News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perubahan Iklim: Memitigasi Banjir dan Longsor Danau Toba

Dalam beberapa dekade terakhir, bencana banjir dan longsor semakin sering terjadi di Kawasan Danau Toba.
Selasa, 25 Maret 2025 - 10:31 WIB
Bukit Simarpalakka di Danau Toba Silahisabungan Dairi
Sumber :
  • Tim TvOne/ Martin

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam beberapa dekade terakhir, bencana banjir dan longsor semakin sering terjadi di Kawasan Danau Toba.

Penelitian yang dilakukan oleh Irawadi et al. (2023) yang dipublikasikan pada jurnal Scientific Reports Nature menunjukkan selama 40 tahun terakhir tren suhu dan curah hujan di kawasan Danau Toba meningkat secara signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren suhu di kawasan itu meningkat sebesar 0,006 °C per tahun, sejalan dengan rata-rata kenaikan suhu global, sementara tren curah hujan meningkat sebesar 0,71 mm per tahun. 

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perubahan iklim memberikan pengaruh yang signifikan di Kawasan Danau Toba.

Perubahan pola curah hujan di seluruh Kawasan Danau Toba yang cenderung meningkat di masa depan, akan berdampak pada berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan lingkungan hidup. 

Mengingat kondisi geografis Kawasan Danau Toba yang dikelilingi pergunungan dan perbukitan karena terletak di kawasan pegunungan Bukit Barisan, maka peningkatan curah hujan ini dapat memperburuk risiko bencana banjir dan longsor.

Kejadian bencana longsor dan banjir baru-baru ini di Kawasan Danau Toba, seperti yang terjadi di Desa Simangulappe, Bakkara (1 Desember 2023) dan di Kota Parapat (16 Maret 2025), semakin memperkuat temuan dari penelitian Irawadi et al. (2023).

Hal ini juga didukung data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara periode 2018 hingga 2023, dimana tren kejadian bencana banjir dan longsor di Kawasan Danau Toba juga meningkat tajam.

Peningkatan frekuensi bencana banjir dan longsor ini menjadi masalah yang sangat serius, karena tidak hanya merusak infrastruktur dan mengganggu kegiatan sosial-ekonomi masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa, seperti yang telah terjadi di Desa Simangulappe pada tahun 2023.

Perubahan iklim menjadi isu yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian serius di Kawasan Danau Toba, karena dapat merusak ekosistem wilayah tersebut jika tidak dilakukan upaya pencegahan.

Sebagai contoh, dalam beberapa waktu terakhir ini, permukaan air Danau Toba terus mengalami peningkatan, baik berdasarkan pengamatan langsung di lapangan maupun pemantauan satelit.

Salah satu faktor penyebab kenaikan tinggi muka air Danau Toba adalah peningkatan curah hujan akibat dampak perubahan iklim. 

Dampak negatif dari kenaikan muka air itu, antara lain adalah kerusakan infrastruktur di sekitar pinggiran danau.

Fasilitas wisata yang sebelumnya telah dibangun untuk mendukung sektor pariwisata telah terendam air, sehingga mengalami kerusakan dan mengurangi keindahan, yang pada akhirnya dapat menurunkan jumlah kunjungan wisatawan.

Kegiatan ekonomi para petani sawah dan peternak ikan yang berhubungan langsung dengan pinggir danau juga mengalami masalah akibat naiknya muka danau lebih dari 1,5 m.

Tren peningkatan suhu di Kawasan Danau Toba juga berpotensi memperburuk kondisi sektor pertanian karena peningkatan suhu dapat mengubah pola tanam. 

Jika petani tidak memperoleh informasi yang lengkap dan akurat terkait waktu mulai tanam, potensi gagal panen pun mengancam.

Karena sebagian besar penduduk yang tinggal di Kawasan Danau Toba adalah petani tradisional yang sangat bergantung pada hasil pertanian, maka kerentanan petani terhadap kegagalan panen akan semakin tinggi akibat kondisi cuaca dan iklim yang semakin tidak menentu.

Ekosistem di Kawasan Danau Toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di dunia itu penting untuk dijaga kelestariannya mengingat peran penting danau tersebut untuk mendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

Kawasan Danau Toba telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) oleh Pemerintah Indonesia, dengan harapan bisa meningkatkan daya tarik serta pengembangan sektor pariwisata.

Pada tahun 2020, Kawasan Danau Toba juga resmi diakui sebagai Unesco Global Geopark (UGG). Ditetapkannya Kawasan Danau Toba menjadi DSP akan meningkatkan kegiatan pembangunan sarana dan parasarana. 

Pembangunan hotel-hotel semakin meningkat, demikian juga pembangunan dan pengembangan kasawan dan spot wisata untuk menarik para pengunjung, seperti pembangunan kawasan wisata di Sibea-bea Samosir.

Kegiatan pembangunan ini harus diawasi secara ketat dengan menjalankan analisis dampak lingkungan yang juga mempertimbangkan dampak perubahan iklim.

Status Kawasan Danau Toba sebgai DSP dan UGG perlu dipertahankan dengan melaksanakan berbagai program kegiatan yang sejalan dengan tujuan penetapan kawasan itu sebagai DSP dan UGG.

Salah satu hal penting adalah pelestarian ekosistem Kawasan Danau Toba secara berkelanjutan.

Bayangkan jika intensitas bencana banjir dan longsor terus meningkat, maka tidak menutup kemungkinan status Kawasan Danau Toba yang telah disandang saat ini dapat dicabut, yang tentu saja akan merugikan negara dan khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Saat ini, Kawasan Danau Toba dihadapkan pada ancaman bencana yang serius sebagai salah satu dampak dari perubahan iklim, yakni bencana banjir dan longsor. 

Mengingat peranan strategis kawasan itu, baik secara lokal maupun nasional, maka permasalahan bencana banjir dan longsor ini tidak boleh dianggap sepele.

Pelestarian ekosistem Kawasan Danau Toba harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat (individu, kelompok sosial, pengusaha, dan pemerintah). 

Seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kesadaran bersama tentang arti dan pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem di kawasan Danau Toba.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya mitigasi dan adaptasi bencana longsor dan banjir. 

Pertama, menjaga keseimbangan tutupan vegetasi hutan dan lahan terbuka di seluruh Kawasan Danau Toba, sesuai dengan kondisi geografis dan lingkungannya di wilayah pergunungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua, melakukan kajian ulang terhadap rencana tata ruang jika belum mempertimbangkan dampak perubahan iklim yang signifikan di kawasan itu. Ketiga, yang terpenting adalah melakukan pengawasan yang ketat terhadap segala aktivitas individu, pengusaha, dan pemerintah yang dapat berdampak negatif terhadap keberlanjutan ekosistem di Kawasan Danau Toba.

Dengan demikian, keunikan, keindahan, dan kelestarian Kawasan Danau Toba tetap terjaga, sehingga status sebagai DSP dan UGG tetap bisa dipertahankan.(ant/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

12 Ramalan Shio Besok, 4 April 2026: Naga Dapat Keberuntungan, Anjing Jangan Baperan

12 Ramalan Shio Besok, 4 April 2026: Naga Dapat Keberuntungan, Anjing Jangan Baperan

Simak ramalan shio besok, 4 April 2026, mulai dari karier, keuangan, hingga asmara untuk Tikus hingga Babi. Cari tahu apakah hari kamu penuh keberuntungan?
Banjir Rendam Rel di Grobogan, Perjalanan 8 Kereta Api Jalur Utara Terganggu dan Berlaku Sistem Satu Jalur

Banjir Rendam Rel di Grobogan, Perjalanan 8 Kereta Api Jalur Utara Terganggu dan Berlaku Sistem Satu Jalur

Banjir di Grobogan rendam rel KA jalur Utara, 8 perjalanan terganggu dan harus bergantian melintas sejak dini hari.
John Herdman Tuai Pujian Lagi, Kini Turuti Ajakan Foto Bocah Penggemar Timnas Indonesia Meski Lagi Berolahraga

John Herdman Tuai Pujian Lagi, Kini Turuti Ajakan Foto Bocah Penggemar Timnas Indonesia Meski Lagi Berolahraga

Aksi ramah John Herdman kembali mendapat pujian dari suporter Timnas Indonesia. Kali ini dia turuti ajakan foto seorang bocah meski tengah berolahraga lari.
Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam khawatir hadapi “grup neraka” di Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Timnas Indonesia yang dinilai makin kuat.
Info BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini 3 April 2026

Info BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini 3 April 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Jumat (3/4). 
Aprilia Dominasi Tiga Seri Awal MotoGP 2026, Massimo Rivola Ceritakan Momen Jatuh Bangun Timnya di Tes Pramusim

Aprilia Dominasi Tiga Seri Awal MotoGP 2026, Massimo Rivola Ceritakan Momen Jatuh Bangun Timnya di Tes Pramusim

Massimo Rivola sebut timnya berjuang keras hingga harus kejar-kejaran waktu untuk menemukan set up yang tepat di tes pramusim MotoGP 2026.

Trending

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Bagi para pencinta sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, pemain yang akrab disapa Bochi ini sudah menjadi legenda sejak lama.
Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam khawatir hadapi “grup neraka” di Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Timnas Indonesia yang dinilai makin kuat.
Terungkap, Alasan Terbesar Dedi Mulyadi Gencar Sidak Sekolah di Jawa Barat Sampai Marah-Marah

Terungkap, Alasan Terbesar Dedi Mulyadi Gencar Sidak Sekolah di Jawa Barat Sampai Marah-Marah

Terungkap alasan Dedi Mulyadi gencar sidak sekolah di Jawa Barat. Soroti fasilitas, kebersihan, hingga pendidikan demi masa depan generasi bangsa yang baik.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Selengkapnya

Viral