News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gus Ipul Ungkap 1,9 Juta Orang Dari DTSEN Tak Layak Terima Bansos

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengungkap bahwa sebanyak 1,9 juta orang dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tercatat tidak layak menerima bantuan sosial (bansos).
Selasa, 8 Juli 2025 - 16:51 WIB
Gus Ipul Ungkap 1,9 Juta Orang Dari DTSEN Tak Layak Terima Bansos
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengungkap bahwa sebanyak 1,9 juta orang dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tercatat tidak layak menerima bantuan sosial (bansos).

Hal ini diungkapkan dirinya usai melaksanakan rapat koodinasi nasional (Rakornas) Implementasi Penggunaan DTSEN, di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Ipul menyebutkan bahwa data ini didapat saat melakukan ground checking ke lapangan bersama BPS, dengan data yang diterima dari DTSEN.

“Di DTSEN itu ternyata hasilnya dari 12 juta yang kita temui 1,9 juta diantaranya dinyatakan tidak layak untuk menerima Bansos lagi,” kata Gus Ipul.

Lebih lanjut Gus Ipul mengungkapkan bahwa DTSEN merupakan Inpres No.4 tahun 2025 yang perlu dilakukan pemutakhiran secara berkala.

Sementara itu Gus Ipul menyebutkan bahwa data ini perlu pemutakhiran agar semakin akurat dalam pemberian bansos.

“Jadi validasi akhirnya adalah BPS. BPS lah yang akan memberikan data balikan terhadap hasil-hasil pemutakhiran itu. Kita perlu melakukan pemutakhiran secara bersama-sama karena data ini dinamis tiap hari ada yang wafat, tiap hari ada yang lahir, tiap hari ada yang menikah, tiap hari ada yang pindah tempat,” terang Gus Ipul. 

“Maka itu ini harus kita lakukan terus-menerus supaya data kita makin akurat sehingga program kita tepat sasaran,” sambungnya.

Kemudian pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh sasaran penerima bansos mulai kerja sama dengan Himbara, PPATK, dan mengevaluasi penerima-penerima bansos yang lebih dari 5 hingga 10 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan seterusnya agar kita dibimbing oleh DTSEN ini untuk terus mendekati sasaran yang akurat, nah alhamdulillah ya sekarang kita temukan banyak sekali paling enggak tanda-tanda adanya ketidaktepatan sasaran itu,” tukasnya.

Kemudian Gus Ipul juga meminta agar para Dinas Sosial untuk proaktif. Jika memiliki data sendiri, maka langsung l diupayakan koordinasi dengan BPS daerah untuk dimasukkan ke DTSEN, sehingga Inpres itu dapat dilaksanakan dengan baik di daerah. (ars/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pratama Arhan Gigit Jari, Posisinya di Bangkok United Terancam usai Kedatangan Bek Korea di Tengah Ancaman Regulasi Baru

Pratama Arhan Gigit Jari, Posisinya di Bangkok United Terancam usai Kedatangan Bek Korea di Tengah Ancaman Regulasi Baru

Nasib pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, terancam berada di ujung tanduk. Kariernya bersama Bangkok United diselimuti tanda tanya usai kehadiran bek Korea.
DPR Soroti Dampak Geopolitik Global, Komisi I: RI Jangan Terseret Blok Kekuatan

DPR Soroti Dampak Geopolitik Global, Komisi I: RI Jangan Terseret Blok Kekuatan

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam membaca dinamika geopolitik global yang kian memanas, terutama di tengah konflik Iran–Israel
Pindah dari Red Sparks ke Pink Spiders dengan Kondisi Cedera, Jung Ho-young Ungkap Kondisi Terbarunya

Pindah dari Red Sparks ke Pink Spiders dengan Kondisi Cedera, Jung Ho-young Ungkap Kondisi Terbarunya

Kepindahan bintang Red Sparks, Jung Ho-young, ke Pink Spiders menjadi salah satu kejutan besar di bursa transfer pemain free agent V League musim ini.
Dari NTT ke Surabaya: Suster Yustina Temukan Toleransi dan Kampus Inklusif di Unusa

Dari NTT ke Surabaya: Suster Yustina Temukan Toleransi dan Kampus Inklusif di Unusa

Pengalaman seorang mahasiswi lintas agama di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menunjukkan bagaimana toleransi diimplementasikan di tingkat kampus.
Bursa Transfer Juventus: Alisson Becker Capai Kesepakatan Verbal dengan Bianconeri, David De Gea Bagaimana?

Bursa Transfer Juventus: Alisson Becker Capai Kesepakatan Verbal dengan Bianconeri, David De Gea Bagaimana?

Kiper Liverpool, Alisson Becker, mencapai kesepakatan verbal dengan Juventus pada bursa transfer musim panas mendatang. Di sisi lain, perekrutan David De Gea bisa dibatalkan.
Manager Kursus Bahasa Inggris di Jakut Dilaporkan Orang Tua Murid ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Verbal

Manager Kursus Bahasa Inggris di Jakut Dilaporkan Orang Tua Murid ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Verbal

Orang tua murid bernama Susandi Adam, melaporkan seorang manager kursus Bahasa Inggris berinisial V ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan verbal.

Trending

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui kakek nenek pemulung botol di jalan, lalu tawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Tangkuban Parahu bergaji Rp4,2 juta.
Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berbuntut panjang. Ini kabar terbarunya.
Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Di tengah sorotan atas insiden dirinya menjadi bahan olokan sejumlah murid, Bu Atun justru menunjukkan keteladanan lewat gaya hidup bersahaja dan pandangan humanis terhadap pendidikan.
Selengkapnya

Viral