News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ramai Dibahas soal Pendidikan Anak di Barak Militer, Psikolog UGM Beberkan Dampaknya

Belakangan ini ramai dibahas soal Pendidikan anak di Barak Meliter. Bahkan, hal itu menuai komentar dari Dosen Psikolog UGM, Novi Poespita Candra.
Rabu, 7 Mei 2025 - 02:30 WIB
Ramai Dibahas soal Pendidikan Anak di Barak Militer, Psikolog UGM Beberkan Dampaknya
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini ramai dibahas soal Pendidikan anak di Barak Meliter. Bahkan, hal itu menuai komentar dari Dosen Psikolog UGM, Novi Poespita Candra.

Dia menjelaskan, pengiriman anak-anak remaja bermasalah ke barak militer dapat menimbulkan dampak negatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut sebuah penelitian yang menyatakan bahwa program militer bagi anak-anak bermasalah dapat menyebabkan trauma karena culture shock atau gegar budaya.

Kedisiplinan yang ditanamkan dalam pendidikan di barak militer juga dikhawatirkan tidak akan bertahan saat anak-anak yang dididik itu kembali di kehidupan nyata.

Hal ini karena pendekatan militer menggunakan pendekatan behavioristik yaitu reward (pemberian hadiah) dan punishment (pemberian hukuman).

"Maka perilakunya tergantung pada otoritas. Jika otoritasnya tidak ada, maka perilakunya akan hilang. Padahal dalam pendekatan humanistik, kedisiplinan, tanggung jawab harusnya dibangun dengan kesadaran diri. Kesadaran diri itu dibentuk dengan refleksi dan dialog," ujarnya kepada NU Online, pada Sabtu (3/5/2025).

Menurut Novi, pendekatan militer bukan satu-satunya cara untuk menangani anak-anak remaja bermasalah. Ia menegaskan bahwa mendidik anak-anak remaja ke barak militer bukan cara tepat untuk menyelesaikan akar masalahnya.

Novi beranggapan bahwa pendekatan militer yang lebih cenderung bersifat behavioristik atau instruktif hanya mampu mengelola symptom atau gejala. Untuk menyelesaikan akar permasalahan dan membenahi perilaku hingga terbangun belief system atau sistem kepercayaan, pendidikan remaja juga harus dilengkapi dialog dan kegiatan-kegiatan sosial agar tumbuh empati.

"Sekolah dan rumah saat ini meskipun tempatnya anak anak-anak sipil, tapi sayangnya pendidikan kita sebenarnya juga menggunakan pendekatan behavioristik, didominasi bahasa instruksi dan minim dialog yang menjadi pendekatan humanistik," paparnya.

Hal ini menyebabkan problem-problem yang dimiliki remaja tidak diselesaikan dengan dialog dan tidak mendapat kesempatan penyembuhan, sehingga menimbulkan luka sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi sayang lagi-lagi permasalahan mereka diselesaikan dengan cara sederhana: hanya pendekatan behavioristik yaitu militerisme," tuturnya.

Ia menjelaskan, problem yang dialami anak-anak remaja biasanya terkait masalah emosi dan sosial. Menurut teori Daniel Goleman, anak-anak remaja bermasalah itu tidak memiliki kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial atau empati, dan pembuatan keputusan yang bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

Ajang Indonesia Open Aquatic Championship 2026 (IOAC) yang diselenggarakan oleh PB Akuatik Indonesia (PB AI) resmi dimulai pada hari ini, Selasa 3 November.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 mundur 11 bulan. PSSI kini punya waktu untuk mengincar lima pemain keturunan yang berkarier di Eropa demi memperkuat Timnas Indonesia pada 2027.
Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Signature 27 dikabarkan dijual sekitar Rp32 juta di Eropa. Dengan Snapdragon generasi terbaru dan kamera 200MP, apakah Motorola siap kembali bersaing
Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Habib Bahar bin Smith turut menanggapi polemik konten kreator Herri Pras yang belakangan viral diperbincangkan di media sosial. Ingatkan bahaya hina ulama.
Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral