News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Korban Minta Pelaku Pembunuhan Kasus Mayat dalam Koper di Brebes Dihukum Mati

Keluarga korban pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam koper di rumah seorang warga Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes,  pada Senin (16/2/2026 lalu), meminta agar pelaku dihukum mati. 
Kamis, 19 Februari 2026 - 13:37 WIB
Keluarga korban pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya dimasukkan ke dalam koper menutup pelaku dihukum mati.
Sumber :
  • Tim tvOne - Tri Handoko

Brebes, tvOnenews.com - Keluarga korban pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam koper di rumah seorang warga Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes,  pada Senin (16/2/2026 lalu), meminta agar pelaku dihukum mati. 

Keluarga korban pembunuhanan disertai mutilasi Sapri (65) warga Desa Pende Kecamatan Banjarharjo, menilai tindakan pelaku sangat keji karena tidak hanya menghilangkan nyawa korban, tetapi juga memutilasi jasad dan diduga merampas barang berharga milik korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menantu korban, Almonda Ferdinand mengatakan, kematian Sapri membuat pihak keluarga merasa sangat kehilangan, karena ayah mertuanya masih menjadi tulang punggung keluarga. Termasuk masih menafkahi cucu-cucunya yang yatim.

"Ibu mertua saya sok berat, tidak bisa membayangkan pembunuhan yang sangat keji dengan cara disiksa dan  terdapat banyak luka," kata Almonda saat ditemui dikediaman almarhum di Desa Pende, Rabu (18/02/2026) siang.

Keluarga korban, menurut Almonda membantah pernyataan tersangka Rokib (45) warga Desa Sukareja yang mengaku dirinya terpaksa menghabisi nyawa Sapri karena sakit hati, telah dimarahi dan ditampar.

"Bapak datang kesana ( ke Rokib), itu permintaan Rokib sendiri, bapak malam-malam ditelfon suruh datang dengan membawa uang sebesar Rp 20 juta," jelas Almonda.

Keluarga menduga tersangka sudah mempersiapkan untuk melakukan perampokan dan sudah terencana untuk menghabiskan korban. Ini jelas kata Almonda, pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan (perampokan).

"Kecurigaan kami pihak keluarga karena almarhum tidak pernah keluar malam, apalagi pergi dengan jalan kaki ke tetangga desa dengan membawa uang yang tidak sedikit yakni sebesar Rp 20 juta. Buat apa nagih hutang bawa uang? bisa saja besok pagi dan kenapa harus tengah malam,  itu semua permintaan dari tersangka," ujar Almonda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak keluarga juga mengetahui jika tersangka memiliki hutang ke korban sebesar Rp 23 juta, yang dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu 4 bulan.

"Kami minta hukuman seadil-adilnya, kami menuntut hukuman mati dan seringan-ringannya hukuman seumur hidup. Dikarenakan yang dilakukan Rokib pembunuhan sadis dan berencana. Tersangka juga tidak punya niat baik untuk menyerahkan diri," tegas Almonda.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Bersiap Implementasikan Bahan Bakar E20 Hingga E50

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Bersiap Implementasikan Bahan Bakar E20 Hingga E50

Pemerintah Indonesia tengah mematangkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar berbasis etanol dengan campuran hingga 50 persen (E50).
Eks Timnas Indonesia U-19 yang Pernah Gabung Rayo Vallecano Ini Pensiun Dini di Usia 22 Tahun

Eks Timnas Indonesia U-19 yang Pernah Gabung Rayo Vallecano Ini Pensiun Dini di Usia 22 Tahun

Teuku Razzaa Fachrezzi Aziz mengakhiri karier sepak bola profesional pada usia 22 tahun setelah meninggalkan Arema FC dan memilih menekuni cabang olahraga lain.
Harley-Davidson Perkenalkan Sprint 440, Motor Cruiser 440 cc dengan Harga 'Murah'

Harley-Davidson Perkenalkan Sprint 440, Motor Cruiser 440 cc dengan Harga 'Murah'

Harley-Davidson memperkenalkan Sprint 440, motor cruiser bermesin 440 cc dengan tenaga 27 dk dan torsi 38 Nm yang dibanderol sekitar Rp121 juta di Inggris.
Naik Podium di Grand Prix Malaysia, Alex Marquez Malah Putuskan Mundur dari MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini

Naik Podium di Grand Prix Malaysia, Alex Marquez Malah Putuskan Mundur dari MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini

Rider Gresini Racing, Alex Marquez, mengumumkan bahwa ia akan mundur dari MotoGP Qatar 2026 yang berlangsung akhir pekan ini.
Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 
Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Divisi Humas Polri menggelar acara syukuran peringatan Hari Jadi ke-75 di Aula Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026)

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT