News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peringati 108 Tahun Profesor Soemitro, Menghormati Begawan Ekonomi dan Patriot Sejati

Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo tepat pada usia ke-108 kelahirannya adalah “Guru Ekonomi Agung” dalam sejarah Republik Indonesia.
Jumat, 30 Mei 2025 - 18:57 WIB
Peringati 108 tahun Profesor Soemitra.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo adalah “Guru Ekonomi Agung” dalam sejarah Republik Indonesia.

Tepat pada usia ke-108 kelahirannya, bangsa Indonesia kembali menyalakan obor nilai, etika, dan pemikiran konstitusional Sang Begawan Ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soemitro adalah tokoh yang menjabat lima kali sebagai menteri di era Orde Lama dan Orde Baru, pikirannya memadukan disiplin ekonomi, integritas, dan patriotisme.

Dr. Harryadin Mahardika selaku Chairman Soemitro Center mengatakan pemikiran Sang Begawan tetap relevan hingga hari ini.

”Kami ingin membumikan pemikiran Profesor Soemitro. Karena pemikiran beliau selalu relevan, bahkan pada situasi dunia hari ini, dimana dunia berubahnya dramatis sekali. Amerika yang melakukan globalisasi, tiba-tiba menarik diri. Dalam 100 tahun terakhir, kita belum pernah melihat perubahan secepat ini,” kata Harryadin yang ditemui para awak media di Museum Juang Taruna, Tangerang, Kamis (29/5/2025).

Menurut Harryadin, hal yang terjadi saat ini, bagi sebagian orang menakutkan, tapi bagi sebagian lain menciptakan peluang-peluang baru.

”Profesor Sumito telah memberikan landasan dan fondasi bagi kita semua. Jauh sebelum apa yang sekarang kita alami, Profesor Soemitro sudah punya pemikiran bahwa mazhab ekonomi itu dinamis. Tidak boleh menjadi dogma dan doktrin yang statis,” terang Harryadin.

"Jadi kita mengikuti perjalanan pemkiran Profesor Soemitro, kita akan menemukan strategi-strategi ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan  Indonesia hari ini. Soemitro pro terhadap pasar domestik, pro terhadap pelaku ekonomi mikro dan UMKM, dan juga pro terhadap kemandirian dan independensi serta mengembangkan tangga industri sendiri," lanjutnya.

Soemitro dikenal menggabungkan mazhab ekonomi, misalnya lebih terbuka terhadap investasi, modal asing, transfer teknologi hingga membuka diri terhadap impor maupun export. Strategi  ekonomi yang lebih terbuka dan adaptif terhadap situasi saat itu.

”Saat itu dunia menuju integrasi ekonomi yaitu globalisasi. Globalisasi menjadi jargon utama. Tapi sekarang tahun 2025 ini, kita mengalami episode sejarah yang berbeda. Kita sedang  berada di situasi dimana semua negara menjadi selfish. Sekarang negara ingin mengurus dirinya sendiri, tidak lagi mau memberikan peluang bagi negara lain,” ujar Harryadin.

Indonesia saat ini mulai memproteksi pasarnya sendiri.

Misalnya Indonesia meminta pihak Apple untuk membuat TKDN yang signifikan agar produk Iphone bisa dipasarkan di sini.

Tak hanya itu, Indonesia mencoba lebih independen dengan membangun tangga industri sendiri, misalnya dengan hilirisasi di industri mineral.

Jika kita kaitankan pemikiran Profesor Soemitro dengan kebijakan Presiden Prabowo, ini erat kaitannya yang salah satunya program Makan Bergizi Gratis.

”Program ini sangat sosialis sekali. Jadi bisa dibilang ini kembali kepada ajaran dan pemikiran Profesor Sumitra bahwa tugas utama negara adalah menjadi agen distribusi kekayaan kepada rakyatnya. Jadi ukuran keberhasilan negara, apabila bisa mendistribusikan kekayaan secara merata dan adil kepada rakyatnya. Saat ini Indonesia masih belum punya roadmap agar negara ini mendistribusikan kekayaannya. Saya  rasa Presiden Prawo pun melihat bahwa negara harus semakin berani dan agresif dalam perannya, untuk mendistribusikan kekayaan negara ini kepada masyarakat, terutama masyarakat yang paling bawah. Supaya kesenjangan semakin turun dan tujuan bernegara itu sendiri tercapai,” ungkap Harryadin.

Selain menjelaskan pemikiran Profesor Soemitro, Harryadin juga menjelaskan bahwa dalam rangka memperingati 108 tahun Profesor Soemitro, maka pada 4 Juni 2025 mendatang akan diluncurkan lembaga think tank bernama The Soemitro Center atau singkatnya Soemitro Center.

”Sumitro Center akan menjadi wadah bagi para ekonom masa depan Indonesia.  Sangat disayangkan ekonom-ekonom muda lebih banyak terpapar pemikiran-pemikiran tentang globalisasi, liberalisasi, neoliberal, dan kapitalisme. Hanya sedikit yang bicara ekonomi kooperasi, misalnya lembaga mikro, keuangan mikro dan sebagainya. Karena itu, kita kumpulkan kembali di Soemitro Center, kita minta mereka merefleksikan lagi dan kemudian mencari jati diri baru, bahwa ekonomi Indonesia itu seperti apa? Jadi Soemitra Center menjadi lembaga  think tank yang independent dan bermartabat. Tidak tergantung siapapun nanti pemerintahnya,” tegas Harryadin.

Sementara itu, Stephen Ng, CEO WIR Group mengatakan senang menjadi mitra dari Soemitro Center khusus di bidang teknologi.

”Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa bersama-sama membangun konten-konten imersif dalam rangka mengedukasi anak-anak  muda usia sekolah. Karena untuk menjadi ekonom harus diinspirasi dari sejak kecil. Salah satu bentuk inisiasi dengan meluncurkan Sekolah VR Keliling. Kenapa melalui media imersif? Sekali lagi karena kami melihat keunggulan dari media imersif tersebut. Pemahaman terhadap sebuah topik bisa lebih cepat dipahami oleh anak-anak muda melalui pebelajaran di dunia imersif. Lalu kami juga melihat anak-anak Indonesia ini harus selalu diajak untuk bisa merangkul teknologi karena saingannya ke depan nanti tentunya adalah teknologi itu sendiri,” kata Stephen.

Selain itu, Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, Ahli Fisika Kuantum, Pakar AI, dan Calon Wakil Gubernur Jakarta Pilkada 2024, mengatakan bahwa Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan punya dua sisi.  

”Jadi kubu yang melihat bahwa AI ini, sebagai teknologi yang bisa membuat Indonesia menjadi mercusuar dunia. Tapi di sisi lain ada yang melihat AI ini sebagai ancaman ya,” kata Kun.

Karena melihat dua sisi ini, Kun mengajak untuk memperkuat akhlak dan adab sejak kecil.

”Teknologi justru meningkatkan bisa kemampuan seseorang. Untuk itu kita perlu membangun AI. Saya sebut sebagai AI Pancasila, AI Nusantara, AI Nasional, yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai keadilan, nilai-nilai ketuhanannya. Dengan nilai kemanusiaan, jadi orientasi kepada kemanusiaan bukan profit, orientasi kepada persatuan bukan memecah belah, orientasi kepada kerakyatan bukan sebaliknya. Dan nilai-nilai keadilan, bagaimana semuanya ini bisa merata untuk seluruh rakyat Indonesia,” terang Kun.

Kun meyakini, anak-anak muda bangsa Indonesia harus memiliki kebijaksanaan.

”Menggunakan AI dengan bijak. AI bukan untuk mengantikan manusia tetapi AI untuk bisa membuat manusia-manusia Indonesia ini menjadi utuh,” tutur Kun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, Redi Kalingga sebagai Fellow di Soemitro Center menyampaikan bahwa Profesor Sumitro bukan sekadar begawan ekonomi tapi seorang patriot dan lahir dari keluarga patriot.

"Jiwa patriotisme itu yang ingin kita warisi juga. ”Profesor Sumitro berperan sebagai menteri di era pemerintahan Soekarno maupun Presiden Soekarno. Namun, jika ada kebijakan yang kurang tepat, beliau juga memberi masukan Oleh karena itu, Soemitro Center, walaupun hadirnya di era pemerintahannya Pak Prabowo, kita tidak ingin hanya sekadar cheerleader, tapi ketika memang ada yang perlu diperbaiki, kita akan memberikan masukan,” pungkasnya.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

empat orang sempat terjebak di dalam bangunan dan satu di antaranya mengalami luka ringan setelah tertimpa material bangunan akibat billboard roboh di Bandung.
Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Selengkapnya

Viral