News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Buntut Kasus Harun Masiku

KPK tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto jadi tersangka kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan atau obstruction of justice (OJ) yang libatkan Harun Masiku.
Kamis, 20 Februari 2025 - 18:38 WIB
Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto resmi menjadi tahanan KPK, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufiq

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto sebagai tersangka kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan atau obstruction of justice (OJ).

Hal ini juga melibatkan kasus Harun Masiku yang saat ini masih menjadi DPO. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penahanan dilakukan selama 20 hari pertama terhitung mulai hari ini.

Berdasarkan pantauan tvOnenews.com, Hasto sudah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dengan tangan diborgol.

Pengamanan di sekitar gedung KPK juga langsung diperketat oleh aparat.

Sebelumnya, KPK menetapkan Hasto bersama Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah sebagai tersangka pada akhir tahun kemarin.

Keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana suap kepada mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk kepentingan penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 Harun Masiku (buron).

Selain Harun, Hasto disebut juga mengurus PAW anggota DPR RI periode 2019-2024 daerah pemilihan (dapil) 1 Kalimantan Barat (Kalbar) Maria Lestari. Selain suap, Hasto juga dikenakan Pasal perintangan penyidikan.

Hasto disebut membocorkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada awal 2020 lalu yang menyasar Harun.

Dia diduga meminta Harun merendam handphone dan segera melarikan diri. Hasto diduga juga memerintahkan anak buahnya yakni Kusnadi untuk menenggelamkan handphone agar tidak ditemukan oleh KPK.

Hasto juga disebut mengumpulkan beberapa orang saksi terkait perkara agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya.

Hasto sudah berupaya untuk lepas dari status tersangka dengan mengajukan Praperadilan ke PN Jakarta Selatan. Namun, usaha tersebut kandas.

Dalam persidangan yang terbuka untuk umum, Kamis (13/2/2025), hakim tunggal PN Jakarta Selatan Djuyamto menyatakan tidak menerima permohonan Praperadilan Hasto yang mempermasalahkan penetapan tersangka di kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan.

Menurut hakim, seharusnya permohonan dibuat secara terpisah. Atas alasan itu, Hasto mengajukan dua permohonan Praperadilan pada Senin, 17 Februari kemarin.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Erupsi Anak Krakatau Tak Pengaruhi Pasar, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Erupsi Anak Krakatau Tak Pengaruhi Pasar, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso memberikan jaminan bahwa ketersediaan logistik dan harga bahan pangan pokok di wilayah yang terkena imbas erupsi Gunung Anak Krakatau masih sangat terkendali.
DPR Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Saat Liput Bencana

DPR Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Saat Liput Bencana

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa mengimbau para jurnalis mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan peliputan di wilayah yang terdampak bencana.
Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat di kawasan Bandung Raya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggandeng Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur mengadakan layanan penghapusan tato tanpa biaya.
KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK memeriksa Kepala Bulog Kanwil Jateng Sri Muniati sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras Kemensos 2020.
Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rosan mengungkap koordinasi antarmanajemen BRI dan BSI telah dilakukan agar rekening massal tersebut dapat segera dibuka dan menjangkau masyarakat secara luas.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral