GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

"Ada Lapak Kosong Mau Enggak?", Pedagang Seafood Ceritakan Awal Mula Dirinya Terjebak Berjualan di Lahan BMKG yang Dikuasai GRIB Jaya

Pedagang seafood bernama Darmaji ini menceritakan awal mula dirinya terjebak berjualan di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya. 
Kamis, 29 Mei 2025 - 08:17 WIB
Pedagang seafood di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pedagang seafood bernama Darmaji ini menceritakan awal mula dirinya terjebak berjualan di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya. 

Adapun lapaknya berjualan saat ini berlokasi di kawasan Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kawasan ini menjadi viral karena BMKG mengklaimnya sebagai lahannya dan ormas pimpinan Rosario de Marshal alias Hercules itu mengklaimnya sebagai lahan ahli waris yang meminta perlindungan dari mereka. 

Pedagang makanan olahan laut ini mulanya mendapatkan tawaran dari RT-nya. 

tvonenews

Tanpa berpikir hingga ke sengketa lahan, pedagang seafood pun pada akhirnya mengiyakan tawaran dari RT tersebut. 

“Saya di sini tadinya ditawarin sama RT saya. Pak ada lapak di sini. Ada lapak mau enggak?,” kata pedagang seafood dikutip pada Kamis (29/5/2025). 

“Kemudian buka lapak di sini. Izinnya dari Pak RT,” sambung Darmaji.

Saat pihak kepolisian bertanya apakah ada uang iuran lainnya di luar uang sewa, pedagang itu menjawab tidak ada. 

Dia mengatakan hanya membayar Rp3,5 juta per bulannya yang ditransfer langsung kepada seseorang yang bernama Yani.  

“Iuran enggak ada cuma sewa bulanan aja ditransfer ke Pak Yani. Saya enggak tahu sebagai apanya. Ketua GRIB katanya. Saya transfer ke beliau langsung. (Bayar) dari Januari-Mei empat atau lima bulan. Satu kali transfer uang sewa Rp3 juta, listrik Rp500 ribu,” ujarnya. 

Berbeda dengan pedagang seafood yang ditawari oleh orang lain untuk berjualan di sana, pedagang hewan kurban bernama Ina Wahyuningsih itu mengaku mencari lahan sendiri. 

Niat awalnya hanya mencari lapak untuk berjualan tanpa berpikir panjang siapa pemilik lahan itu—apakah bersengketa atau tidak. 

Di lahan itu, dia pun mendatangi pos GRIB Jaya yang bangunannya sudah lebih dulu ada. 

Di sana dia bertanya kepada siapa dia harus menyewa karena berniat berjualan di lapak itu. 

“Sekjen GRIB, ketua ranting, saya tanya bisa enggak pakai lahan ini? Saya harus menghubungi siapa? Ketua ranting bilang saya telepon ketua Yani dulu. Saya enggak kenal ketua Yani,” ungapnya. 

Ina dan pihak GRIB Jaya di Banten pun akhirnya bertemu setelah komunikasi berlanjut.

Mulanya Ina mempertanyakan apakah lahan ini aman untuk dia sewa sebagai lapak hewan kurbannya.

GRIB Jaya pun menjawab aman lantaran ahli waris mempercayakan lahan itu kepada pihaknya. 

“Kita janjian. ACC. Aman enggak nih? Aman, ini kekuasaan kita. Ahli waris suruh kita yang nunggu. Kalau aman ya sudah,” ujar Ina sambil memperagakan percakapannya dengan GRIB Jaya kala itu. 

Ina dan pihak ormas pun melakukan negosiasi harga untuk menentukan angka yang sekiranya menguntungkan bagi keduanya hingga pada akhirnya keluarlah angka Rp22 juta tersebut. 

“Nego harga. Di sana biasa berapa? Saya biasa Rp10 juta satu lahan sampai kelar tapi perlu koordinasi RT, RW, lurah, babinsa perlu uang. Gimana kalau include aja RT, RW, semua mereka yang urus?,” katanya lagi menirukan percakapan kala itu. 

“Minta Rp25 juta akhirnya nego. Deal-lah di angka Rp22 juta dengan bahasa mereka semua koordinasikan semuanya. Include. Saya setuju, tapi saya lunasi setelah uang sapi turun,” sambungnya. 

Dalam kasus pendudukan lahan milik BMKG oleh GRIB Jaya ini akhirnya Polda Metro Jaya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

"Saudara Y dan MYT telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas dugaan peristiwa pidana menempati pekarangan tertutup tanpa hak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Senin (26/5/2025). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ketua Tim Hukum dan Advokasi GRIB Jaya Wilson Colling mengatakan tidak ada pidana dalam sewa-menyewa itu karena lahan tersebut menurutnya masih bersengketa. 

“Ini kan kita bersengketa. Ahli waris saya lahir di situ, tumbuh besar dan rumah ada di situ. Kalau bersengketa, kami juga mengatakan ahli waris bilang ini rumah saya, ini tanah saya, saya berikan kepada kalian untuk menyewa. Di mana pidananya?,” kata dia. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FIFA Series Masih Lama, tapi 2 Pemain Timnas Indonesia Ini sudah Dipastikan Absen

FIFA Series Masih Lama, tapi 2 Pemain Timnas Indonesia Ini sudah Dipastikan Absen

Timnas Indonesia dipastikan tampil tanpa dua pemain naturalisasi saat menghadapi FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ... -
Naluri Berdagang Menyelamatkan Pesmi Ermi dari Stres Pascabencana

Naluri Berdagang Menyelamatkan Pesmi Ermi dari Stres Pascabencana

Hampir tiga bulan lamanya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tanah Minangkabau. Duka dan kenangan kelam itu masih menyelimuti masyarakat, ter
Menkes Tunggu Pencairan Dana Rp529,3 Miliar untuk Perbaikan Faskes di Sumatra

Menkes Tunggu Pencairan Dana Rp529,3 Miliar untuk Perbaikan Faskes di Sumatra

Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap saat ini masih menunggu suntikan anggaran jumbo Rp529,3 miliar untuk perbaikan fasilitas kesehatan di lokasi bencana Sumatra.
Lando Norris Terang-terangan Akui McLaren Masih Tertinggal dari Para Rival Usai Jalani Tes Pramusim F1 2026 

Lando Norris Terang-terangan Akui McLaren Masih Tertinggal dari Para Rival Usai Jalani Tes Pramusim F1 2026 

Lando Norris blak-blakan menilai jika McLaren belum cukup kompetitif. Pengakuan itu muncul usai tiga hari tes pramusim F1 2026 yang berlangsung di Bahrain.
Pelatih Khamzat Chimaev Bocorkan Calon Lawan, Imavov hingga Sean Strickland Masuk Radar

Pelatih Khamzat Chimaev Bocorkan Calon Lawan, Imavov hingga Sean Strickland Masuk Radar

Pelatih Khamzat Chimaev, Alan Nascimento, mengungkapkan kandidat lawan berikutnya bagi sang juara kelas menengah UFC. Muncul nama-nama yang sedang naik daun.
Terungkap Fakta Terbaru Insiden Rumah Ditabrak Pengemudi Hyundai Santa FE karena Ngantuk, Bukan Punya Jusuf Kalla Tapi Anaknya

Terungkap Fakta Terbaru Insiden Rumah Ditabrak Pengemudi Hyundai Santa FE karena Ngantuk, Bukan Punya Jusuf Kalla Tapi Anaknya

Polisi mengungkap fakta baru mobil Hyundai Santa FE berwarna putih yang menabrak rumah di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).

Trending

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Tidak perlu lagi pakai naturalisasi, pemain kelahiran Jakarta yang kedua orang tuanya asli Jerman ini bisa langsung dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia.
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk Bandung BJB Tandamata yang akan menjalani laga hidup mati, sedangkan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat potensi tambahan amunisi dari Eropa. Sosok gelandang Norwegia berdarah Batak, Samuel Silalahi, layak masuk radar John Herdman.
Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Striker muda berdarah Depok ini layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia. Bahkan pelatih asal Belanda sampai terkagum-kagum dengan kemampuan pemain ini.
Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 jelang Seri Bogor, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan berhasil membawa Jakarta Pertamina Enduro tak tersentuh di puncak dan persaingan tim putri makin ketat.
Top Skor Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Terancam Akhiri Rekor Mentereng, Rama Fazza Fauzan Makin Bersinar

Top Skor Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Terancam Akhiri Rekor Mentereng, Rama Fazza Fauzan Makin Bersinar

Top skor Proliga 2026 jelang seri Bogor, di mana dua pemain lokal yakni Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam mengakhiri rekor mentereng dan Rama Fazza Fauzan (Surabaya Samator) makin bersinar.
Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora yang berkarier di Eropa. Nama Daijiro Chirino muncul sebagai opsi jangka panjang di posisi bek kanan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT