GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PB SEMMI Harap Ada Titik Terang Terkait Penahanan Kadernya Badai NTB

PB SEMMI angkat bicara soal penahanan salah satu kadernya Badai NTB oleh polres Bima kota yang hingga saat ini belum menemukan titik terang.
Kamis, 8 Mei 2025 - 06:15 WIB
Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) angkat bicara mengenai penahanan salah satu kadernya Badai NTB oleh Polres Bima.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) angkat bicara mengenai penahanan salah satu kadernya Badai NTB oleh Polres Bima Kota yang hingga saat ini belum menemukan titik terang padalah kedua belah pihak yang berperkara sudah sepakat damai.

Hal itu di ungkapkan oleh bendahara umum PB SEMMI Achmad Donny dalam keterangannya, Kamis (8/5/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Donny sapaan akbrabnya mengaku bingung dengan polres Bima Kota yang kurang bijak mengambil keputusan dalam perkara ini.

Menurutnya, alasan Kapolres Bima kota tidak cukup kuat untuk melanjutkan penahanan Badai NTB, sebab ketika dilakukan gelar perkara oleh Satreskrim Polres Bima Kota sendiri, kedua belah pihak yang berperkara yaitu Badai NTB dan Rara Marhaen sepakat untuk Damai tanpa paksaan atau tekanan apapun.

Apalagi secara hukum telah memenuhi syarat formil dan materil untuk di lakukannya penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.

"Kami bingung dengan apa yang di lakukan polres bima kota, orang mau damai kok, kenapa masih harus di tahan, kenapa harus menunggu kehadiran orang tua, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang sebenarnya menurut kami hanya akan memperuncing persoalan dan memantik persoalan baru, keputusan polres Bima kota untuk melakukan gelar perkara lanjutan tidak memiliki urgensi yang berarti karena semua unsur untuk perkara tersebut di selesaikan dengan Restorative justice sudah terpenuhi," tegas dia.

PB SEMMI khawatir ada agenda-agenda terselubung dalam penanganan perkara badai NTB ini.

"Jangan sampai kemudian Polres bima kota dapat di intervensi oleh pihak-pihak luar yang memiliki dendam kepada Badai NTB yang di kenal berani mengungkap jaringan Narkoba di wilayah tersebut," tandas Donny

Bahkan, saat ini sudah dilakukan gelar perkara tambahan oleh satreskrim polres Bima Kota dengan dihadiri oleh perwakilan tokoh-tokoh masyarakat masing-masing dari Badai NTB dan Rara Marhaen, yaitu kepala Desa ngali, sekretaris Desa waro dan tokoh lainnya yang menjamin bahwa di kemudian hari tidak akan terjadi lagi perseteruan antara kedua aktivis ini.

Bahkan Rara Marhaen sendiri telah memberikan pengakuan bahwa malasah tersebut mau ia selesaikan secara kekeluargaan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

"Kami pertanyakan, semua pihak sudah sepakat berdamai, namun pihak Polres Bima Kota yang di wakili langsung oleh Kasat Reskrim tidak bisa mengambil keputusan dengan alasan masih menunggu keputusan akhir dari kapolres, ada apa ini? Jangan sampai kemudian kapolres bima kota ini masuk angin, di susupi kepentingan luar yang punya agenda lain untuk mengkriminalisasi Badai NTB, ini kekhawatiran kami," imbuh dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Donny juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) dalam penyelesaian perkara pidana.

"Jangan sampai kemudian Polres Bima Kota malah mengambil keputusan-keputusan yang keliru dalam penanganan hukum di wilayahnya apalagi terpengaruh dengan intervensi pihak-pihak luar yang memiliki kepentingan terselubung," pungkas Donny.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jawaban Menohok Jokowi Terkait Ajakan Main Film Dayak, Panglima Jilah: Semua Tentang Budaya

Jawaban Menohok Jokowi Terkait Ajakan Main Film Dayak, Panglima Jilah: Semua Tentang Budaya

Mantan Presiden ke-7 RI, Jokowi lontarkan jawaban menohok terkait ajakan main Film Dayak. Sebelumnya, Panglima Jilah diketahui menemui Jokowi di Solo pekan lalu
Luhut Beri Kode Keras Bea Cukai Bisa Tergeser DSI, Semua Pengawasan Ekspor Bakal Berbasis AI

Luhut Beri Kode Keras Bea Cukai Bisa Tergeser DSI, Semua Pengawasan Ekspor Bakal Berbasis AI

Luhut memberi kode keras soal masa depan Bea Cukai usai pembentukan DSI. Sistem ekspor nasional disebut bakal berbasis AI dan digital.
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun Dini, Bintang F1 itu Bicara Jujur soal Masa Depannya

Max Verstappen Isyaratkan Pensiun Dini, Bintang F1 itu Bicara Jujur soal Masa Depannya

Max Verstappen memberi sinyal pensiun dini dari Formula 1. Juara dunia empat kali itu mulai jujur soal masa depannya di Formula 1.
Prabowo Datang Langsung ke Seskoad, 1.095 Perwira TNI-Polri Dapat Pembekalan Khusus dari Presiden

Prabowo Datang Langsung ke Seskoad, 1.095 Perwira TNI-Polri Dapat Pembekalan Khusus dari Presiden

Presiden Prabowo Subianto memberi pembekalan langsung kepada 1.095 perwira siswa TNI-Polri di Seskoad Bandung, Jawa Barat.
PDIP Komentari soal Putusan MK Terkait Parpol Gugur Bila Tak Penuhi 30 Persen Caleg Perempuan

PDIP Komentari soal Putusan MK Terkait Parpol Gugur Bila Tak Penuhi 30 Persen Caleg Perempuan

Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Andreas Hugo Pareira mengomentari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang keterwakilan 30% caleg perempuan.
AFC Akui Timnas Indonesia Jadi Tim Asia Pertama di Piala Dunia

AFC Akui Timnas Indonesia Jadi Tim Asia Pertama di Piala Dunia

Sekitar dua pekan lagi sejarah baru akan tercipta di dunia dengan kehadiran 48 tim di Piala Dunia 2026. Sembilan tim asal Asia pun ikut meramaikan gelaran itu.

Trending

5 Fakta Kasus Pembunuhan di Simpang Yasmin Bogor, Hubungan Korban dan Pelaku hingga Curhatan Korban Sebelum Tewas

5 Fakta Kasus Pembunuhan di Simpang Yasmin Bogor, Hubungan Korban dan Pelaku hingga Curhatan Korban Sebelum Tewas

Publik dikejutkan dengan sebuah penemuan jasad wanita yang terjatuh dari Tol BORR, Simpang Yasmin, Bogor pada Sabtu (23/5/2026). Berikut 5 fakta selengkapnya
Belum Selesai Euforia Hattrick Juara Super League, Persib Bandung Langsung Diterpa Kabar Buruk dari Media Prancis

Belum Selesai Euforia Hattrick Juara Super League, Persib Bandung Langsung Diterpa Kabar Buruk dari Media Prancis

Singgung Layvin Kurzawa, media Prancis tiba-tiba membuka diskusi terkat status eks PSG tersebut bersama Persib Bandung yang akan berakhir pada akhir musim.
Tak Lagi Pikirkan Red Sparks, Megawati Hangestri Kini Fokus Bidik Gelar Juara Bersama Hyundai Hillstate

Tak Lagi Pikirkan Red Sparks, Megawati Hangestri Kini Fokus Bidik Gelar Juara Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate untuk V-League 2026/2027. Tinggalkan Red Sparks, Megatron kini membidik gelar juara.
News Terpopuler: Detik-detik Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor, hingga Gaya Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara

News Terpopuler: Detik-detik Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor, hingga Gaya Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara

Pengejaran polisi terhadap pelaku pembunuhan wanita di Bogor. Gaya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merayakan kemenangan Persib Bandung jadi sorotan publik.
Trend Terpopuler: Sherly Tjoanda dan AHY Bikin Netizen Heboh, hingga Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang

Trend Terpopuler: Sherly Tjoanda dan AHY Bikin Netizen Heboh, hingga Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda dan Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuat netizen heboh. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang
Pria yang Kakinya Putus di Tambora Bukan Korban Begal, tapi Kecelakaan Tunggal

Pria yang Kakinya Putus di Tambora Bukan Korban Begal, tapi Kecelakaan Tunggal

Sebelumnya viral di media sosial Threads soal pria yang kakinya terputus pada bagian pergelangan. 
Juara Bekasi Junior, SF Barret Siap Tampil di Liga Jawa Barat U-13

Juara Bekasi Junior, SF Barret Siap Tampil di Liga Jawa Barat U-13

Sekolah Futsal Barret (SF Barret) mendapat gelar juara dalam ajang Bekasi Junior Liga.
Selengkapnya

Viral