GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nanang Komara Minta Regulasi Tegas dan Sinergi Kemnaker Atasi Masalah Industri Lift dan Eskalator Semrawut

Industri lift dan eskalator di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat menjamurnya perusahaan tak berizin yang merusak ekosistem persaingan usaha dan membahayakan keselamatan publik
Selasa, 15 Juli 2025 - 12:25 WIB
Nanang Komara bersama dengan Menaker RI Yassierli
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Industri lift dan eskalator di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat menjamurnya perusahaan tak berizin yang merusak ekosistem persaingan usaha dan membahayakan keselamatan publik.

Ketua Umum Aliansi Perusahaan dan Profesional Lift Eskalator (APPLE) Indonesia, Nanang Komara, menyebut kondisi industri saat ini tidak sehat dan perlu segera dibenahi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut data APPLE Indonesia, dari sekitar 200 hingga 250 perusahaan yang beroperasi di sektor lift dan eskalator, hanya 37 yang memiliki legalitas resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Artinya, lebih dari 80 persen pelaku industri di sektor ini beroperasi secara ilegal.

“Kue industrinya tetap, tapi dibagi terlalu banyak. Persaingan jadi tidak sehat. Perusahaan resmi kesulitan bersaing secara harga, dan untuk memenuhi gaji standar saja sudah berat—apalagi bicara kesejahteraan,” ujar Nanang saat ditemui usai acara Elevator Industrial Talk 2025 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Persoalan utama bukan hanya menyangkut ekonomi dan daya saing, tetapi lebih jauh menyentuh aspek keselamatan masyarakat.

Lift dan eskalator merupakan sistem transportasi vertikal yang memiliki risiko tinggi jika tidak dirancang, dipasang, dan dirawat oleh pihak yang kompeten dan bersertifikat.

“Banyak kecelakaan lift terjadi karena instalasi dan pemeliharaan dilakukan oleh perusahaan tidak berizin. Bahkan ada yang tidak punya kantor tetap dan tidak berbadan hukum, tapi tetap beroperasi bebas,” tegas Nanang.

Ia menyebut menyambut baik langkah Direktorat Bina Pengujian K3 Kemnaker yang akan melakukan inspeksi mendadak ke berbagai lokasi guna memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.

Perusahaan yang terbukti tidak memenuhi standar akan dikenai sanksi administratif maupun pidana.

“Ketika pemilik gedung sadar bahwa menggunakan vendor ilegal bisa membahayakan pengguna sekaligus menimbulkan risiko hukum, mereka akan berpikir ulang. Ini bagian dari filterisasi internal untuk menekan pelanggaran dari dalam,” jelasnya.

Selain soal legalitas, APPLE Indonesia juga menyoroti kendala dalam pengadaan komponen.

Salah satu isu krusial adalah wire rope komponen vital pada sistem pengangkutan vertikal—yang kini masuk kategori larangan terbatas (lartas).

“Masalahnya, belum ada produsen lokal yang mampu memproduksi wire rope dengan spesifikasi teknis khusus untuk elevator. Di satu sisi kita dilarang impor, di sisi lain kita belum bisa produksi sendiri. Ini kontradiktif dan memperlambat pertumbuhan industri,” ujarnya.

Tak hanya komponen, kemudahan impor unit elevator secara utuh oleh perorangan juga menjadi sorotan.

Menurut Nanang, kondisi ini membuka celah masuknya produk tanpa standar dan tanpa jaminan purna jual, yang pada akhirnya merugikan konsumen dan mengganggu ekosistem industri.

“Harusnya hanya perusahaan resmi yang bisa impor unit utuh agar ada tanggung jawab atas kualitas, instalasi, hingga layanan purna jual. Inilah yang kami sebut sebagai filterisasi eksternal,” lanjutnya.

Nanang menegaskan bahwa industri lift dan eskalator bukan sektor biasa.

Ia menyebutnya sebagai industri strategis yang sangat kompleks karena menyangkut aspek teknik, keselamatan, standar mutu, hingga perdagangan dan hukum. Oleh karena itu, penataannya tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja.

“Kami mendorong sinergi antar-kementerian. Saat ini sudah ada keterlibatan aktif dari Kemenaker, Kemenperin, Kemendag, Kementerian PUPR, BSN, hingga Bea Cukai dan Kepolisian. Tapi ke depan, kami juga akan libatkan BAPETEN, Kadin, dan Kementerian Kesehatan,” ungkap Nanang.

Ia juga mengapresiasi kehadiran lima direktorat dari kementerian dan lembaga dalam Elevator Industrial Talk 2025, yang disebut sebagai langkah awal membangun komunikasi lintas sektor secara konkret.

Hadir dalam forum itu antara lain: Direktur Bina Pengujian K3 Kemnaker, Muchamad Yusuf, Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan Kementerian PUPR, Ir. Dian Irawati, Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Penilaian Kesesuaian BSN, Heru Suseno, Perwakilan Direktorat Bina Kelembagaan K3 Kemnaker dan Direktorat ILMATE Kemenperin.

Sebagai langkah antisipatif terhadap masuknya pemain asing, APPLE Indonesia tengah menyusun pedoman regulatif yang mewajibkan perusahaan asing memiliki agen atau distributor resmi di Indonesia.

“Kami tidak ingin pasar domestik dibanjiri produk dari luar tanpa pengawasan dan tanggung jawab. Ini juga soal kedaulatan industri dan perlindungan terhadap pelaku lokal,” kata Nanang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap kegiatan seperti Elevator Industrial Talk bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten, tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai titik tolak perubahan nyata di lapangan.

“Kita harus membenahi ekosistem industri ini sekarang, sebelum kerugian yang lebih besar terjadi. Target kami jelas: industri lift dan eskalator yang legal, aman, sehat, dan menciptakan tenaga kerja profesional yang tersertifikasi,” pungkasnya.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Aksi penertiban bangunan liar yang dipimpin Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Kota Bandung mendadak berubah haru setelah seorang mahasiswa menyampaikan curhatan.
Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, menegaskan yayasan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana prasarana kampus.
Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri yang tersebar di seluruh Indonesia di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Teja Paku Alam resmi masuk pertimbangan John Herdman ke Timnas Indonesia setelah tampil impresif bersama Persib Bandung dengan catatan clean sheet terbanyak.
FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya.
LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi yang terjadi belakangan ini memantik respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM ini menilai

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral