News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Balas Pengakuan Eks Pemain Sirkus yang Diduga Disiksa, Komisaris TSI: Seharusnya Bersyukur Dibesarkan dari Bayi

Mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor memberikan pengakuan mengejutkan tentang hal yang mereka alami.
Jumat, 18 April 2025 - 07:28 WIB
Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor memberikan pengakuan mengejutkan tentang hal yang mereka alami.

Dugaan kekerasan pun terucap dari mulut mantan pemain sirkus tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak berselang lama dari pernyataan tersebut, Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw pun akhirnya angkat bicara.

Ia mengatajan bahwa eks pemaim sirkus itu menuntut ganti rugi hingga Rp 3,5 miliar. 

Dalam pernyataannya, Tony mengungkapkan bahwa sebagian dari mereka adalah anak-anak panti asuhan yang diasuh sejak bayi.

Mereka mulai dilatih untuk bermain sirkus saat memasuki usia 6-7 tahun.

Kasus ini, menurut Tony bermula dari rekomendasu Komnas HAM untuk membentuk tim yang bertugas mencari asal-usul orangtua eks pemain sirkus yang melapor.

"Waktu dicari orangtua mereka saya gak ikut, yang ikut itu Pak Hamdan Zoelva dengan Pak Poltak Hutajulu, dengan staf dari Komnas HAM yang dulu," ungkap Tony, kepada wartawan pada Kamis (17/4/2025).

"Pak Hamdan ini yang mengingatkan saya, 'Itu kan dulu kita yang cari di Kalijodo'. Memang disitu kan ada penampungan anak-anak, saya gak enak ngomongnya. Istilahnya anak-anak yang orangtuanya tidak diketahui. Nah, saat itu kan anak-anak itu diselamatkan ke panti-panti," sambungnya.

Tony mengatakan seharusnya mereka bersyukur karena telah diurus dari bayi hingga dilatih menjadi pemain sirkus.

"Waktu dibikin rekomendasi itu saya ketemu Pak Baharuddin Lopa. Kemudian timnya mencari asal usul anak-anak itu. Setelah itu anak-anak itu dinasihati oleh Pak Baharudin Lopa menyatakan, 'eh kamu orang harus sadar, jangan terpengaruh dengan omongan pihak ketiga'," lanjut Tony.

"Seharusnya kamu orang bersyukur ada yang membesarkan dari bayi, ada yang mengasuh sampai kamu 5-6 tahun, terus ikut latihan sirkus itu sudah luar biasa. Kamu juga disekolahin meskipun gurunya di sirkus," tegasnya.

Ia juga mengaku beberapa kali menerima somasi dari mantan pemain sirkus OCI.

"Kalau gak salah uang ganti rugi Rp 3,5 M gitu ya," sebut Tony.

"Oktober apa Januari. Saya tahunya dua kali lah. Itu yang buat somasi itu kan jelas pengacara, pertama Rp 1,5 M, somasi dia, kedua pengacaranya lain tuh Rp 3,5 M," jelas Tony.

Pengakuan Eks Pemain Sirkus

Salah satu korban, Vivi membeberkan bagaimana dirinya disiksa oleh bos TSI dari kecil.

Selama bekerja disana, Vivi mengaku sering disiksa dan diperlakukan tak manusiawi.

Bahkan ia sempat memilih kabur saat malam hari. Vivi mengaku kabur pukul satu tengah malam menyusuri hutan.

“Saya kabur karena sering disiksa. Disuruh latihan, dipukulin. Saat orang-orang tidur, saya tetap disuruh latihan. Akhirnya jam 1 malam saya nekat kabur sendirian dari rumah Pak Frans,” kata Vivi dalam keterangannya di kanal YouTube Forum Keadilan TV.

Saat tiba di sebuah perkampungan, Vivi menhaku bertemu dengan seseorang yang ia kenal. Oramg tersebut merupakan salah satu pekerja di restoran Taman Safari.

Saat itu Vivi tinggal di rumah orang tersebut selama tiga hari. Ia kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah itu.

Namun belum semoat ia pergi, Vivi mengaku sudah dihadang oleh petugas keamanan Taman Safari untuk dibawa pulang kembali ke rumah Taman Safari.

“Begitu tiga hari saya mau keluar. Pas di depan rumahnya ternyata ada sekuriti Taman Safari. Saya diajak balik tapi saya menolak. Dia jamin saya tidak dipukuli lagi. Yaudah saya ikut. Mau nggak mau saya pulang, saya juga bingung mau lari ke mana lagi,” jelas Vivi.

Tak sesuai janji, sesampainya di Taman Safari Vivi kembali mendapatkan kekerasan.

“Dibawa kembali di pos sekuriti. Terus gak lama saya dijemput sama pak Frans dan saya dibawa pulang. Di jalan saya langsung dipukul. Saya udah gemeteran."

“Sampai rumah saya diseret dari mobil ke dalam kantor. Gak lama dia ambil alat setrum, terus badan saya disetrum sampai ke alat vagina saya. ‘Lu kabur ya, b**ngsk!’. Pokoknya ngomong kasar,” jelas Vivi.

“Saya minta ampun, pokoknya nggak boleh bersuara. Kalau bersuara malah ditambahin lagi siksaannya. Terus saya diseret, rambut saya dijambak, disuruh diam, tak boleh ada suara. Saat itu saya sudah lemas, menggigil,” sambungnya.

Bareskrim Aka Tangai Segera

Bareskrim Polri akan membahas kasus dugaan eksploitasi anggota sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari Indonesia dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Hal itu diungkap langsung oleh Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

“KemenPPPA masih menindaklanjuti permasalahan tersebut dan pekan depan Direktorat PPA-PPO diundang kembali untuk pembahasan dengan instansi terkait dan pihak-pihak yang berkepentingan,” katanya. 

Sejauh ini, belum ada laporan polisi terkait dugaan eksploitasi sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) di Taman Safari Indonesia.

“Sampai dengan saat ini, dari para pihak pemain sirkus belum membuat laporan terkait dengan hal tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri HAM Mugiyanto menerima audiensi dari sejumlah mantan pekerja Oriental Circus Indonesia di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (15/4).

Pada kesempatan itu, dia mendengarkan aduan terkait dengan dugaan pelanggaran HAM yang mereka alami.

"Kami dengarkan dari mereka, ada kemungkinan banyak sekali tindak pidana yang terjadi di sana," ujarnya.

Meskipun dugaan kekerasan yang mengarah pada pelanggaran HAM itu terjadi pada masa lampau, menurut dia, bukan berarti tindak pidana yang dilakukan tidak bisa diusut.

"Apalagi, kita sudah punya KUHP sejak Indonesia merdeka," katanya.

Ia lantas berkata, "Karena itu ranah di luar kami, di luar Kementerian HAM, jadi kami persilakan kalau memang mau ditempuh jalur hukum, ya, silakan jika korban mau menempuh jalur itu."

Sementara itu, Taman Safari Indonesia Group sebelumnya melalui keterangan resmi pada tanggal 27 Maret 2025 menyatakan selalu berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan hukum, serta etika bisnis yang bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Taman Safari Indonesia Group menyebut tidak memiliki keterkaitan, hubungan bisnis, maupun keterlibatan hukum dengan mantan pemain sirkus yang disebutkan dalam video viral di media sosial yang menyangkut dugaan perlakuan kekerasan.

"Kami memahami bahwa dalam video tersebut terdapat penyebutan nama-nama individu. Namun, kami menilai bahwa permasalahan tersebut bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Taman Safari Indonesia Group secara kelembagaan," demikian pernyataan pihak Taman Safari.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Zinedine Zidane Full Senyum, Bawa Prancis Raih Dua Kemenangan Beruntun Tanpa Kebobolan

Zinedine Zidane Full Senyum, Bawa Prancis Raih Dua Kemenangan Beruntun Tanpa Kebobolan

Zinedine Zidane mengawali kiprahnya sebagai pelatih Timnas Prancis dengan hasil impresif. Les Bleus sukses meraih dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan pun.
Permintaan John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia dan Jalani Laga Penentuan Kontra Bangladesh: Penuhi GBK Lagi

Permintaan John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia dan Jalani Laga Penentuan Kontra Bangladesh: Penuhi GBK Lagi

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta dukungan penuh suporter kembali hadir ketika skuad Garuda menghadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.
Kebiasaan Baik Ko Hee-jin pernah Diungkap Megawati Hangestri Selama Gabung di Red Sparks

Kebiasaan Baik Ko Hee-jin pernah Diungkap Megawati Hangestri Selama Gabung di Red Sparks

Mengingat kembali sosok pelatih Ko Hee-jin yang dekat dengan Megawati Hangestri dan pemain lainnya. Ada satu kebiasaan baik yang melekat selama Megatron bermain
Justin Gaethje Akhirnya Jawab Tuduhan Curang Ilia Topuria, Beri Respons Menohok

Justin Gaethje Akhirnya Jawab Tuduhan Curang Ilia Topuria, Beri Respons Menohok

Justin Gaethje akhirnya angkat bicara soal tuduhan curang yang dilontarkan Ilia Topuria setelah duel UFC Freedom 250. Sang juara kelas ringan UFC menilai klaim.
UNPAM Kampus Kota Serang Tekankan Strategi, Empati, dan Profesionalisme Mahasiswa

UNPAM Kampus Kota Serang Tekankan Strategi, Empati, dan Profesionalisme Mahasiswa

Alfatha Abda, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa

Trending

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengeluhkan keputusan untuk pertandingan melawan Singapura. Mereka berada dalam posisi diunggulkan ketimbang Timnas Indonesia dalam perebutan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral