News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Geram Lihat ASN Medan Tipu Warga Ratusan Juta untuk Jadi Honorer, Rico Waas: Bakal Dipecat!

Wali Kota Medan, Rico Waas geram saat melihat kasus penggelapan dan penipuan jadi honorer yang diduga dilakukan ASN Bagian Umum Sekretaris Daerah Pemko Medan,
Sabtu, 26 April 2025 - 06:45 WIB
Geram Lihat ASN Medan Tipu Warga Ratusan Juta untuk Jadi Honorer, Rico Waas: Bakal Dipecat!
Sumber :
  • istimewa

Medan, tvOnenews.com - Wali Kota Medan, Rico Waas geram saat melihat kasus penggelapan dan penipuan jadi pegawai honorer yang diduga dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian Umum Sekretaris Daerah Pemko Medan, Endang Agus Susanto. 

Rico pun langsung menginstruksikan inspektorat memeriksa ASN yang sudah mencoreng insitusi Pemko Medan. Hal itu dikatakan Wali Kota Medan, Rico Waas saat dihubungi tvOnenews.com, melalui gawai, pada Jumat (25/04/2025) malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentunya sungguh kami prihatin dan kecewa dengan apa yang dipemberitaan kemarin. Apabila kita melihat ada oknum, di mana kami sudah perintahkan inspektorat untuk memeriksa yang bersangkutan hingga duduk perkaranya dapat kita lihat dengan jelas," kata Rico Waas dengan tegas.

Orang nomor satu di Kota Medan ini juga tidak menampik akan memecat dan mendorong permasalahan ini ke ranah hukum bila ASN tersebut terbukti bersalah, Meski begitu ia pun masih menunggu proses pemeriksaan.

tvonenews

"Kami akan dorong ke ranah hukum kalau terbukti bersalah. Ya, pemecatan harus, cuma harus melalui tahapan-tahapan prosesnya. Harus kita sanksi berat," tegasnya.

Atas kejadian ini, Rico Waas mengingatkan kepada seluruh ASN di Pemko Medan untuk tidak melakukan praktik pungutan liar dalam bentuk apapun.

"Jangan mencoba bermain-main dalam permasalan pungli seperti ini. Karena emang sudah jelas hukumannya pasti sanksi yang terberat," imbaunya.

Sebelumnya,  Sebuah video yang memperlihatkan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Medan di datangi beberapa warga di salah satu warung makan di Kota Medan, Kamis (24/04/2025).

Dalam narasi video tersebut dijelaskan, bahwa ASN Pemko Medan itu bernama Endang Agus Susanto yang bekerja di Bagian Umum Sekretaris Daerah Pemko Medan, diduga melakukan penipuan dengan menjanjikan kelulusan menjadi PNS dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan meminta uang puluhan juta rupiah.

"Diduga dari oknum pemko dari Biro Umum," ucap suara di video sambil merekam ke arah ASN Pemko Medan tersebut.

Lanjutnya, Pria yang merekam video itu menanyakan kerugian yang dialami salah satu pria yang jadi korban penipuan.

"Abang korban juga? Iya. Berapa juta bang? Kalau saya sedikit, berapa dikitnya? 15 juta. Ngasihnya ke siapa? Bapak itu. Ini buktinya," pada percakapan kedua pria divideo itu sembari menunjukkan beberapa kwitansi bermaterai.

Pria yang merekam itu juga mempertanyakan berapa jumlah korban dan bagaimana modus pelaku mengiming imingi para korban.

"Inilah bang, ada beberapa orang. Modusnya masuk honorer katanya ada kedekatan." Tahun semalam bulan 11 tahun 2024, warga Setia Budi," sebutnya.

Tak hanya itu, pria yang merekam itu juga mempertanyakan berapa jumlah korban dan bagaimana modus pelaku mengiming imingi para korban.

"Inilah bang, ada beberapa orang. Modusnya masuk honorer katanya ada kedekatan." Tahun semalam bulan 11 tahun 2024, warga Setia Budi." terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Oknum Pemko diduga ya, karena pada ngadu ni semua. Modusnya masuk honorer para korban diminta   30 juta, 25 juta karena merasa punya kedekatan di dalam," lanjut suara divideo tersebut saat dilihat tvonenews.com, Jumat (25/04/2025).

Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan pihak tvOnenews.com masih mencoba mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada diduga oknum ASN yang dituding sebagai penipuan ratusan juta untuk jadi honorer di Pemko Medan. (ayr/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

Pelarian Taufik Hidayat alias TH (30), tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, YTR (29), akhirnya resmi berakhir. Tim Res-
Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia setelah berhasil meraih kemenangan berharga di laga terakhir fase grup AVC Men's Cup 2026.
USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

Terbaru, USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil, Zico, memberikan peringatan kepada negaranya jelang hadapi Jepang di 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru telah berkembang.
Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor dari negara mana pun yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

pemerintah harus memastikan semua investasi pada Patriot Bond tetap tunduk pada prinsip Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD).

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Selengkapnya

Viral