News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar UGM sebut Polemik Sukatani Tanda Polri Belum Siap Terima Kritik, Prof Wahyudi Bocorkan Penyebabnya

Sukatani, band punk asal Purbalingga itu masih dalam perhatian publik, terutama akademisi dari UGM yakni Prof Wahyudi Kumorotomo, yang merupakan Pakar
Senin, 3 Maret 2025 - 17:17 WIB
Band Sukatani.
Sumber :
  • Instagram @sukatani.band

Jakarta, tvOnenews.com - Sukatani, band punk asal Purbalingga itu masih dalam perhatian publik, terutama akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, yang merupakan Pakar Manajemen Kebijakan Publik. 

Prof Wahyudi menilai, polemik Sukatani merupakan tanda polri belum siap terima kritik. Di mana hal ini merujuk terkait polemik pencabutan lagu Sukatani, berjudul “Bayar, Bayar, Bayar” pada Jumat, 14 Februari 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui sebelumnya, personel Sukatani menyampaikan pengumuman penarikan tersebut melalui akun media sosial sekaligus permintaan maaf kepada Institusi Kepolisian. 

Hal tersebut memunculkan opini publik yang negatif terhadap kepolisian yang dinilai anti-kritik dan melakukan pembredelan seni.

“Walaupun personel sudah meminta maaf, publik paham bahwa kemungkinan itu karena intimidasi dari aparat polisi,” ujar Prof Wahyudi seperti dilansir dari laman UGM, Senin (3/3/2025).

Tak hanya itu saja, Wahyudi menyebutkan, kebebasan berekspresi telah dijamin dalam konstitusi, yakni UU 39/1999 dan Undang-Undang 9/1998. 

Namun, aparat kepolisian belum memahami esensinya.  

Menurutnya, band Sukatani menciptakan lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ tersebut sebagai bentuk kritik terhadap kinerja kepolisian selama ini. 

Bahkan, hampir seluruh lirik merepresentasikan keresahan publik terhadap oknum-oknum polisi yang melakukan pungutan liar (pungli).

“Seharusnya kepolisian mengembang tanggung jawab untuk mengayomi dan menjaga keamanan sipil,” ungkap Prof Wahyudi.

Bagi Prof Wahyudi, kebebasan berpendapat tidak seharusnya ditentang oleh institusi. Bahkan sebuah kritik sepatutnya dijadikan masukan untuk memperbaiki kinerja institusi bagi masyarakat.

“Sangat disayangkan kasus band Sukatani justru memberikan gambaran bahwa institusi belum mampu merespon kritik masyarakat yang membangun,” ungkap Prof Wahyudi.

Di samping itu, merujuk pada Survei Litbang Kompas, yang menyatakan tingkat kepercayaan publik pada Juli 2024 mencapai 73,1 persen terhadap polri.

Kemudian pada Februari 2024 menurun hingga menjadi 71 persen. 

Meskipun perbedaannya tipis, tapi tetap ada reaksi kritik dari publik.

Hal ini perlu diperkuat sebagai bentuk check and balance terhadap institusi maupun kebijakan pemerintah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyikapi polemik Sukatani, sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak Band Sukatani untuk menjadi duta Polri. 

Ajakan itu Sigit sampaikan dalam rangka semangat untuk melakukan perbaikan institusi serta mencegah terjadinya perilaku menyimpang seluruh personel.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Kongres ke-42, Syarikat Islam Dorong Dakwah Ekonomi dan Jakarta Berkelanjutan

Jelang Kongres ke-42, Syarikat Islam Dorong Dakwah Ekonomi dan Jakarta Berkelanjutan

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Kongres ke-42 yang akan digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 18-20 Oktober 2026
Cara Mudah Klaim Asuransi Aing atau BPJS Ketenagakerjaan buat Warga Jabar

Cara Mudah Klaim Asuransi Aing atau BPJS Ketenagakerjaan buat Warga Jabar

Warga Jabar merapat, jangan lupa cek aplikasi Sapawarga ya. Sebab ada asuransi Aing atau BPJS Ketenagakerjaan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
FIFA ASEAN Cup 2026: Kamboja Lolos Final Usai Ditahan Imbang Timor Leste

FIFA ASEAN Cup 2026: Kamboja Lolos Final Usai Ditahan Imbang Timor Leste

Skor akhir 2-2 memaksa Kamboja berbagi poin atas Timor Leste di Stadion Kai Tak, Rabu (30/9/2026). 
Imigrasi Sumut Gandeng Bea Cukai dan Forkopimda, Komitmen Jaga Perairan Batu Bara

Imigrasi Sumut Gandeng Bea Cukai dan Forkopimda, Komitmen Jaga Perairan Batu Bara

Perairan Batu Bara yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka kini berada dalam pengawasan ketat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara
Back to Back Medali Emas Asian Games dan Pecahkan Rekor, Desak Made Masih Bertekad Torehkan Catatan Waktu yang Lebih Baik

Back to Back Medali Emas Asian Games dan Pecahkan Rekor, Desak Made Masih Bertekad Torehkan Catatan Waktu yang Lebih Baik

Atlet panjat tebing, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil mempersembahkan medali emas keempat untuk Indonesia di gelaran Asian Games 2026.
Timnas Indonesia Harus Cetak Banyak Gol Lawan Bangladesh, John Herdman Beri Kata-kata Berkelas

Timnas Indonesia Harus Cetak Banyak Gol Lawan Bangladesh, John Herdman Beri Kata-kata Berkelas

John Herdman mengungkap cara Timnas Indonesia menghadapi tekanan jelang laga penentu kontra Bangladesh yang akan menentukan peluang Garuda melaju ke final.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Miarni Oktari Yanti(27), ibu dari M. Khalifah Siddiq(9), mengajukan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) karena mempertanyakan perkembangan perkara yang dilaporkannya sejak April 2026. Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap korban pada 19 April 2026 di SD Swasta IT Tahfiidzul Qur’an Al Umm Smart Centre.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia Main Mata dengan Singapura dan Rugikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia Main Mata dengan Singapura dan Rugikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berharap Malaysia dan Singapura menunjukkan kemampuan terbaiknya saat berhadapan pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
Selengkapnya

Viral