GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Info Mudik Lebaran 2025: Simak 11 Rekomendasi IDAI untuk Kesehatan Anak Selama Perjalanan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan sejumlah rekomendasi agar diperhatikan warga yang hendak melakukan perjalanan mudik lebaran 2025.
Rabu, 26 Maret 2025 - 12:05 WIB
Ilustrasi - Pemudik di sebuah stasiun kereta api.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvonenews.com - Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada musim arus mudik Lebaran 2025 mencapai 146,48 juta jiwa atau setara 52 persen dari total penduduk Indonesia.

Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan sejumlah rekomendasi agar diperhatikan warga yang hendak melakukan perjalanan mudik lebaran 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari keterangan tertulis IDAI di Jakarta, Rabu (26/3/2025), perkumpulan dokter anak ini memberikan sejumlah rekomendasi yang patut diperhatikan pemudik selama mudik lebaran 2025.

Berikut adalah rekomendasi mudik dari IDAI: 

1. Periksa Kesehatan Anak dan lengkapi vaksinasi.

Pastikan anak dalam kondisi sehat sebelum berangkat. Jika anak memiliki riwayat penyakit tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum perjalanan terutama jika anak memiliki isu kesehatan khusus dan bawa obat-obatan yang diperlukan.

Pastikan juga anak telah mendapatkan vaksinasi yang diperlukan sesuai usianya. Jangan tunda untuk konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejala tanda penyakit yang muncul pada anak seperti tampak lemas, rewel berlebihan, tidak nafsu makan, atau sulit tidur. 

2. Pastikan Anak Cukup Istirahat Sebelum Perjalanan dan saat di tempat tujuan.

Anak-anak membutuhkan tidur yang cukup untuk menjaga sistem kekebalan tubuh mereka. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews, kurang tidur dapat menurunkan fungsi imun dan meningkatkan risiko infeksi. Tidur yang cukup membantu tubuh memproduksi sitokin, protein yang melawan infeksi dan peradangan.

Oleh karena itu, pastikan anak tidur cukup minimal 8-10 jam sebelum perjalanan mudik, serta saat tiba di tempat tujuan. Hindari juga aktivitas berlebihan di hari pertama karena tubuh anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru (cuaca, suhu, udara, jam tidur) setelah perjalanan panjang.

3. Bawa Makanan Sehat dan Cukupi Asupan Cairan.

Hindari jajanan yang tidak sehat dan juga makanan cepat saji selama perjalanan. Bawa kudapan sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, roti gandum, serta protein hewani seperti telur,ayam, ikan, dan daging yang dapat menstabilkan kadar gula darah, memperbaiki jaringan tubuh dan memperkuat sistem imun, serta memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga anak tidak mudah lapar selama perjalanan.

4. Hindari memberikan camilan manis atau minuman bergula pada anak selama perjalanan.

Makanan dan minuman tinggi gula dan karbohidrat cepat serap justru menurunkan imunitas dan memicu gangguan perilaku. Studi menunjukkan bahwa konsumsi gula tinggi dapat menurunkan fungsi sel imun (neutrofil) hingga 40 persen dalam beberapa jam setelah konsumsi.

Selain itu, perjalanan mudik juga rawan dehirasi yang dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan konsentrasi, terutama pada anak-anak. Dehidrasi pada anak dapat terjadi lebih cepat daripada orang dewasa karena rasio luas permukaan tubuh terhadap volume cairan yang lebih tinggi. Pastikan anak minum air putih secara teratur untuk menghindari dehidrasi. 

5. Gunakan Masker saat berada di keramaian dan Jaga Kebersihan Tangan.

Ajarkan anak untuk menggunakan masker di tempat ramai dan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara teratur, terutama sebelum makan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan masker dan mencuci tangan dapat mengurangi risiko penularan penyakit infeksi seperti flu dan COVID-19. Selain itu, penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet  menunjukkan bahwa masker efektif mengurangi penyebaran virus.

6. Hindari Paparan Asap Rokok dan Polusi.

Jika bepergian dengan kendaraan pribadi, pastikan tidak merokok di dalam mobil. Jika menggunakan transportasi umum, pilih area yang bebas asap rokok. Gunakan masker pada anak apabila bepergian menggunakan sepeda motor supaya anak tidak menghirup banyak polusi dan asap kendaraan.

Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan pada anak, seperti bronkitis dan pneumonia. Polusi udara dan asap kendaraan juga dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru dan sistem kekebalan tubuh.

7. Siapkan Obat-obatan Dasar dan Vitamin.

Bawa obat-obatan dasar seperti parasetamol, obat anti-mabuk, dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Vitamin C diketahui dapat meningkatkan fungsi imun dan mengurangi durasi gejala pilek. Sementara itu, parasetamol efektif untuk mengatasi demam ringan yang mungkin terjadi selama perjalanan.

8. Jaga Kebersihan Lingkungan Sekitar Anak.

Bersihkan area duduk anak, terutama jika menggunakan transportasi umum. Bawa tisu basah antiseptik untuk membersihkan permukaan yang sering disentuh. Menurut Journal of Environmental Health, membersihkan permukaan yang sering disentuh dapat mengurangi risiko penularan penyakit. Hal ini penting karena virus dan bakteri dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam.

9. Ajak Anak Bergerak Secara Teratur.

Jika perjalanan panjang dan menggunakan kendaraan pribadi, berhentilah setiap 2-3 jam untuk mengajak anak berjalan-jalan atau melakukan peregangan. Aktivitas fisik ringan dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko pembekuan darah, terutama pada perjalanan panjang. Selain itu, bergerak juga membantu mengurangi kelelahan dan stres pada anak.

10. Hindari Stres dan Ciptakan Suasana Menyenangkan.

Buat perjalanan menyenangkan dengan membawa mainan atau buku favorit anak. Hindari memarahi anak selama perjalanan karena stres dapat menurunkan imunitas. Menciptakan suasana yang nyaman dan bahagia dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik anak. Perjalanan panjang dapat menyebabkan kelelahan pada anak, yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.

11. Persiapkan situasi darurat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pastikan membawa dokumen seperti kartu identitas anak, tiket, dan surat izin jika hanya satu orang tua yang menemani. Simpan juga nomor-nomor darurat seperti dokter, rumah sakit terdekat, dan kontak keluarga yang bisa dihubungi. Serta, pastikan anak dan keluarga memiliki asuransi kesehatan yang mencakup perjalanan mudik.

(ito)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Al Mustofa, Salah Satu Masjid Tertua di Kota Bogor: Dibangun Tahun 1728, Ada Al Quran yang Ditulis Tangan

Al Mustofa, Salah Satu Masjid Tertua di Kota Bogor: Dibangun Tahun 1728, Ada Al Quran yang Ditulis Tangan

Masjid Al-Mustofa yang berada di Jalan Ceremai Ujung, Bantarjati Kaum, Bantarjati, merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Bogor.
Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas di Rejang Lebong Bengkulu Mencapai Rp 1 Miliar

Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas di Rejang Lebong Bengkulu Mencapai Rp 1 Miliar

Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPTD PPD) Provinsi Bengkulu di Kantor Samsat Kabupaten Rejang Lebong mencatat nilai tunggakan pajak
Lolos Syarat FIFA, 4 Striker Eropa Siap Dinaturalisasi Timnas Indonesia di Era John Herdman

Lolos Syarat FIFA, 4 Striker Eropa Siap Dinaturalisasi Timnas Indonesia di Era John Herdman

Timnas Indonesia berpotensi mendapat suntikan amunisi di lini depan setelah sejumlah striker berdarah Indonesia yang bermain di Eropa tampil impresif musim ini.
‎Striker Asing PSM Makassar Bicara Soal Liga Bergulir di Bulan Ramadan, Ungkap Tantangan Bermain Sambil Berpuasa

‎Striker Asing PSM Makassar Bicara Soal Liga Bergulir di Bulan Ramadan, Ungkap Tantangan Bermain Sambil Berpuasa

Sheriddin Boboev mencetak gol perdana bersama PSM Makassar saat Ramadan. Striker Tajikistan itu mengaku terbantu pengalaman puasa di Malaysia dan optimistis segera tampil lebih tajam.
Berita Foto: Harga Daging Sapi Stabil di H+2 Ramadan, Pedagang Tidak Berani Menaikkan Harga

Berita Foto: Harga Daging Sapi Stabil di H+2 Ramadan, Pedagang Tidak Berani Menaikkan Harga

Harga daging sapi di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, terpantau belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Hasil Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram Sesi Sore: Tiga Pembalap Ducati Terdepan, Duo Marquez Amankan Urutan Satu-Dua

Hasil Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram Sesi Sore: Tiga Pembalap Ducati Terdepan, Duo Marquez Amankan Urutan Satu-Dua

Duo Marquez jadi yang tercepat di sesi sore tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu (21/2/2026).

Trending

Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia disibukkan dengan perburuan talenta melalui jalur naturalisasi. Simak rangkuman tiga berita terpopuler berikut ini.
Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia dibuat takjub dengan penampilan Jay Idzes saat Sassuolo menang 3-0 atas Hellas Verona. Kapten Timnas Indonesia itu tampil nyaris sempurna dan jadi kunci clean sheet Neroverdi.
Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Langkah BEM UGM yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan meminta MBG dihentikan menuai respons keras dari Menteri HAM
Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Blak-blakan 6 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Bintang Grade A Eropa Rela Antre

Blak-blakan 6 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Bintang Grade A Eropa Rela Antre

Kedatangan pelatih anyar Timnas Indonesia langsung memunculkan babak baru soal proyek naturalisasi. Berikut enam pemain yang nyatakan ingin bela skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT