News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aksi Epik Warga Pati Kalungkan Obat Masuk Angin ke KPK, Bukan Cuma soal Sudewo: Biar Gak "Masuk Angin"

Warga Pati yang menggeruduk KPK untuk menuntut kejelasan kasus Bupati Sudewo secara simbolik mengalungkan obat masuk angin ke Juru Bicara KPK supaya lembaganya tidak "masuk angin".
Selasa, 2 September 2025 - 03:46 WIB
Masyarakat Pati Bersatu mengalungkan obat masuk angin ke Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebagai simbol agar KPK tidak "masuk angin".
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Momen epik terjadi saat ratusan warga Pati menggeruduk Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Senin (1/9/2025). 

Bagaimana tidak, kelompok yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu  itu tak hanya datang membawa tuntutan, tetapi sekaligus memberikan jamu tolak angin kepada KPK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi ini secara simbolik dilakukan dengan cara mengalungkan rentengan obat masuk angin kepada Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat audiensi.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk satir keras karena KPK dinilai “masuk angin” lantaran belum juga menetapkan tersangka maupun menangkap Bupati Pati, Sudewo.

Koordinator aksi, Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa aksi obat masuk angin untuk KPK tersebut juga sebagai peringatan agar lembaga antirasuah tetap konsisten menegakkan hukum dan tidak terpengaruh tekanan pihak manapun alias "masuk angin".

“Dikasih tolak angin sama warga. Simbol, kayaknya KPK itu masuk angin dan biar nggak masuk angin,” kata Botok kepada wartawan seusai audiensi.

Ratusan warga Pati, Jawa Tengah, saat selawatan di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Ratusan warga Pati, Jawa Tengah, saat selawatan di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Sumber :
  • ANTARA

 

Dalam audiensi tersebut, Botok mengklaim bahwa KPK menyatakan akan berkoordinasi secara internal untuk menyiapkan surat rekomendasi penonaktifan Bupati Pati, Sudewo, dari jabatannya.

"Intinya dari audiensi tersebut KPK akan berkoordinasi hari ini untuk menerbitkan surat rekomendasi penonaktifan Bapak Bupati Pati Sudewo," ujar Botok.

Meski begitu, ia menegaskan belum ada kepastian waktu. "Hasilnya kita disuruh menunggu ya, untuk jamnya belum ada, belum ada kepastian. Yang intinya dari KPK akan berkoordinasi secara internal untuk menerbitkan surat rekomendasi penonaktifan Bapak Bupati Pati Sudewo ke Kemendagri dan Presiden Prabowo, nanti kita akan minta salinannya," sambungnya.

Diketahui bahwa sekitar 350 warga Pati telah berorasi di Gedung KPK sejak pagi hari. Aksi kolosal mereka ini adalah lanjutan suara kekecewaan atas laporan dan surat yang sudah dikirim sebelumnya tak kunjung ditindaklanjuti KPK.

Massa menilai lambannya penetapan tersangka terhadap Sudewo memperlihatkan kurangnya keseriusan KPK dalam mengusut kasus yang diduga melibatkan Bupati Pati tersebut.

Respons KPK terhadap Aksi Warga Pati

Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Sumber :
  • ANTARA

 

Masyarakat Pati Bersatu akhirnya membubarkan diri pada Senin sore setelah mendapatkan surat jawaban atas tuntutan mereka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pihaknya telah surat jawaban atas tuntutan yang disampaikan dalam audiensi dengan KPK pada pagi hingga siang hari.

Budi mengungkap, poin surat yang diberikan KPK tersebut sama dengan yang disampaikan dirinya saat berbincang dengan warga Pati, yakni terkait Bupati Pati Sudewo (SDW) dan kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Bahwa KPK saat ini masih terus berprogres dalam penyidikan perkara terkait dengan pembangunan jalur kereta di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan, yang mana itu juga menjadi perhatian warga Pati terkait dengan dugaan keterlibatan saudara SDW,” jelas Budi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Budi mengatakan surat tersebut berisi penjelasan KPK bahwa pemberian surat rekomendasi penonaktifan Bupati Pati Sudewo di luar kewenangan lembaga antirasuah tersebut.

“Tentu itu di luar kewenangan KPK. Jadi, yang menjadi kewenangan, tugas dan fungsi KPK adalah terkait dengan penegakan hukum penanganan tindak pidana korupsinya, sehingga KPK fokus terhadap penanganan perkara ini,” jelasnya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BREAKING
NEWS
Kepala BGN Nanik S. Deyang Undur Diri, Pamit hingga Sampaikan Permintaan Maaf ke Prabowo

Kepala BGN Nanik S. Deyang Undur Diri, Pamit hingga Sampaikan Permintaan Maaf ke Prabowo

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengundurkan diri pada Rabu (22/7/2026). Dia pamit dan meminta maaf ke Presiden Prabowo.
Polisi Sebut Atlet Golf Jesslyn Wijaya Tinggalkan Indonesia Pasca Sehari Diduga Diculik

Polisi Sebut Atlet Golf Jesslyn Wijaya Tinggalkan Indonesia Pasca Sehari Diduga Diculik

Polres Metro Jakarta Pusat masih mendalami insiden dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya, yang terjadi di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Soal Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Ungkap Tidak Ada Permintaan Uang Tebusan

Soal Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Ungkap Tidak Ada Permintaan Uang Tebusan

Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap fakta baru dibalik dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya, yang terjadi di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Surat Permintaan Maaf Red Sparks Soal Kasus Pelecehan Seksual Tuai Kritik, Volimania Siapkan Petisi ke Pemerintah Korea Selatan

Surat Permintaan Maaf Red Sparks Soal Kasus Pelecehan Seksual Tuai Kritik, Volimania Siapkan Petisi ke Pemerintah Korea Selatan

Permintaan maaf resmi yang dirilis oleh Red Sparks terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu pelatih nyatanya justru memicu gelombang kritik dari volimania setempat. Bahkan penggemar dikabarkan menyiapkan petisi ke Pemerintah Korea Selatan.
BREAKING
NEWS
Alasan Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri: Fokus Pengobatan Jantung

Alasan Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri: Fokus Pengobatan Jantung

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengundurkan diri karena alasan kesehatan, yakni fokus menjalani pengobatan jantung. 
Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel Mulai Terungkap, Korban Ditusuk 10 Kali

Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel Mulai Terungkap, Korban Ditusuk 10 Kali

Kebrutalan pelaku dalam kasus pembunuhan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) Arif Budi Sampurna mulai terungkap.

Trending

Persib Bawa Kandidat Doktor Sebagai Pelatih Fisik, Karlo Reinholz Tertantang Kejamnya Kompetisi di Indonesia

Persib Bawa Kandidat Doktor Sebagai Pelatih Fisik, Karlo Reinholz Tertantang Kejamnya Kompetisi di Indonesia

Adalah pelatih fisik asal Kroasia, Karlo Reinholz yang tertantang untuk merasakan sendiri kejamnya kompetisi di Indonesia. 
Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sosok RM Napitupulu, Pengacara yang Tewas Jatuh dari Lantai 46 Apartemen Jaksel Ternyata Keponakan Hotman Paris

Sosok RM Napitupulu, Pengacara yang Tewas Jatuh dari Lantai 46 Apartemen Jaksel Ternyata Keponakan Hotman Paris

Pengacara muda Rocky Martin Napitupulu (RM Napitupulu) yang meninggal dunia usai terjatuh dari lantai 46 apartemen di Jaksel merupakan keponakan Hotman Paris.
Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Sumbu Filosofi Yogyakarta yang merupakan tata ruang ikonik gagasan Sri Sultan Hamengkubuwana I di abad ke-18 menjadi inspirasi bagi 34 desainer muda Yogyakarta
Ko Hee-jin Terancam Dihukum Berat Buntut Kasus Pelecehan Seksual di Red Sparks

Ko Hee-jin Terancam Dihukum Berat Buntut Kasus Pelecehan Seksual di Red Sparks

Pelecehan seksual yang melibatkan salah satu staf pelatih kepada pemain di Red Sparks membuat Ko Hee-jin ikut terseret. Bahkan sang pelatih kepala terancam mendapatkan hukuman berat di Liga Voli Korea.
Aldi Taher Ikut Nimbrung soal Ruben Onsu Pinjam Rp10 Miliar ke Bank demi Sarwendah, Singgung Israel

Aldi Taher Ikut Nimbrung soal Ruben Onsu Pinjam Rp10 Miliar ke Bank demi Sarwendah, Singgung Israel

Di tengah polemik yang bergulir, komentar Aldi Taher di media sosial justru ikut menjadi sorotan setelah menanggapi kabar mengenai pengorbanan Ruben Onsu saat renovasi.
Misteri Kematian Brigadir EWS di Kamar Kos, Polda Jambi Turun Tangan Selidiki Kasus: Ada Apa?

Misteri Kematian Brigadir EWS di Kamar Kos, Polda Jambi Turun Tangan Selidiki Kasus: Ada Apa?

Kasus tewasnya seorang anggota kepolisian berpangkat Brigadir di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur kini ditangani secara serius oleh jajaran Polda Jambi.
Selengkapnya

Viral