News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Presiden Prabowo dan Langkah Berani Rekonsiliasi Lewat Amnesti

Presiden Prabowo ambil langkah strategis lewat amnesti demi rekonsiliasi politik dan keadilan sosial, perkuat arah baru demokrasi Indonesia.
Minggu, 3 Agustus 2025 - 15:15 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya terhadap prinsip demokrasi dan persatuan nasional melalui pemberian amnesti kepada lebih dari seribu narapidana, termasuk beberapa tokoh publik yang pernah berseberangan secara politik. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat dari pemerintahan Prabowo bahwa rekonsiliasi dan penyembuhan sosial menjadi prioritas dalam membangun Indonesia ke depan.

Amnesti sendiri adalah pengampunan yang diberikan oleh kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang atas tindak pidana tertentu, dan dapat menghapus segala akibat hukum dari tindak pidana tersebut. Tidak seperti grasi yang bersifat individual dan bersandar pada pertimbangan kemanusiaan, amnesti bersifat kolektif dan biasanya berkaitan dengan kepentingan politik, perdamaian, atau stabilitas nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Presiden memiliki kewenangan untuk memberikan amnesti sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat (2) UUD 1945. Namun, langkah ini tidak bisa diambil secara sepihak. Presiden harus terlebih dahulu meminta pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang kemudian memberikan persetujuannya sebelum amnesti resmi diberlakukan.

Kebijakan ini mendapat respons positif dari publik. Banyak pihak menilai bahwa amnesti yang dikeluarkan Presiden Prabowo bukan sekadar kebijakan hukum, melainkan bentuk nyata dari upaya membangun keutuhan bangsa dan meredakan ketegangan sosial-politik yang selama ini mengendap. Salah satu tokoh yang turut merasakan dampak langsung dari kebijakan ini adalah Yulian Paonganan, atau yang akrab disapa Ongen.

Dalam pernyataan tertulisnya, Ongen menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto. ā€œKami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang tulus dan mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas pemberian amnesti terhadap kasus UU ITE yang menimpa saya sejak akhir 2015. Ini merupakan momen yang sangat berarti bagi saya dan keluarga,ā€ ujar Ongen.

Ongen juga menyebut Presiden Prabowo sebagai sosok yang layak disebut sebagai Bapak Demokrasi Indonesia. Menurutnya, Prabowo adalah pemimpin yang menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam menerima kekalahan politik di masa lalu, tanpa menggunakan cara-cara inkonstitusional. ā€œBeliau tidak pernah menggunakan cara anarkis. Justru menerima kekalahan dengan jiwa besar. Itu menunjukkan komitmen terhadap demokrasi yang sesungguhnya,ā€ tegas Ongen.

Lebih lanjut, Ongen menilai pemberian amnesti ini bukan semata-mata soal dirinya. Ia melihatnya sebagai bagian dari langkah berani Presiden untuk merangkul semua pihak, termasuk lawan-lawan politik. ā€œIni bukan hanya langkah hukum, ini adalah sejarah baru dalam wajah demokrasi kita. Meski masih ada saja yang nyinyir, rakyat yang jernih akan tahu bahwa ini bukti seorang pemimpin yang memikirkan rekonsiliasi, bukan rivalitas,ā€ katanya.

Sebagai pendukung lama Prabowo dan lulusan doktoral IPB di bidang kelautan, Ongen sempat mendekam dalam jeratan hukum akibat unggahan media sosial yang dinilai menghina Presiden Jokowi pada 2015. Ia ditangkap, diproses hukum, dan bertahun-tahun memperjuangkan pembebasan hukumnya. Kini, ia menyebut bahwa keputusan amnesti dari Presiden Prabowo menandai akhir dari perjuangan panjang itu.

ā€œPerjalanan kasus ini sangat melelahkan dan menguras energi saya selama hampir 10 tahun. Tapi pada hari ini, 1 Agustus 2025, saya mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo. Sekali lagi, terima kasih, Bapak Presiden. Tuhan memberkati,ā€ ungkap Ongen.

Tak hanya itu, Ongen juga menyampaikan harapan terbaik bagi mantan Presiden Joko Widodo. ā€œUntuk Pak Jokowi, saya ucapkan selamat menjalani hidup sebagai warga negara biasa pascalengser. Saya berharap beliau tetap sehat dan diberkati oleh Tuhan dalam setiap langkah hidupnya,ā€ pungkas Ongen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan bahwa total ada 1.178 narapidana yang menerima amnesti dalam gelombang kebijakan kali ini, termasuk Hasto Kristiyanto dan Ongen. ā€œAmnesti ini diberikan kepada 1.178 orang. Salah satunya adalah Pak Hasto Kristiyanto. Yang lainnya adalah Yulius Paonganan atas kasus ITE terkait penghinaan terhadap kepala negara,ā€ ujarnya.

Kebijakan ini sekaligus memperkuat citra Presiden Prabowo sebagai pemimpin yang tidak hanya tegas, tapi juga adil, terbuka, dan berjiwa besar dalam menyatukan seluruh elemen bangsa di bawah semangat demokrasi yang utuh. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Penyerang naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son, harus pulang ke Vietnam usai mengalami cedera hamstring. Dia tidak bisa bermain lagi hingga FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir.
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 walaupun gagal mengalahkan Malaysia. Duel tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengungkapkan titik balik kekalahan mereka dari unggulan kedua China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026).
Viral Oknum Mutawif Diduga Hina Jamaah Umrah, Ternyata Begini Syarat Seseorang menjadi Pendamping Ibadah Umrah

Viral Oknum Mutawif Diduga Hina Jamaah Umrah, Ternyata Begini Syarat Seseorang menjadi Pendamping Ibadah Umrah

Media sosial dihebohkan dengan viralnya video oknum mutawif yang diduga hina jamaah umrah. Dia menyampaikan pesan menohok seakan menyinggung jamaah lansia.
Kesaksian Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Cerita Momen Kesapu Ombak Besar hingga Kena Baling-baling Kapal

Kesaksian Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Cerita Momen Kesapu Ombak Besar hingga Kena Baling-baling Kapal

Ferry dan Lestari, pasutri yang menjadi korban selamat dari insiden KM Virgo Transport 8 menceritakan detik-detik keduanya tersapu ombak besar di Laut Jawa.
Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Siang Ini Ada Indonesia vs Iran, Wajib Menang Demi Tiket Perempat Final

Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Siang Ini Ada Indonesia vs Iran, Wajib Menang Demi Tiket Perempat Final

Link live streaming voli Asian Games 2026 hari ini, Selasa (29/9/2026), ada laga seru antara Timnas Voli Putra Indonesia vs Iran. Skuad Merah Putih wajib menang demi memastikan tiket ke babak perempat final.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral