News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pulang Ngaji Bocah di Kebumen Nangis Organ Kemaluannya Sakit Usai Dicabuli Oknum Ustaz, Korbannya Ternyata....

Masyarakat Kabupaten Kebumen, digegerkan dengan adanya kasus pencabulan 12 anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru ngaji. Ini kronologi
Senin, 7 Juli 2025 - 19:44 WIB
Ilustrasi pencabulan
Sumber :
  • Antara

Kebumen, tvOnenews.com - Masyarakat Kabupaten Kebumen, digegerkan dengan adanya kasus pencabulan 12 anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru ngaji. 

Peristiwa pencabulan terhadap anak di bawah umur ini terjadi di salah satu desa di Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Terduga pelaku adalah UN (30). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat tim tvOnenews.com datang ke lokasi, beberapa warga yang dijumpai sempat tidak menyangka kabar tersebut. Pasalnya, pelaku dikenal sebagai seorang pemuka agama yang sangat dihormati oleh warga setempat.

"UN itu dikenal warga sebagai guru ngaji, anak-anak di TPQ. Ada yang nyebut juga dengan mas kyai karena sering mengisi kegiatan ibadah pengajian di musala dan masjid juga. Warga taunya beliau sosok yang alim sekali. Jadi ketika denger kabar ini kami masyarakat kaget dan gak menyangka kalau UN yang kita kenal alim bisa melakukan hal seperti itu," tutur Lasiman salah seorang warga setempat, Senin (7/7/2025). 

Kuasa hukum orang tua korban prncabulan oknum guru ngaji di Kebumen
Kuasa hukum orang tua korban prncabulan oknum guru ngaji di Kebumen
Sumber :
  • Wawan Kurniawan/tvOne

 

Kasus ini mulai terungkap, ketika ada laporan dari masyarakat, yang anaknya menjadi salah satu korban kebejatan dari pelaku. Usai dilaporkan, ternyata masih banyak korban lain yang menjadi korban dari oknum guru ngaji tersebut.

Kuasa hukum salah satu orang tua korban Bagas Adhyaradika Vishnuaji membenarkan kejadian tersebut. Bagas secara resmi melaporkan ke pihak yang berwajib, Unit PPA Polres Kebumen pada Rabu (2/7/2025). 

"Kurang dari 1x24 jam pelaku akhirnya bisa ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Kebumen di Demak. Jadi terduga pelaku ini sempat kabur ke daerah asalnya Demak," kata Bagas, Senin (7/7/2025). 

Menurut Bagas, dugaan pelecehan yang dilakukan oknum guru ngaji ini terbongkar saat salah seorang korban menangis usai pulang ngaji. Saat ditanya ibunya, korban mengaku baru saja dinakali sama guru ngajinya. 

"Pulang ngaji nangis terus ditanya sama ibunya kenapa? Akhirnya cerita kalau abis dinakali sama guru ngajinya," jelas Bagas. 

Dijelaskan Bagas, awalnya korban yang masih berusia 9-10 tahun itu hanya bisa menangis, takut sambil mengeluh sakit di bagian kemaluannya. Ayah korban kemudian memanggil guru ngaji tersebut. 

"Guru ngaji itu kemudian sama bapaknya korban dipanggil dan ditanya perihal yang diceritakan anaknya. Kemudian guru ngaji tersebut pun mengakui. Bahkan, dia ngaku sudah berulangkali melakukannya dalam rentang waktu 2 tahun terakhir, di TPQ dan dirumahnya sendiri," lanjut Bagas. 

Dari pengakuan terduga pelaku oknum guru ngaji tersebut sudah melakukan aksi pelecehan kepada 12 anak di bawah umur yang merupakan santri ngajinya sendiri. Korban rata-rata berusia antara 9 sampai 12 tahun. 

Atas perbuatan itu, salah satu orang tua korban akhirnya melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Kebumen. 

"Kemarin secara resmi kami melaporkan perbuatan oknum guru ngaji tersebut ke pihak yang berwajib Satreskrim Unit PPA pada Rabu (2/7/2025)," pungkasnya. (wkn/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina dukung bank sampah Desa Kuta, pengelolaan sampah kawasan wisata Mandalika lebih optimal.
Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Kodam II Sriwijaya kembali menggelar Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam di Venue Dayung, kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (10/10/2026).
Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Persib akan berlaga pada 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Pihak kepolisian mengingatkan agar Bobotoh menjaga perilaku selama pertandingan.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk memburu posisi lebih tinggi saat tampil di hadapan ribuan pendukung Tanah Air.
5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki soal karier pekan depan, 12-18 Oktober 2026: Ada peluang baru menanti. Zodiakmu termasuk?

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral