GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ratusan Perahu Meriahkan Festival Dadap Vol 4, Warga Tegaskan: Dadap Bukan Lahan Kosong!

Ratusan perahu dihiasi dengan makanan ringan dan semangat tinggi warga ikut meramaikan Festival Dadap Vol 4 di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten
Selasa, 24 Desember 2024 - 05:00 WIB
Tak Hanya Air Mata, Ada Bendera dengan Tulisan Mengerikan Bekibar di Festival Dadap
Sumber :
  • tim tvOne - Akhyar

Banten, tvOnenews.com - Ratusan perahu dihiasi dengan makanan ringan dan semangat tinggi warga ikut meramaikan Festival Dadap Vol 4 (Sedekah Laut Kampung Dadap 2024) di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (22/12/2024). 

Namun, di balik keseruan itu, sejumlah anak muda dengan tegas mengibarkan bendera hitam bertuliskan "DADAP BUKAN LAHAN KOSONG", sebuah simbol perjuangan yang terus berkibar hingga acara Nadran selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, Nadran adalah upacara adat para nelayan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil tangkapan laut dan berharap keberuntungan terus meningkat di tahun mendatang.

 

Fatimah (49), seorang warga Kampung Dadap, mengungkapkan, bahwa Festival Dadap, yang dulunya digelar setiap lima tahun sekali, kini dilaksanakan setiap tiga tahun sebagai respons terhadap kebutuhan pelestarian tradisi.

"Festival ini murni hasil patungan dari nelayan Kampung Dadap, dengan masing-masing rumah menyumbang Rp100 ribu. Kami ingin acara ini tetap ada dan tidak punah," ujar Fatimah dengan haru. 

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya bahwa Festival Dadap Vol 4 berjalan lancar, meski tanpa bantuan pemerintah.

Namun, di balik kebahagiaan tersebut, isu penggusuran yang melibatkan Proyek PIK 2 (Pantai Indah Kapuk 2) semakin mencuat. 

Warga Kampung Dadap, yang telah lama tinggal di sana, merasa keberadaan mereka terancam. 

Sebelum 2016, mereka rutin membayar pajak bangunan, tetapi setelahnya, pembayaran pajak dihentikan tanpa penjelasan jelas.

Proyek PIK 2, yang ditargetkan mengembangkan area hijau dan eco-city di pesisir utara Jakarta dan Kabupaten Tangerang, Banten, sudah menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak Maret 2024. 

Sayangnya, warga Kampung Dadap merasa bahwa proses pengambilan lahan dilakukan secara intimidatif.


Seorang Pemuda Kibarkan Bendera Bertuliskan Dadap Bukan Lahan Kosong

Waisul Kurnia, Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan penghubung antara PIK 2 dan Pulau C telah dimulai tanpa adanya sosialisasi kepada warga. 

Tiang pancang jembatan sudah berdiri, namun belum ada kejelasan soal dampaknya terhadap kehidupan warga.

"Perairan muara Kali Dadap adalah jalur utama bagi nelayan kecil. Kami khawatir jembatan ini akan menyulitkan kami untuk melaut dan mencari ikan di perairan yang lebih dangkal," ujar Waisul.

Sementara itu, di tengah isu penggusuran yang terus berkembang, warga Kampung Dadap tetap teguh menjaga tradisi mereka dan berjuang agar suara mereka didengar. 

Hal ini tak lain sebuah kisah perjuangan yang tak hanya tentang air mata, tetapi juga tentang keberlanjutan tradisi dan hak hidup yang tak boleh dilupakan.

Seperti diketahui, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 merupakan proyek pengembangan area hijau dan eco-city di pesisir utara Jakarta dan Kabupaten Tangerang, Banten. 


Sejumlah Perahu Meriahkan Festival Dadap Vol 4

Mantan Presiden Joko Widodo telah memasukkan PIK 2 ke proyek strategis nasional (PSN) pada 18 Maret 2024. 

Proyek besutan kongsi bisnis Agung Sedayu Group dan Salim Group itu menargetkan 1.756 hektare lahan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masyarakat sekitar mengaku pengambilan lahan dilakukan secara intimidatif. Salah satunya di Kelurahan Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten.

Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan, pihak tvOnenews.com masih melakukan konfirmasi kepada pihak Agung Sedayu Group dan Salim Group, soal isu tersebut. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT