News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kematian Arya Daru Masih Misteri, Diplomat Senior ini Tampar Keras Kementerian Luar Negeri Karena Telah Abaikan Soal…

Tragedi kematian Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan (ADP) masih menjadi sebuah misteri. mantan Diplomat senior ini tampar keras Kemenlu
Minggu, 27 Juli 2025 - 21:29 WIB
Diplomat Senior, Ple Priatna tampar keras Kemenlu dalam penanganan kasus Arya Daru
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Tragedi kematian Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan (ADP) masih menjadi sebuah misteri.

Diplomat muda, Arya Daru ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kostnya pada Selasa (8/7/2025) dengan kondisi kematian yang tidak wajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada bagian wajah dan kepalanya terlilit oleh lakban kuning, hal ini yang membuat publik bertanya-tanya soal motif kematian Diplomat Kemenlu ini.

tvonenews

Bahkan, CCTV masih merekam aktivitas Arya Daru pada hari Senin (7/7/2025) malam atau beberapa jam sebelum kematiannya.

Terlihat pada rekaman CCTV, Arya Daru masih sempat membuang sampah, pulang dari kantor, serta adanya penjaga kost yang terlihat mondar-mandir di depan kamar sang Diplomat.

Hingga saat ini, polisi yang didampingi oleh Kompolnas bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan dari kasus kematian diplomat muda, Arya Daru ini.

Publik memantau dan seakan bertanya apakah alasan atau motif dari kematian Arya Daru. 

Namun, mantan Diplomat senior Kementerian Luar Negeri Indonesia, Ple Priatna menampar keras Kemenlu dalam mendampingi kasus ini.

Melansir pada tayangan YouTube Bambang Widjojanto, Ple Priatna sempat bertanya bagaimana caranya ia bisa sampai ke atap atau lantai 12 kantor Kemenlu. 

“Rooftop di atap, saya sendiri tidak tahu, karena di bawah itu (lantai 10) ada lantai pusat komunikasi. Orang bisa naik ke lantai 11 atau 12 itu bagaimana naiknya,” ungkap Diplomat senior, Ple Priatna pada tayangan YouTube Bambang Widjojanto.

Dirinya berpikir, sebelum sampai ke atap kantor Kemenlu, ada dua lantai yang ramai dengan orang saat Arya lewati, serta akses untuk kesana terlebih menaruh barang diatap.

Namun, Priatna sangat menyayangkan tindak penanganan Kementerian Luar Negeri dalam mengawal kasus Diplomat-nya.

Diplomat Senior Kementerian Luar Negeri, Ple Priatna
Diplomat Senior Kementerian Luar Negeri, Ple Priatna
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto

 

Ia menyarankan kepada Kemenlu untuk membentuk satgas dari lintas kementerian yang bergerak seperti Kompolnas.

“Keinginan saya ya, misalnya kenapa tidak Kementerian Luar Negeri membentuk Satgas lintas Kementerian yang bergerak seperti Kompolnas saja begitu,” jelas Ple Priatna.

Meski penyelidikan kasus sudah diserahkan kepada pihak kepolisian dan Kompolnas, akan tetapi menurutnya perlu adanya perhatian dari Kemenlu sebagai keterlibatan institusi.

“Polisi memang sudah melakukannya, kita dampingi saja seperti Kompolnas. Reka ulang tempatnya, datang ke TKP,” ujarnya.

“Tapi harus ada satu Satgas yang menurut saya supaya ada keterlibatan institusi Kemlu sendiri karena ada warganya yang tewas. Concern itu yang seharusnya timbul,” sambungnya.

Menurutnya, pembentukan Satgas yang bergerak dalam tim investigasi bersama dengan melibatkan segala unsur intelijen negara.

Priatna mengatakan seharusnya Kemenlu memiliki rasa kepedulian yang tinggi dari institusi dimana Arya Daru bekerja.

“Kepeduliannya hanya ‘Kami sudah serahkan kepada polisi’, that's fine, kita percaya itu,” kata Priatna.

“Tapi tidak ada salahnya kita juga membentuk tim satgas investigasi bersama,” lanjutnya.

Begitu juga dengan Bambang Widjojanto, mantan Wakil Ketua KPK ini menekankan kasus ini menjadi penting, namun bukan hanya untuk menguak misteri kematian Arya Daru saja.

Tetapi, keterlibatan lembaga juga untuk memberi atensi menjadi sangat penting. 

“Dan kelihatan Kemenlu itu gagap bahwa dia tidak ingin melindung Diplomatnya,” kata Bambang Widjojanto.

Selain itu, Priatna juga menilai Kemenlu tidak memiliki rasa Jiwa Korsa akan kepedulian kepada Diplomat-nya.

“Tidak ada rasa jiwa Korsa bahwa seseorang ini warga Kemlu yang meninggal,” tutur mantan Diplomat senior itu.

“Serahkan kepada Polri, fine. Tapi ya alangkah baiknya, kan tidak ada cost yang besar, bentuk investigasi dari Kemhan, Kemlu, BIN, BAIS, ya kan,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya pembentukkan Satgas ini sebagai perhatian Kemenlu kepada saudara yang meninggal.

“Kita tidak ingin saling menyudutkan, kita saling memberikan perhatian kepada seseorang, saudara kita yang meninggal kan, gitu saja bahasanya,” pungkasnya. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.
Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor turut menyorot perhatian publik.
Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Inisiasi CSR  Berbasis Potensi Lokal di 3 Daerah

Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Inisiasi CSR  Berbasis Potensi Lokal di 3 Daerah

Pertamina Patra Niaga mendesain program CSR berbasis potensi lokal di 3 daerah untuk mendorong perempuan lebih mandiri, produktif, dan berperan aktif di lingkungan.
Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

PolyPhil, perawatan berbasis polynucleotide dari DNA trout. Kenali cara kerja, potensi manfaat, bukti penelitian, dan keterbatasannya. Sebagai salah satu bahan

Trending

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor turut menyorot perhatian publik.
Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral