News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pantas GRIB Jaya Berani Curi Lahan BMKG sampai Bikin Markas hingga PP Ancam RSUD Tangsel, Ternyata Ormas Hercules dan Ormas Japto Itu...

Polda Metro Jaya sebut anggota Ormas Pemuda Pancasila Tangerang Selatan kerap mengintimidasi ke pihak PT BCI selaku vendor parkir di RSUD Tangsel.
Senin, 26 Mei 2025 - 16:58 WIB
Penangkapan anggota Ormas Pemuda Pancasila Tangerang Selatan yang melakukan intimidasi ke pihak PT BCI selaku vendor parkir di RSUD Tangsel.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra menyebutkan anggota Ormas Pemuda Pancasila Tangerang Selatan kerap mengintimidasi atau mengancam ke pihak PT Bangsawan Cyberindo Indonesia (BCI) selaku vendor parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel.

Dia menceritakan, kronologi konflik awal mula PT BCI dengan Ormas Pemuda Pancasila Tangsel.

PT BCI sempat mengirimi surat kepada Pimpinan Cabang PP Tangsel.

"Pada 2023 vendor terpilih berupaya melakukan atau memasang gate yg ada di RSUD tersebut, kemudian PT BCI membuat surat pemberitahuan ke pada MPC PP agar tidak menguasai lahan parkir. Karena surat sudah dikirim, namun tidak ada respons," ungkap Wira saat jumpa pers Senin (26/5/2025).

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA



Lantaran surat pemberitahuannya tidak mendapat respons, PT BCI mendatangi pihak MPC PP Tangsel.

"Akhirnya PT BCI mendatangi Ketua MPC PP, namun MR berkata tidak mau meninggalkan lahan tersebut," ucap Wira.

Lalu, kegiatan pemasangan gate akan dilakukan oleh PT BCI.

Namun, malah mendapat ancaman oleh anggota PP.

"Kemudian PT BCI menunjuk tim kerja memasang pos, saat akan melakukan pemasangan, pada saat bekerja mendapat intimidasi dengan membacok tim kerja dan membakar mobil tim kerja," papar Wira.

"Keesokan harinya, PT BCI memerintahkan tim kerja memasang instasalasi listrik, namun ormas PP melakukan intimidasi dengan menendang tim pekerja," lanjutnya.

Kemudian pada 18 Desember 2023, diadakan mediasi di kantor Satpol PP Pemkot Tangsel.

Namun hasilnya tersangka MR selaku ketua PP Tangsel tidak mau meninggalkan lahan RSUD Tangsel.

"Tim pekerja mendapatkan intimidasi dan dan ancaman oleh lebih dari 30 orang anggota Ormas," paparnya.

Sebelumnya, Ketua MPC ormas Pemuda Pancasila (PP) Tangerang Selatan, MR telah ditetapkan sebagai tersangka Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rohim mengatakan MR ditetapkan tersangka buntut kericuhan di RSUD Tangsel.

"Ketua MPC nya jg (ketua MPC PP Tangsel) dengan inisial MR telah kami tetapkan tersangka," ucap Abdul Rohim, Jumat (23/5/2025).

MR kini dalam pengejaran oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Saat ini dalam pengejaran Subdit Jatanras Polda Metro Jaya," ujarnya.

Sejauh ini total 31 orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"30 orang diluar MR. Kalau dengan MR jadinya 31 orang," tuturnya.

Sebelumnya, ada juga ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menduduki tanah BMKG hingga buat markas yang menjadi viral di media massa dan media sosial. 

Selain menduduki lahan BMKG seluas 127.780 meter persegi, anak buah Hercules juga disebut meminta uang Rp5 miliar kepada BMKG.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam mengatakan sebanyak 17 orang sudah ditangkap, 11 di antaranya berasal dari ormas GRIB Jaya.

Bahkan, satu dari mereka merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang ormas GJ setempat sedangkan enam orang lainnya warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan milik BMKG.

"Salah satunya adalah sodara Y, yang merupakan Ketua DPC Ormas GJ Tangsel. Kemudian 6 di antaranya adalah ahli waris yang mengaku sebagai ahli waris di tanah ini," ungkapnya.

Saat ini di lahan milik BMKG itu juga berdiri warung makan dan lapak pedagang kurban.

GRIB Jaya disebut kerap meminta uang dari para pedagang.

"Warung makan dan pedagang hewan mentransfer Rp 3,5 juta per bulan ke rekening Saudara Y," jelasnya.

Pihak kepolisian menyebut memiliki semua barang bukti, mulai dari atribut, rekapan parkir, atribut-atribut ormas, senjata tajam 1, bendera-bendera ormas, dan bukti transfer. 

"Sajamnya ada bambu panjang, dan ada paku, banyak pakunya," lanjut Ade.

Ade juga mengatakan, ormas pimpinan Hercules itu telah menguasai lahan BMKG selama beberapa tahun terakhir. 

GRIB Jaya bahkan menyewakan lahan tersebut kepada para pedagang atau pengusaha. 

Ormas pimpinan Hercules itu bisa meraup uang puluhan juta selama satu bulan.

“Pengusaha pecel lele dipungut Rp3,5 juta per bulan. Kemudian dari pengusaha pedagang hewan kurban itu dipungut Rp22 juta,” ujar Ade Ary

Uang sewa lahan BMKG itu kemudian ditransfer ke sosok berinisial Y yang diduga sebagai Ketua DPC GRIB Jaya di Tangsel. 

Polda Metro Jaya saat ini terus mendalami soal nominal yang telah didapatkan Ormas Hercules itu dari aktivitas di lahan tersebut.

Sebelumnya, BMKG mengklaim bahwa lahan yang diduduki GRIB Jaya tersebut adalah milik negara dan dibuktikan dalam Sertifikat Hak Pakai Nomor 1/Pondok Betung Tahun 2003 dan dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Agung Nomor 396 PK/Pdt/2000.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, pihak ahli waris juga mengklaim bahwa mereka memiliki surat girik dari kelurahan sebagai bukti kepemilikan lahan.

Merasa tak mampu memperjuangkan hak atas lahan mereka, ahli waris lantas meminta bantuan GRIB Jaya.(rpi/lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral