GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rekam Jejak Bupati Pati Sudewo Diduga Terseret Skandal Suap Dana Korupsi DJKA, yang Kini Masih Jadi Target KPK

Berikut rekam jejak kontroversi Bupati Pati, Sudewo diduga terima suap dana korupsi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub yang masih diselidiki KPK.
Minggu, 17 Agustus 2025 - 16:03 WIB
Bupati Pati Sudewo
Sumber :
  • Istimewa/VIVA

Jakarta, tvOnenews.com - Rekam jejak kontroversi Bupati Pati, Sudewo diduga terima suap dana korupsi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) mencuri perhatian publik.

Isu dugaan Sudewo terseret kasus suap dana di wilayah DJKA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencuat di tengah demo besar-besaran warga Pati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belakangan ini, Sudewo membuat warga Kabupaten Pati marah yang memprotes kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Sudewo membuat kebijakan tarif PBB-P2 naik menjadi sebesar 250 persen. Hal ini mengingat pendapatan pajak di Kabupaten Pati sangat rendah.

Pendapatan PBB-P2 dinilai lebih rendah dari Kabupaten Jepara, Rembang, hingga Kudus.

Bupati Pati, Sudewo (kiri).
Bupati Pati, Sudewo (kiri).
Sumber :
  • Antara

 

Kebijakan Sudewo memicu gelombang penolakan, warga Bupati merencanakan aksi demo besar-besaran di Kantor Bupati Pati pada 13 Agustus 2025.

Usut punya usut dalam video yang merebak di media sosial, Sudewo mengaku tidak takut hingga menantang rencana aksi demonstrasi warga Pati.

"Silakan lakukan. Jangan cuma 5.000 orang, 50.000 orang aja suruh ngerahkan, saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan," kata Sudewo dikutip tvOnenews.com dari video viral di media sosial, Minggu (17/8/2025).

Aksi demo pada 13 Agustus 2025 berujung pecah. Sudewo langsung meminta maaf dalam video klarifikasi diunggah di Instagram pribadinya.

Rekam Jejak Bupati Pati Sudewo Diduga Terseret Kasus Suap Dana Korupsi DJKA

Bupati Pati Sudewo, S.T., M.T.
Bupati Pati Sudewo, S.T., M.T.
Sumber :
  • Pemkab Pati

 

Isu lama Sudewo diduga terlibat kasus korupsi dalam suap pengadaan barang-jasa pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta kembali heboh.

Daftar proyek dalam kasus dugaan suap di DJKA Kemenhub, seperti pembangunan jalur kereta di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ada juga dugaan kasus suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api Ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kaliyoso di Jawa Tengah.

Kemudian, proyek lainnya meliputi perbaikan pelintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.

Kasus dugaan suap dana korupsi ini menjadikan 10 orang dari 25 orang yang terjaring ditetapkan sebagai tersangka.

Dugaan suap aliran dana ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (11/4/2023).

Sudewo saat itu belum menjadi Bupati Pati, ia masih menjabat anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Ia diperiksa KPK sebagai saksi, Kamis (3/8/2023). Tujuannya memenuhi kebutuhan berkas perkara terpidana Putu Sumarjaya, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah.

Putu dinyatakan menerima suap Rp3,4 miliar dalam putusan Pengadilan Tipikor Semarang pada 18 Januari 2024.

Penerimaan suap Rp3,4 miliar tersebut berasal dari kontraktor tiga proyek tersebut, sehingga dapat vonis hukuman lima tahun penjara.

Status Sudewo belum jelas. Namun belakangan ini, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo bersuara atas peran Bupati Pati itu di perkara kasus tersebut.

Budi mengatakan, Sudewo diduga salah satu pihak penerima aliran commitment fee atau dana proyek tersebut hingga masuk ke kantong pribadinya.

Pasalnya dalam sidang tersebut, uang milik Sudewo kurang lebih sekitar Rp3 miliar pernah disita KPK di kediamannya.

Baru-baru ini, Sudewo akhirnya mengembalikan uang dugaan hasil korupsi di DJKA Kemenhub.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan, KPK tetap memproses unsur pidana Sudewo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapus pidananya," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Status kontrak Joao Felix dengan Al Nassr sedang menjadi perbincangan. Salah seorang junalis Arab Saudi membongkar detail kontrak pemain Portugal tersebut.
Buntut Kasus Kematian Mahasiswa di Cikarang, Polres Metro Bekasi Selidiki Peredaran Obat Ilegal

Buntut Kasus Kematian Mahasiswa di Cikarang, Polres Metro Bekasi Selidiki Peredaran Obat Ilegal

Buntut kasus kematian mahasiswa berinisial PAF (20) di sebuah apartemen, kawasan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Polres Metro Bekasi bakal selidiki peredaran
Tidak Perlu Cemas, Penderita GERD Bisa Kok Puasa Ramadhan Kata dr Zaidul Akbar kalau Memenuhi Syarat ini

Tidak Perlu Cemas, Penderita GERD Bisa Kok Puasa Ramadhan Kata dr Zaidul Akbar kalau Memenuhi Syarat ini

H-1 lagi umat muslim NU atau yang ikut pemerintah akan menjalani puasa ramadhan. Sementara teman-teman Muhammadiyah perhari ini (18/2).
Update Harga iPhone 13 Series  18 Februari 2026, Makin Murah

Update Harga iPhone 13 Series 18 Februari 2026, Makin Murah

Update harga iPhone 13 Series per tanggal 18 Februari 2026 di Indonesia. Simak daftar harga terbaru iPhone 13 mini, iPhone 13, hingga iPhone 13 Pro Max di sini.
Bakal Hadiri KTT Dewan Perdamaian yang Dipimpin Trump, Prabowo Subianto Tiba di Washington DC

Bakal Hadiri KTT Dewan Perdamaian yang Dipimpin Trump, Prabowo Subianto Tiba di Washington DC

Presiden Prabowo Subianto tiba di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2)
Sugiono Beberkan Isi Pembicaraan Pertemuannya dengan Sekjen PBB Antonio Guterres

Sugiono Beberkan Isi Pembicaraan Pertemuannya dengan Sekjen PBB Antonio Guterres

Menteri Luar Negeri Sugiono beberkan isi pembicaraan pertemuannya dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, di Markas Besar PBB, New York, pada Senin (16/2/2026)

Trending

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Osimhen Jadi Dalang Utama, Galatasaray Pesta Gol Lawan Juventus!

Osimhen Jadi Dalang Utama, Galatasaray Pesta Gol Lawan Juventus!

Galatasaray tampil dominan saat menghancurkan Juventus yang bermain dengan 10 pemain dengan skor telak 5-2 pada leg pertama play-off babak 16 besar UEFA Champions League, Rabu (18/2/2026).
Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan zodiak besok, 19 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Simak prediksi cinta, karier, hingga keuangan lengkapnya di sini.
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT