News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib 2 Polisi Pelaku Pemerasan di Semarang, Kini Mereka..

Oknum polisi terduga pelaku pemerasan di Jalan Telaga Mas Kecamatan Semarang Utara pada Jumat (31/1/2025) malam, kini ditahan. Selain dua oknum, Polrestabes Semarang juga melakukan penahanan satu warga sipil berinisial S. 
Minggu, 2 Februari 2025 - 17:39 WIB
Warga menghadang oknum polisi yang diduga lakukan pemerasan di Jalan Telaga Mas
Sumber :
  • IST

Semarang, tvOnenews.com - Oknum polisi terduga pelaku pemerasan di Jalan Telaga Mas Kecamatan Semarang Utara pada Jumat (31/1/2025) malam, kini ditahan. Selain dua oknum, Polrestabes Semarang juga melakukan penahanan satu warga sipil berinisial S. 

Oknum bernama Aiptu K dan Aipda RL saat ini tengah diperiksa oleh Propam Polrestabes Semarang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Betul kejadian tersebut melibatkan pelaku pelanggar dua anggota Polrestabes Semarang dan satu orang warga sipil, total pelaku tiga orang," ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Muhammad Syahduddi dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2025). 

Dia menjelaskan jika dua oknum polisi itu akan dikenakan sanksi kode etik dan kini dilakukan penahanan. Sedangkan kasus pemerasannya ditangani Reskrim Polrestabes Semarang. 

"Kedua anggota tersebut saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh Seksi Propam Polrestabes Semarang dan akan dikenakan sangsi kode etik profesi kepolisian dan telah dilakukan penempatan khusus (patsus) atau dilakukan penahanan selama 21 hari kedepan," kata Syahduddi. 

"Terhadap dugaan tindak pidana pemerasan dilakukan proses pidana oleh Satreskrim Polrestabes Semarang dengan penerapan Pasal 368 KUHP," imbuhnya. 

Ia menegaskan Polrestabes Semarang akan tegas menindak anggota yang melakukan penyimpangan. Dia berjanji akan menindak tegas. 

"Selaku Kapolrestabes Semarang saya berkomitmen untuk tidak memberi ruang sedikitpun terhadap segala bentuk penyimpangan maupun pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, apabila terbukti melakukannya pasti akan saya tindak secara tegas dan tuntas," terangnya. 

Sebelumnya, kejadian ini menimpa MRW (18) warga Ngaliyan dan MMX (17) Semarang Utara. Menurut informasi yang diperoleh, kedua korban diduga diperas oleh dua oknum polisi berinisial Aiptu K dan Aipda RL. 

Peristiwa dugaan pemerasan ini juga sempat direkam oleh massa yang berhasil menggagalkan aksi tersebut. Dari video yang diterima, terlihat dua oknum polisi itu keluar dari mobil berwarna merah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua oknum polisi itu masing-masing terlihat duduk di bangku depan dan belakang. Mereka kemudian keluar setelah dipaksa oleh warga yang geram. 

Satu oknum polisi yang duduk di belakang kemudian terlihat diminta warga menjelaskan kejadian itu. Namun oknum polisi tersebut malah memamerkan kartu tanda anggota polisinya kepada warga. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Denada Sudah Akui Ressa Anak Kandungnya, Netizen Mulai Gencar Cari Tahu Siapa Ayah Biologisnya

Denada Sudah Akui Ressa Anak Kandungnya, Netizen Mulai Gencar Cari Tahu Siapa Ayah Biologisnya

Denada akhirnya mengaku Ressa adalah anak kandungnya. Namun publik kini gencar mencari tahu siapa sosok ayah biologis Ressa yang dibocorkan Tessa Mariska.
Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Teras Ruko Pati

Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Teras Ruko Pati

Seorang pria asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di teras ruko counter handphone, Desa Semampir, Kecamatan Pati, Selasa (3/2/2026) malam.
Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs 'Mengancam', Jakarta Pertamina Enduro Siap Sapu Bersih Dua Kemenangan Kandang di Seri Malang

Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs 'Mengancam', Jakarta Pertamina Enduro Siap Sapu Bersih Dua Kemenangan Kandang di Seri Malang

Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat oleh Megawati Hangestri dan kawan-kawan menargetkan menyapu bersih dua kemenangan di laga kandang yang berlangsung di Seri Malang Proliga 2026.
BRImo Capai 45,9 Juta Pengguna, Transaksi Sepanjang 2025 Tembus Rp7.057 Triliun

BRImo Capai 45,9 Juta Pengguna, Transaksi Sepanjang 2025 Tembus Rp7.057 Triliun

Hingga akhir tahun 2025, BRImo telah digunakan oleh 45,9 juta user, meningkat sekitar 18,9% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dikritik Lewat Stand Up Comedy, Gibran Tetap Dukung Pandji Pragiwaksono Berkarya dan Suarakan Masukan untuk Bangsa

Dikritik Lewat Stand Up Comedy, Gibran Tetap Dukung Pandji Pragiwaksono Berkarya dan Suarakan Masukan untuk Bangsa

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap mendukung anak muda Indonesia, untuk terus berkarya dan menyampaikan masukan yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa
Densus 88 Antiteror Polri Ungkap Anak di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah Terinsipirasi Aksi Kekerasan di Luar Negeri

Densus 88 Antiteror Polri Ungkap Anak di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah Terinsipirasi Aksi Kekerasan di Luar Negeri

Seorang anak SMP di Kalimantan Barat nekat melempat bom molotov di sekolahnya. Densus 88 mengungkap aksi ini terinspirasi peristiwa kekerasan di luar negeri.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT