GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

GRIB Jaya Kalteng Digoyang Skandal, Tapi Payung Hukum Tak Kunjung Roboh

Ketua GRIB Jaya Kalteng jadi tersangka, ormas diguncang skandal. Publik desak pembubaran, tapi payung hukum pusat belum turun.
Kamis, 5 Juni 2025 - 07:56 WIB
Didesak Masyarakat Bubarkan GRIB Jaya, Pemprov Kalteng Akui Tak Bisa, Ternyata Ini Penyebabnya
Sumber :
  • istimewa

Kalteng, tvOnenews.com – Aroma ketegangan terus membumbung di Kalimantan Tengah. Serangkaian aksi unjuk rasa muncul dari kelompok masyarakat yang menuntut pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya Kalteng, menyusul keterlibatan ormas itu dalam aksi penyegelan pabrik milik PT Bumi Asri Pasaman (BAP) di Kabupaten Barito Selatan.

Tuntutan masyarakat bukan tanpa dasar. Ketua DPD GRIB Jaya Kalteng, berinisial R, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Dugaan tindak pidana yang menjeratnya berkaitan dengan penyegelan terhadap perusahaan yang beroperasi di sektor karet. Penahanan telah dilakukan di Mapolda Kalteng sejak 20 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penetapan tersangka ini bagian dari komitmen kami menindak tegas aksi premanisme. Tidak ada tempat bagi perilaku yang meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat,” tegas Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng.

R dijerat dengan Pasal 335 ayat 1 dan Pasal 167 KUHP, dengan ancaman pidana penjara hingga lima tahun. Polda masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain, mengingat penyegelan dilakukan oleh sekelompok orang.

Evaluasi Sudah, Bubarkan Belum

Di tengah tekanan publik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengaku tidak tinggal diam. Evaluasi terhadap keberadaan DPD GRIB Jaya Kalteng sudah dilakukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Namun, menurut Kepala Kesbangpol Kalteng Katma F Dirun, pembubaran bukanlah kewenangan pihaknya.

“Kami sudah evaluasi, tapi pembubaran itu bukan wewenang pemerintah daerah. Hanya Kementerian Hukum dan HAM yang punya otoritas secara hukum untuk membubarkan ormas,” ungkap Katma, Senin (2/6), di Kantor Gubernur Kalteng.

Katma menambahkan bahwa GRIB Jaya memang baru berdiri di Kalteng, sehingga tidak bisa serta-merta disimpulkan bermasalah hanya karena citra buruk di daerah lain. “Kami berikan penilaian yang adil. Tidak bisa langsung menjustifikasi,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa semua ormas di wilayahnya tetap berada dalam pengawasan dan pembinaan pemerintah. Jika ada yang terbukti melanggar aturan atau menimbulkan keresahan publik, sanksi administratif hingga rekomendasi pembubaran bisa saja dilayangkan ke pemerintah pusat.

Masyarakat Diminta Jangan Takut

Sementara itu, Polda Kalteng terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban. Kombes Nuredy meminta warga agar tidak segan melaporkan aksi-aksi premanisme yang terjadi di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini menjadi peringatan keras. Kami hadir untuk menegakkan hukum secara adil dan tegas. Jangan ragu laporkan jika ada yang mengancam keamanan,” katanya.

Kasus GRIB Jaya Kalteng membuka babak baru dalam relasi antara ormas dan masyarakat sipil. Ketika garis antara hak berserikat dan penyalahgunaan kekuatan mulai kabur, publik pun mulai bersuara. Dan ketika hukum berbicara, tidak ada lagi ruang bagi intimidasi berbaju organisasi. (aag/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bahlil Resmi Tunda Kenaikan Royalti Tambang Emas hingga Nikel, Pengusaha Sempat Protes

Bahlil Resmi Tunda Kenaikan Royalti Tambang Emas hingga Nikel, Pengusaha Sempat Protes

Bahlil Lahadalia resmi menunda usulan kenaikan tarif royalti tambang emas, nikel, tembaga hingga timah setelah menerima masukan dari pengusaha.
Scudetto Bukan Jaminan Aman, Inter Milan Siapkan Eksodus Pemain Besar-Besaran di Bursa Transfer Musim Panas

Scudetto Bukan Jaminan Aman, Inter Milan Siapkan Eksodus Pemain Besar-Besaran di Bursa Transfer Musim Panas

Inter Milan tampaknya belum ingin cepat puas meski baru saja memastikan gelar juara Liga Italia musim ini. Nerazzurri justru mulai menyiapkan perubahan besar.
Segera Dijual 18 Mei Mendatang, Berapa Kisaran Harga Tiket Konser The Weeknd di Jakarta?

Segera Dijual 18 Mei Mendatang, Berapa Kisaran Harga Tiket Konser The Weeknd di Jakarta?

Harga tiket konser The Weeknd Jakarta diprediksi mulai Rp1,5 juta. Penjualan tiket dibuka mulai 18 Mei 2026 untuk artist presale.
Wamendes Ahmad Riza Patria Ajak Mahasiswa Bangun Desa dengan Teknologi

Wamendes Ahmad Riza Patria Ajak Mahasiswa Bangun Desa dengan Teknologi

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI Ahmad Riza Patria mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk ikut aktif membangun desa dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi digital, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)
Sebanyak Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, 11 Ditunda Berangkat Karena Sakit

Sebanyak Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, 11 Ditunda Berangkat Karena Sakit

Enam jemaah calon haji asal embarkasi Surabaya meninggal dunia karena sakit jantung, stroke dan hipertensi. Sedangkan 11 jemaah calon haji mengalami penundaan berangkat ke Tanah Suci karena mengalami sakit
Media China Tak Terima, Timnas Indonesia U-17 Disebut Dapat 'Keuntungan Besar' dari Jepang di Piala Asia U-17 2026

Media China Tak Terima, Timnas Indonesia U-17 Disebut Dapat 'Keuntungan Besar' dari Jepang di Piala Asia U-17 2026

Media China sebut Timnas Indonesia U-17 bisa mendapatkan keuntungan besar dari Jepanng di laga penentuan Grup B Piala Asia U-17 20026. Begini selengkapnya.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral