hari ini saksi kunci yang mengalami penganiayaan, sang ibu, sudah bisa diambil keterangan," sambungnya. 

Ade menyebut ibu MAS diperiksa polisi untuk menggali motif kenapa anaknya bisa melakukan pembunuhan tersebut. 

Ibu MAS tampak masih terguncang dengan kejadian yang menimpanya. Meski demikian, kata Ade, pihaknya harus segera melakukan pemberkasan.

"Kita lihat kondisinya karena kita harus cepat melakukan pemberkasan. Karena ini sistem peradilan anak tentu waktu kita terbatas," terangnya. 

Hingga saat ini, belum ada keterangan polisi yang menyebutkan MAS dan ibunya sudah bertemu. 

Namun, beberapa waktu lalu MAS sempat menuliskan surat permohonan maaf kepada ibunya.

Selain meminta maaf, MAS juga memberitahukan kabar terkini dirinya kepada ibunya. 

“Maafin aku udah nyusahin dan makasih semuanya. Seperti kalian, aku juga bakal bantu orang banyak. Terima kasih semuanya. Saya sekarang sehat-sehat saja. Jakarta, 6 Desember 2024,” tulis MAS dalam suratnya. 

Tulis Surat untuk Ibunya, Anak 14 Tahun Bunuh Ayah dan Nenek Sampaikan Pesan Menyentuh
Tulis Surat untuk Ibunya, Anak 14 Tahun Bunuh Ayah dan Nenek Sampaikan Pesan Menyentuh
Sumber :
  • Istimewa

 

Diketahui MAS merupakan pelajar yang duduk di bangku kelas 1 SMA swasta.

Meskipun dia diamankan, anak 14 tahun itu dipastikan tetap memperoleh hak pendidikannya. 

Hal ini disampaikan secara terpisah oleh Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar pada Senin (9/12/2024). 

"Dia sudah masuk fase UAS. Kemarin kita fasilitasi UAS susulan di tempat yang sekarang—Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial,” kata Nahar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nahar menyebut tim pendamping psikolog MAS masih bekerja untuk mendalami kondisi mental, psikis dan kejiwaan yang dialami anak 14 tahun itu. 

"Ada hal yang perlu didalami dari sisi psikologis. Masih butuh waktu. Apakah kondisi psikis berkaitan dengan perbuatan yang dia lakukan atau tidak," pungkasnya. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Walau Ditahan Imbang Malaysia, Justin Hubner Optimistis Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Walau Ditahan Imbang Malaysia, Justin Hubner Optimistis Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Justin Hubner justru menyoroti ketangguhan Timnas Indonesia setelah dipaksa harus bermain dengan 10 pemain sejak Thom Haye mendapat kartu merah.
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral