Gini Ratio di Jakarta Masih Tinggi, Pramono Tegaskan Program KJP hingga Bansos Kesehatan Tetap Lanjut pada 2027
- Syifa Aulia/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tetap akan melanjutkan program beasiswa maupun bantuan sosial (bansos) di bidang kesehatan pada 2027.
Hal ini disampaikan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dia menjelaskan langkah itu dilakukan lantaran angka ketimpangan atau gini ratio di Jakarta masih tinggi, bahkan paling tinggi se-Indonesia.
“Saya minta untuk tidak diubah hal yang berkaitan dengan KJP, KJMU, kemudian ijazah, kemudian juga hal berkaitan dengan insentif ataupun bansos kita di kesehatan. Saya minta yang ini tidak diganggu, tidak diubah,” kata Pramono.
Pramono mempercayai bahwa salah satu cara untuk memotong garis kemiskinan adalah melalui pendidikan.
Oleh karena itu, Pemprov Jakarta akan tetap mempertahankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) pada 2027.
Pramono menjelaskan total siswa yang mendapat beasiswa KJP hingga saat ini kurang lebih mencapai 707.520.000 siswa. Sementara, untuk KJMU sebanyak 16.920.000 mahasiswa Jakarta.
“Bahkan sekarang kami sedang merancang mudah-mudahan Pak Teguh, Bu Vivi, tidak ada lagi pemotongan DBH sehingga kami bisa berkonsentrasi untuk memberikan LPDP DKI Jakarta,” jelasnya.
“Karena bagaimanapun bagi saya persoalan Gini Ratio inilah yang selalu menjadi momok utama di Jakarta,” pungkas Pramono. (saa/iwh)
Load more