GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Posko GRIB Jaya di Lahan BMKG Rata, Pedagang Ngaku Ormas Hercules Meresahkan Todong Rp22 Juta: Kita juga Keberatan

Pedagang hewan kurban bicara jujur dirinya lega setelah penertiban posko GRIB Jaya di lahan BMKG di Tangerang Selatan. Ia menilai anggota Hercules bikin resah.
Rabu, 28 Mei 2025 - 14:05 WIB
Usai Posko GRIB Jaya di Lahan BMKG Rata, Pedagang Ngaku Ormas Hercules Sudah Meresahkan Todong Rp22 Juta
Sumber :
  • YouTube tvOnenews

tvOnenews.com - Pedagang mengaku anak buah Hercules di GRIB Jaya sudah meresahkan di lahan sengketa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG sebelumnya melapor kepada Polda Metro Jaya atas pendudukan lahan oleh anggota Hercules di GRIB Jaya secara ilegal di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan dari BMKG membuat pihak Kepolisian bergerak mengerahkan 426 personel gabungan meratakan posko GRIB Jaya dan bangunan ilegal di lahan milik BMKG.

Selain merobohkan posko GRIB Jaya, pihak Kepolisian juga langsung mengeksekusi penangkapan para oknum yang menguasai lahan BMKG secara ilegal.

Posko GRIB Jaya di lahan sengketa, Tangerang Selatan dirobohkan, Sabtu (24/5).
Posko GRIB Jaya di lahan sengketa, Tangerang Selatan dirobohkan, Sabtu (24/5).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

 

Beberapa oknum ditangkap sebanyak 17 orang terdiri dari 11 anggota GRIB Jaya dan 6 orang yang mengaku sebagai ahli waris di lahan sengketa tersebut.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti atribut ormas GRIB Jaya, seperti bendera hingga senjata tajam.

Bukti transfer pedagang mendirikan lapak di lahan diduga kepada Ketua DPC GRIB Jaya Tangsel juga telah dipegang polisi, seperti izin buka lapak pecel lele dan hewan kurban.

Beruntungnya, lapak hewan kurban diberikan kesempatan untuk masih jualan oleh BMKG sampai Idul Adha 2025 berakhir.

Pedagang hewan kurban Malik bin Dinar, Ina Wahyu Ningsih memberikan pengakuan dirinya tidak mengetahui lahan tersebut milik BMKG.

"Saya awalnya lihat kebetulan lahan di sini kosong. Setelah itu negosiasi harga dan awalnya ditodong Ketua Yani langsung rangkap pengurusan Rp25 juta," ujar Ina Wahyu Ningsih saat diwawancarai tvOne di Tangerang Selatan dikutip, Rabu (28/5/2025).

Cerita Pilu Pedagang soal Tingkah Ormas Hercules di Lahan BMKG, GRIB Jaya Ngotot Tanyakan Bukti
Cerita Pilu Pedagang soal Tingkah Ormas Hercules di Lahan BMKG, GRIB Jaya Ngotot Tanyakan Bukti
Sumber :
  • istimewa

 

Walaupun harga diputuskan Rp22 juta, Ina khawatir apabila sistem pembayaran menggunakan sistem secara cash.

Setelah itu, Ina mengatakan dirinya pilih pembayaran dengan sistem cicilan melalui transfer kepada Ketua GRIB Jaya Tangsel, MYT.

Akan tetapi, pihak oknum ormas kembali meminta Rp5 juta kepada Ina karena beralasan membantu takziah salah satu anggotanya yang baru meninggal dunia.

Mau tak mau, Ina yang ingin berjualan hewan kurban menerima tawaran tersebut namun pembayaran setelah lapaknya didirikan di lahan tersebut.

"Transfer lagi Rp5 juta, tapi saya bilang saya mau bayar lagi kalau sapi sudah turun," tegasnya.

Ketika ditanya penertiban lahan, Inawah sapaan akrabnya, mendukung upaya BMKG mengeksekusi oknum ormas di bawah pimpinan Hercules tersebut.

"Kalau penertiban bagus ya karena kita juga sebenarnya keberatan atas ormas-ormas itu karena meresahkan kita," kata dia kepada tim tvOne.

Siapa sangka, Inawah merasa lega atas ditangkapnya 11 anggota ormas tersebut oleh Polda Metro Jaya.

Karena menjadi korban penipuan, ia menambahkan sangat mendukung pemerintah untuk memberantas ormas yang dinilai meresahkan masyarakat.

"Kalau ditertibkan ya mudah-mudahan untuk ke depannya bukan di sini aja, tapi kepada ormas-ormas lain juga gitu," tukasnya.

Sementara, GRIB Jaya memberikan klaim secara tegas kehadiran mereka diamanahkan untuk menjaga hak ahli waris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota Tim Hukum dan Advokasi GRIB Jaya Hika T.A Putra juga menyayangkan BMKG tidak punya dokumen legalitas eksekusi lahan.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramai soal UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, DPR: Tidak Ada Usulan Apa-Apa

Ramai soal UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, DPR: Tidak Ada Usulan Apa-Apa

Wacana mengembalikan Undang-Undang KPK ke versi lama kini kembali mencuat dan menjadi perbincangan. Ini kata DPR.
Khianati Ryan Garcia, Pelatih Mario Barrios Siap Bawa Sang Jawara Pertahankan Gelar Kelas Welter WBC

Khianati Ryan Garcia, Pelatih Mario Barrios Siap Bawa Sang Jawara Pertahankan Gelar Kelas Welter WBC

Pelatih Mario Barrios, Joe Goossen mengungkapkan perjuangan anak didiknya jelang duel melawan Ryan Garcia di perebutan gelar juara kelas welter WBC.
Gagal Menang dari Wolves dan Gelar Juara Terancam, Arteta Sebut Arsenal Layak Dikritik

Gagal Menang dari Wolves dan Gelar Juara Terancam, Arteta Sebut Arsenal Layak Dikritik

Mikel Arteta akui Arsenal pantas dikritik usai gagal menang meski unggul 2-0 dari Wolves. Hasil ini bikin peluang juara terancam, Man City mulai di atas angin.
NasDem: Sahroni Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI Lagi Karena Sanksinya Tuntas

NasDem: Sahroni Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI Lagi Karena Sanksinya Tuntas

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menyebut Ahmad Sahroni menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR lagi karena sanksinya tuntas.
Di Depan Media Belanda, Patrick Kluivert Sebenarnya Masih Berminat Latih Timnas Indonesia

Di Depan Media Belanda, Patrick Kluivert Sebenarnya Masih Berminat Latih Timnas Indonesia

Patrick Kluivert akhirnya buka suara usai berpisah dengan PSSI. Ia mengaku masih ingin melatih Timnas Indonesia, namun situasi membuatnya harus mengakhiri kontrak lebih cepat.
Keluarga Korban Minta Pelaku Pembunuhan Kasus Mayat dalam Koper di Brebes Dihukum Mati

Keluarga Korban Minta Pelaku Pembunuhan Kasus Mayat dalam Koper di Brebes Dihukum Mati

Keluarga korban pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam koper di rumah seorang warga Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes,  pada Senin (16/2/2026 lalu), meminta agar pelaku dihukum mati. 

Trending

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT