News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teknologi SEMAR untuk Menggenjot Produksi Minyak Nasional

kini ada teknologi baru yang dikembangkan oleh peneliti asal ITB Wisnu Nugroho. eknologi Mutakhir Nasional ini dinamai dengan SEMAR yaitu singkatan dari Solution by chEmical Modifier to enhAnce Recovery.
Selasa, 29 Juli 2025 - 15:43 WIB
SEMAR
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvOnenews.com - Produksi minyak Indonesia terus turun dengan laju 6% per tahun sehingga produksi minyak saat inihanya sekitar 570 ribu barel per hari. Produksi tersebut dikuras dari cadangan eksisting atau remaining reserve yang hanya 4,3 miliar barel. Bahkan bila tanpa tambahan cadangan, dengan 10.000 sumur baru pun produksi minyak tetap sulit meningkat. 

Sehingga bila tidak ada cadangan baru maka produksi minyak akan mencapai 400 ribu barel per hari beberapa tahun lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harapan masih ada, karena ada Unrecoverable Resource 48 miliar barel yaitu minyak yang tidak dapat diproduksi dengan cara produksi konvensional. Upaya mengubah Unrecoverable Resource menjadi Cadangan (Remaining Reserve) dikenal dengan Enhance Oil Recovery, disingkat EOR.

Kegiatan EOR yang paling sukses di Indonesia yaitu Injeksi Uap pada lapangan Duri di Riau tahun 1988, mampu meningkatkan produksi minyak dari 40.000 barel per hari menjadi 300.000 barel per hari. Namun injeksi uap hanya layak pada reservoir dangkal, kurang dari 500 meter. Sehingga EOR dengan kimia, baik Surfaktan maupun Polimer adalah pilihan untuk reservoir dengan kedalaman diatas 500 meter. 

Namun EOR Kimia konvensional yang dikenal saat ini belum memberi kinerja yang ekonomis. Ini disebabkan konsep teknologi dari EOR kimia konvensional tidak berkembang secara teknologi sejak 50 tahun lalu sehingga peningkatan produksi minyak secara umum tidak ekonomis.

Namun kini ada teknologi baru yang dikembangkan oleh peneliti asal ITB Wisnu Nugroho. eknologi Mutakhir Nasional ini dinamai dengan SEMAR yaitu singkatan dari Solution by chEmical Modifier to enhAnce Recovery.

Sejak dekade 60-an sudah dilakukan riset dan implementasi Surfaktan, Polimer dan Micellar. Dan akhirnya diketahui bahwa peningkatan cadangan dengan teknologi Micellar lebih efektif dan efisien secara teknis dibandingkan dengan teknologi Surfaktan Polimer, dikenal dengan ASP.

"Walaupun sangat berhasil secara teknis, namun Teknologi Micellar konvensional tersebut sangat mahal karena menggunakan konsentrasi Surfaktan dan bahan kimia lain 15% sampai 20%. Sehingga tidak ekonomis untuk diterapkan secara luas," kata Wisnu kepada tvOnenews, Selasa (29/7/2025).

Temuan Nasional Teknologi SEMAR, diharapkan melipatgandakan cadangan dari kondisi sekarang dan mencapai target produksi pemerintah 1 juta barrel per hari. Peningkatan produksi minyak meningkatkan pendapatan negara dan Pertamina dari produksi minyak.

Pertamina pun sudah memperkenalkan SEMAR (Smart Chemical Modifier for Enhance Oil Recovery) ke dunia perminyakan internasional pada ajang World Petroleum Congress di Doha, Qatar apda 2011 lalu..

Hal ini disampaikan VP Corporate Communication Pertamina M. Harun dalam siaran persnya Selasa (6/12). 
Menurutnya, karya putra putri terbaik Indonesia ini terbukti mampu meningkatkan produksi minyak hingga 200 persen. Pengenalan SEMAR ke dunia internasional merupakan salah satu pintu masuk Pertamina untuk mencari peluang kerjasama dengan perusahaan minyak mancanegara dalam menggarap lapangan minyak di luar negeri dengan mengedepankan keunggulan teknologi. Teknologi ini sangat sesuai diaplikasikan di lapangan-lapangan di Amerika Selatan, Afrika dan Timur Tengah yang memiliki karakter minyak berat.

SEMAR merupakan teknologi kimia yang dirancang khusus untuk menurunkan kadar kekentalan minyak mentah di reservoir. Teknologi ini dapat diterapkan di lapangan minyak yang memiliki karakter minyak berat di bawah 20 derajat standar API (American Petroleum Institute). 

Teknologi ini memiliki keunggulan yang signifikan jika dibandingkan dengan teknologi uap. Pada tahap uji coba, SEMAR mampu menurunkan kekentalan minyak dari 253 cp (centi poice / satuan kekentalan, red) menjadi 2 cp dengan suhu 60 °C (celcius). Sedangkan jika menggunakan uap panas akan membutuhkan suhu yang sangat tinggi sekitar 300-350°C. Teknologi SEMAR tidak memberikan dampak potensi kerusakan pada reservoir dan fasilitas produksi seperti yang dapat ditimbulkan oleh teknologi injeksi uap panas. Dengan demikian teknologi ini ramah lingkungan.

Teknologi kimia ini mulai dikembangkan sejak tahun 2004. Uji coba telah dilakukan di lapangan minyak Zamrud di Sumatera pada tahun 2007-2008, serta lapangan Arahan dan Banjarsari di Jawa pada tahun 2009-2010. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Uji coba dengan metode huff and puff (injeksi-rendam-produksi) di Lapangan Zamrud yang memiliki temperatur reservoir mencapai 256 °F (farenheit) tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan produksi sekitar 400 barel per hari pada sumur sumur yang sebelumnya sudah tidak berproduksi atau berproduksi di bawah 10 barel per hari. Sementara itu, metode continuous injection (injeksi yang dilakukan secara terus menerus) di lapangan Arahan dan Banjarsari pada tahun 2009-2010 berhasil meningkatkan produksi hingga 200 persen dengan penambahan minyak yang diproduksikan mencapai 35.260 barel minyak. Penggunaan SEMAR tidak hanya terbatas pada lapangan minyak yang sudah memasuki fase pengurasan minyak tahap lanjut saja dan teknologi ini dapat disesuaikan dengan karakter reservoir lapangan.

Dalam memperkenalkan SEMAR, Pertamina berencana untuk membidik kegiatan hulu perminyakan yang beroperasi di wilayah sebaran minyak berat di seluruh dunia antara lain Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Timur tengah, Asia dan Australia. (ebs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tren Rekrutmen Digital Dorong Penggunaan e-Meterai

Tren Rekrutmen Digital Dorong Penggunaan e-Meterai

Proses rekrutmen kini semakin bergeser ke sistem digital, termasuk dalam pengelolaan dokumen administrasi.
Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Anda mungkin juga bertanya-tanya, dari mana saja sumber kekayaan yang dimiliki Dedi Mulyadi. Inilah beberapa sumber penghasilan yang dimiliki Dedi Mulyadi.
Panduan Adopsi, Makanan, Nutrisi dan Kesehatan Hewan Peliharaan yang Wajib Diketahui Pecinta Anabul

Panduan Adopsi, Makanan, Nutrisi dan Kesehatan Hewan Peliharaan yang Wajib Diketahui Pecinta Anabul

Adopsi hewan peliharaan sering kali dipahami secara keliru sebagai tindakan spontan tanpa pertimbangan matang. Banyak pemilik hewan belum memahami bahwa keputusan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jawab 'Menohok' Soal Kabar Viral Ormas Kuasai Perlintasan Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jawab 'Menohok' Soal Kabar Viral Ormas Kuasai Perlintasan Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi merespons kabar viral di media sosial mengenai pintu pintu sementara perlintasan kereta api di Jalan Ampera kawasan Bekasi Timur.
Ramalan Karier Weton 2 Mei 2026: Rabu Kliwon Dapat Laba Besar, Jumat Pahing Kena Persaingan Ketat

Ramalan Karier Weton 2 Mei 2026: Rabu Kliwon Dapat Laba Besar, Jumat Pahing Kena Persaingan Ketat

Berikut adalah lima weton yang diprediksi mengalami dinamika signifikan dalam karier mereka pada tanggal 2 Mei 2026.
5 Weton yang Perlu Mawas Diri pada Tanggal 2 Mei 2026: Senin Pahing Tunda Dulu Pembicaraan Serius

5 Weton yang Perlu Mawas Diri pada Tanggal 2 Mei 2026: Senin Pahing Tunda Dulu Pembicaraan Serius

Pada tanggal 2 Mei 2026, terdapat beberapa weton yang diprediksi akan menghadapi hambatan atau "apes" jika tidak berhati-hati dalam bertindak.

Trending

Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Anda mungkin juga bertanya-tanya, dari mana saja sumber kekayaan yang dimiliki Dedi Mulyadi. Inilah beberapa sumber penghasilan yang dimiliki Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jawab 'Menohok' Soal Kabar Viral Ormas Kuasai Perlintasan Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jawab 'Menohok' Soal Kabar Viral Ormas Kuasai Perlintasan Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi merespons kabar viral di media sosial mengenai pintu pintu sementara perlintasan kereta api di Jalan Ampera kawasan Bekasi Timur.
Panduan Adopsi, Makanan, Nutrisi dan Kesehatan Hewan Peliharaan yang Wajib Diketahui Pecinta Anabul

Panduan Adopsi, Makanan, Nutrisi dan Kesehatan Hewan Peliharaan yang Wajib Diketahui Pecinta Anabul

Adopsi hewan peliharaan sering kali dipahami secara keliru sebagai tindakan spontan tanpa pertimbangan matang. Banyak pemilik hewan belum memahami bahwa keputusan
Tren Rekrutmen Digital Dorong Penggunaan e-Meterai

Tren Rekrutmen Digital Dorong Penggunaan e-Meterai

Proses rekrutmen kini semakin bergeser ke sistem digital, termasuk dalam pengelolaan dokumen administrasi.
Top 3 Timnas Indonesia: Ole Romeny-Jay Idzes Diizinkan Main, John Herdman Disentil Pelatih Brasil, hingga Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir

Top 3 Timnas Indonesia: Ole Romeny-Jay Idzes Diizinkan Main, John Herdman Disentil Pelatih Brasil, hingga Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir

Berikut tiga rangkuman berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com. Mulai dari FIFA ASEAN Cup hingga pertemuan FIFA dan PSSI
Panggilan ‘Baru’ Megawati Hangestri dari Media Korea, Bukan Lagi Megatron

Panggilan ‘Baru’ Megawati Hangestri dari Media Korea, Bukan Lagi Megatron

Megawati Hangestri kembali ke V-League 2026/2027 dengan julukan baru dari media Korea. Simak selengkapnya.
Demo Hari Ini, Ratusan Ribu Buruh Kepung Jakarta Peringati May Day Hindari Titik-titik Zona Kuning Ini

Demo Hari Ini, Ratusan Ribu Buruh Kepung Jakarta Peringati May Day Hindari Titik-titik Zona Kuning Ini

Ratusan ribu buruh diprediksi padati ibu kota Jakarta dalam memperingati May Day atau Hari Buruh 2026 hari ini Jumat (1/5/2026).
Selengkapnya

Viral