News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggota DPR Minta Penindakan Tegas Pengoplos Beras, Rakyat Tak Boleh Jadi Korban

DPR desak penindakan tegas pengoplos beras. Praktik curang ini rugikan rakyat dan negara hingga Rp99 triliun. Negara diminta hadir lindungi konsumen dan petani.
Kamis, 17 Juli 2025 - 18:17 WIB
Ilustrasi beras.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com — Kasus pengoplosan beras yang kembali mencuat ke publik memicu reaksi keras dari Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi. Ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap praktik curang tersebut yang telah merugikan negara dan masyarakat hingga puluhan triliun rupiah.

“Praktik ini adalah kejahatan serius dan sudah berlangsung lama. Ini bukan lagi pelanggaran biasa, tapi tindakan yang menyengsarakan rakyat dan petani. Harus ditindak tegas!” ujar Eko dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (17/7).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

212 Merek Beras Diduga Oplosan

Pernyataan Eko menanggapi temuan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menyebut ada 212 merek beras yang diduga dioplos dan tidak memenuhi standar mutu maupun volume sebagaimana diatur pemerintah. 

Dugaan penyimpangan ini membuka tabir lama praktik curang dalam distribusi beras nasional yang disebut telah menyebabkan kerugian hingga Rp99 triliun.

Perlindungan Konsumen dan Petani Harus Jadi Prioritas

Eko menegaskan bahwa pengoplosan beras tidak hanya merugikan negara, tapi juga menghancurkan kepercayaan konsumen dan menekan harga di tingkat petani.

“Sudah saatnya negara berpihak pada petani dan konsumen. Jangan rakyat kecil terus jadi korban, sementara pelaku kecurangan dibiarkan bebas,” kata Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur IX (Tuban-Bojonegoro) itu.

Dorong Penegakan Hukum dan Operasi Pasar Intensif

Untuk mencegah praktik serupa terulang, Eko meminta penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh terhadap semua pelaku, termasuk produsen besar yang terlibat.

Ia juga mendorong Kementerian Pertanian dan lembaga terkait memperkuat koordinasi dalam melakukan operasi pasar dan pengawasan distribusi, baik dari sisi mutu, harga, maupun ketersediaan pasokan.

“Kami minta ini diusut sampai tuntas. Harus ada efek jera. Jangan sampai ada ruang bagi pelaku usaha nakal untuk bermain-main dengan pangan rakyat,” tegasnya.

Fungsi Kontrol DPR Akan Dimaksimalkan

Eko menyatakan DPR RI, khususnya Komisi IV, akan memaksimalkan fungsi pengawasan legislatif, termasuk melakukan inspeksi lapangan guna memastikan penindakan berjalan efektif.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Evaluasi sistem pengawasan distribusi beras harus dilakukan menyeluruh,” tandasnya.

Negara Harus Hadir untuk Pangan Rakyat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai penutup, Eko mengingatkan bahwa ketersediaan dan kualitas pangan adalah hak dasar masyarakat yang harus dilindungi oleh negara. Karena itu, seluruh sistem distribusi pangan, khususnya beras sebagai komoditas utama, tidak boleh dikuasai oleh praktik-praktik curang yang hanya menguntungkan segelintir orang.

“Negara harus hadir. Jangan sampai kepercayaan rakyat terkikis karena pemerintah gagal menindak tegas para pelaku pengoplosan,” ujarnya. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral