GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemilik Homestay Beberkan Kelakuan Agus Difabel, Dalam Satu Hari Membawa Tiga Perempuan Berbeda untuk Dieksekusi?

Pemilik homestay tempat Agus difabel diduga melecehkan korbannya buka suara soal kelakuan tersangka pelecehan seksual tersebut. Ternyata Agus kerap bawa korban.
Jumat, 13 Desember 2024 - 15:45 WIB
Potret Agus Buntung tersangka kasus pelecehan seksual
Sumber :
  • kolase foto tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pemilik homestay tempat Agus difabel diduga melecehkan korbannya buka suara soal kelakuan tersangka pelecehan seksual tersebut.

I Wayan Agus Mertayasa alias Agus penyandang disabilitas ternyata kerap membawa perempuan diduga korbannya ke homestay di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus disebut-sebut kerap membawa perempuan yang berbeda-beda. Bahkan pernah dalam satu hari ia sampai membawa tiga kali perempuan.

Hal itu diungkap langsung oleh pemilik homestay tempat biasa Agus membawa korbannya, Shinta.

Shinta pemilik homestay tempat Agus difabel menggagahi 15 korbannya
Shinta pemilik homestay tempat Agus difabel menggagahi 15 korbannya
Sumber :
  • tvOne

 

Kepada wartawan Shinta membantah telah bekerja sama dengan Agus untuk membawa pengunjung ke homestay-nya tersebut.

"Saya tegaskan tidak ada kerja sama dengan pihak Agus Buntung itu saja," katanya.

Shinta sempat mendapat cecaran dari pihak pengacara terkait aktivitas Agus di dalam homestay tersebut.

"Bagaimana saya mau bertanya, sedangkan mereka sudah cukup umur masuk seperti orang pacaran gitu kan, teriak atau apa gitu, kalua misalnya teriakkan sudah mungkin saya akan nolong," tuturnya kepada wartawan.

Shinta mengungkap, dalam satu hari pernah membawa sekitar tiga perempuan yang berbeda yang diduga korban pelecehan.

"Kalau enggak salah sih dua kali, sama malamnya itu satu kali kayaknya tiga kali yang sehari," bebernya.

Shinta mengaku tak tahu siapa yang membayar homnestay setiap Agus diduga membawa korbannya tersebut.

Sementara warga marah saat menyaksikan langsung proses rekonstruksi hingga meneriaki Agus penyandang difabel tersebut.

Rekonstruksi berlangsung di salah satu homestay tempat Agus menggagahi 15 korbannya.

Warga yang geram dengan perbuatan Agus sampai meneriakinya dengan kata-kata kasar saat rekonstruksi berlangsung.

Sebelumnya, Agus sempat mendapat simpati warga karena dijadikan tersangka pelecehan seksual padahal kondisi fisiknya secara logika tidak mungkin melakukan perbuatan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun kini, korban dugaan pelecehan seksual Agus bermunculan hingga mencapai 15 orang, bahkan dua di antaranya masih duduk di bangku SMP.

Agus ternyata merayu korban-korbannya dengan kata-kata manipulatif sehingga korbannya mau melakukan apa yang dimintanya. (muu)
 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wajib Tahu di 2026! Ini Deretan Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Wajib Tahu di 2026! Ini Deretan Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Daftar 21 penyakit dan layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan 2026. Peserta wajib tahu batasan manfaat agar tidak salah paham saat berobat.
Bripka Masias Siahaya Jalani Sidang Etik Kasus Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku, Hasilnya Bakal Disampaikan secara Transparan ke Publik

Bripka Masias Siahaya Jalani Sidang Etik Kasus Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku, Hasilnya Bakal Disampaikan secara Transparan ke Publik

Hari ini, Senin (23/2/2026), anggota Brimob Bripka Masias Siahaya akan menjalani sidang kode etik dalam kasus penganiayaan siswa MTS di Maluku Tenggara AT (14) hingga tewas. 
Usai Diperiksa Sebagai Tersangka, Anggota Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Maluku Langsung Dipatsus

Usai Diperiksa Sebagai Tersangka, Anggota Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Maluku Langsung Dipatsus

Anggota Brimob Bripka Masias Siahaya diperiksa sebagai tersangka usai menganiaya siswa MTS di Maluku Tenggara berinisial AT (14) hingga tewas.
Kronologi Hokky Caraka Dipilih Jadi Kiper Dadakan saat Persita Tangerang Lawan Persib Bandung di Super League

Kronologi Hokky Caraka Dipilih Jadi Kiper Dadakan saat Persita Tangerang Lawan Persib Bandung di Super League

Laga panas tersaji saat Persita Tangerang bertandang ke markas Persib Bandung pada pekan ke-22 Super League ketika Hokky Caraka menjadi penjaga gawang dadakan.
Kapolri Marah Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku dan Perintahkan Pelaku Dapat Hukuman Setimpal, Listyo Sigit Prabowo: Brimob Harusnya Melindungi Masyarakat

Kapolri Marah Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku dan Perintahkan Pelaku Dapat Hukuman Setimpal, Listyo Sigit Prabowo: Brimob Harusnya Melindungi Masyarakat

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo marah atas peristiwa anggota Brimob, Bripka Masias Siahaya, yang menganiaya siswa MTS di Maluku Tenggara hingga tewas.
Alasan Hokky Caraka Dipilih Jadi Kiper di Laga Persib Bandung Kontra Persita Tangerang Diungkap Carlos Pena

Alasan Hokky Caraka Dipilih Jadi Kiper di Laga Persib Bandung Kontra Persita Tangerang Diungkap Carlos Pena

Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menjelaskan alasannya memilih Hokky Caraka sebagai penjaga gawang di ujung laga kontra Persib Bandung.

Trending

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Menteri HAM, Natalius Pigai komentari terkait Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku diteror. Kini, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman usulkan Ketua BEM UGM
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Buntut Brimob Aniaya Siswa di Tual, KemenPPPA: Kami Lagi Koordinasi dengan UPTD

Buntut Brimob Aniaya Siswa di Tual, KemenPPPA: Kami Lagi Koordinasi dengan UPTD

Buntut siswa tewas dianiaya anggota Brimob, Birpda MS di Tual, Maluku. Ternyata menuai perhatian KemenPPPA. Dalam hal ini, KemenPPPA tengah melakukan koordinasi
FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

John Herdman gigit jari jelang FIFA Series. Pemain keturunan yang bersinar di Liga Belanda gagal dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia usai terbentur aturan.
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Kronologi  Bripda DP Meninggal Dunia di Asrama Polisi Polda Sulsel Diduga Akibat Penganiayaan, Keluarga: Kami Meminta Keadilan!

Kronologi Bripda DP Meninggal Dunia di Asrama Polisi Polda Sulsel Diduga Akibat Penganiayaan, Keluarga: Kami Meminta Keadilan!

Ayahanda almarhum Bripda DP mengharapkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) mengungkap kasus kematiannya serta memproses hukum para pelakunya
Surya Paloh Masih Mikir Dukung Prabowo 2 Periode, Muzani Beri Respons Menohok

Surya Paloh Masih Mikir Dukung Prabowo 2 Periode, Muzani Beri Respons Menohok

Ahmad Muzani lontarkan respons menohok terkait Ketum NasDem, Surya Paloh yang masih pikir-pikir untuk memberikan dukungan dua periode untuk Presiden Prabowo
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT