GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral, Nenek Jubaedah Minta Tolong kepada Presiden Prabowo Tanahnya di Cicalengka Bandung Dieksekusi Pengadilan

Viral di media sosial seorang nenek yang diketahui merupakan warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sabtu, 8 Maret 2025 - 17:08 WIB
Kolase nenek Jubaedah (80) warga Cicalengka, Kabupaten Bandung minta tolong kepada Prabowo
Sumber :
  • Istimewa

Bandung, tvOnenews.com - Viral di media sosial seorang nenek yang diketahui merupakan warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto agar ada solusi terkait tanah miliknya yang hendak dieksekusi pengadilan. 

Pengadilan Negeri Bale Bandung telah melayangkan surat pemberitahuan eksekusi lahan yang di atasnya telah berdiri puluhan bangunan mulai dari rumah hingga sekolah milik Yayasan Sosial dan Pendidikan Bina Muda. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nenek yang belakangan diketahui bernama Jubaedah (80) itu adalah istri dari Apud Kurdi. Pihak ahli waris Apud Kurdi ini mulai tahun 2009 mendapat gugatan dari pihak ahli waris Ny. Oce bin Mansur. 

Dalam video yang diunggah aku Intagram @ayusningrum, Jumat (7/3/2025) Jubaedah meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Kepada Pak Presiden dan Gubernur tolong saya warga bapak, merasa dizalimi. Suami saya beli dan sekarang Leter C di desa dirobah," kata Nenek Jubaedah di dalam video.  

Setelah selesai Jubaedah bicara, seorang perempuan yang turut terancam dengan eksekusi oleh pengadilan itu turut bicara. 

"Bapak Dedi Mulyadi, Bapak Aing, Gubernurna Pasundan dugi ka iraha Pak, ieu warga Jabar nu tos kieu sepuhna diantep dina kazoliman pengadilan. Buku tanah robah tina aslina. Mugia Bapa tiasa ngabantos abdi sareng masyarakat sanesna tina ngabela ieu sepuh," tuturnya.  

(Bapak Dedi Mulyadi, Bapa Aing, Gubernur Pasundan, sampai kapan Pak, ini warga Jawa Barat yang sudah tua ini dibiarkan di dalam kedzoliman pihak pengadilan. Buku tanah rubah dari yang aslinya. Semoga bapak bisa membantu saya dan masyarakat lainnya dalam membela orang tua ini).

Saat diwawancara media, Ayu Septia Ningrum mengatakan lahan yang diserobot dengan penggunaan kekuatan pengadilan itu berada di Jalan Kapten Sangun, Kampung Simpen, Desa Tenjolaya, Kabupaten Bandung. 

"Keluarga saya juga jadi tergugat sebab punya AJB (akta jual beli tanah) di lahan itu. Ayah saya, Mochammad Ridjekan membelinya dari Pak Apud Kurdi, suami Ibu Jubaedah," katanya, Sabtu (8/3/2025). 

Nyatanya, meski punya AJB, surat pemberitahuan eksekusi dari PN Bale Bandung tertanggal 5 Maret 2025 yang menyatakan bahwa ada ekseskusi tanggal 8 April 2025 sampai juga kepadanya. Artinya, Ayu dan keluarganya harus meninggalkan tanah dan rumahnya. 

Bukan saja Ayu dan keluarga, Nenek Jubaedah serta keluarga, sebagai pemegang AJB lainnya, juga Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bina Muda harus mengosongkan tanah dan bangunan yang saat ini didiami. 

"Kami minta tolong kepada Pak Gubernur dan pemerintahan untuk membantu kami. Kami di sini membeli, sekarang harus meninggalkan tempat ini," katanya.  

Ayu berkisah bahwa kasus gugatan ini berlarut-larut. Pihaknya menduga kasus ini diawali dengan buku tanah yang diduga dimanipulasi di tingkat desa. 

"Saya sempat datang rapat sama penjual tanah (ahli waris Apud Kurdi), memang Leter C itu ada yang mengubah sejak dulu, mengapa demikian hal itu terjadi?" kata Ayu. 

Menurutnya, dugaan manipulasi itu terjadi ketika ada pemekaran Desa Tenjolaya menjadi Desa Tenjolaya dan Desa Panenjoan. Dugaan ini dibuktikan dengan perubahan data Leter C sebelum dimekarkan, dengan setelah dimekarkan.

Dalam data sebelum pemekaran, tanah pada persil 112 c, yang dimiliki Ny. Oce bin Mansur adalah 130 desiare (1300 meter persegi). Namun, setelah pemekaran, datanya berubah menjadi lebih luas. Yaitu menjadi 920 desiare (9200 meter persegi).

"Kami sebagai pemilik AJB tidak ada yang mau diusir. Dan kami juga heran, AJB itu diketahui oleh camat, tapi dibatalkan oleh Pengadilan," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gugatan lahan ini telah terjadi sejak tahun 2009. Sempat ditolak pada 2010, gugatan itu kemudian berlanjut dalam proses hukum sampai tahun 2023.

Ayu mengatakan, sempat ada eksekusi tahun 2022 namun batal karena ditolak beramai-ramai oleh warga. Hingga ada lagi rencana eksekusi tahun 2025.(muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan sebanyak 1.919 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan ini.
133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

Pemerintah siapkan 133 titik rukyatul hilal di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 H melalui observasi ilmiah dan sidang isbat nasional.
Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Dapat gelar sebagai MVP di pertandingan Liga Thailand, kiper Ratchaburi FC Kampol Pathomakkakul mendadak singgung Persib Bandung jelang leg kedua ACL Elite Two.
Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Kisah perempuan Malaysia hidup susah selama nyaris dua dekade, tepatnya 18 tahun, usai menikah dengan pria warga Indonesia (WNI) di Lombok menjadi viral.
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal tes pramusim MotoGP 2026, di mana pekan ini akan menjadi percobaan terakhir Marc Marquez dan kawan-kawan sebelum tampil di seri pembuka kelas premier.
Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT