GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Senyum Soeharto usai Dapat Laporan DN Aidit Sudah Tewas, Tangan Kanan Pak Harto: Ini yang Bapak Maksud?

Begitu dapat laporan dari tangan kanannya, bahwa dedengkot PKI DN Aidit sudah tewas, Soeharto langsung menyembulkan senyumnya.
Selasa, 2 September 2025 - 23:52 WIB
Soeharto (kiri) dan DN Aidit (kanan)
Sumber :
  • Dok. National Archives of the Netherlands via commons.wikimedia.com/Evers, Joost/Anefo | Dok. German Federal Archive via commons.wikimedia.org

tvOnenews.com - DN Aidit bukanlah nama baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, sosok yang dikenal sebagai salah satu pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI).

Aidit menjadi sosok yang bertanggung jawab atas penculikan dan pembunuhan enam orang jenderal serta seorang perwira TNI Angkatan Darat (AD). Peristiwa tersebut dikenal sebagai Gerakan 30 September (G30S).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965 tersebut membuat sebanyak enam jenderal serta seorang perwira TNI AD meninggal dunia.

Ketujuh orang tersebut berawal dari penculikan, dimana pada akhirnya Jenderal Ahmad Yani, Brigadir Jenderal D.I. Pandjaitan, Mayor Jenderal R. Soeprapto, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Mayor Jenderal M.T. Haryono, Mayor Jenderal S. Parman, dan Letnan Satu Pierre Tendean dibunuh. Jasad mereka kemudian dimasukkan ke dalam suatu lubang sumur tua di area Lubang Buaya, Jakarta Timur.

(kiri-kanan) Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal M.T. Haryono, dan Letnan Satu Perre Tendean
(kiri-kanan) Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal M.T. Haryono, dan Letnan Satu Perre Tendean
Sumber :
  • Dok. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI via commons.wikimedia.com/Davidelit

 

Dalam buku Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara (2010) dijelaskan, bahwa pria kelahiran Pulau Belitung tersebut ditangkap oleh anak buah Komandan Brigade Infanteri 4 Kodam Diponegoro Kolonel Yasir Hadibroto pada tanggal 22 November 2025.

Anak buah Kolonel Yasir kemudian membawa Aidit ke Loji Gandrung untuk diinterograsi. Masih dari buku Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara, Aidit terus-menerut meminta dipertemukan dengan Presiden Soekarno. Namun, berkali-kali pula keinginan tersebut ditolak oleh Kolonel Yasir.

Keesokkan harinya, Aidit, yang kedua tangannya diborgol, dibawa oleh Kolonel Yasir menaiki jip meinggalkan Solo.

Dalam buku Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara, disebutkan bahwa ada tiga jip yang berada dalam iring-iringan pagi itu. Aidit berada di jip paling terakhir bersama Kolonel Yasir.

Lalu, tanpa diketahui oleh dua jip pertama, setibanya di Boyolalu, Kolonel Yasir membelokkan mobilnya ke Markas Batalyon 444. Setelah bertanya soal apakah di sana ada sumur tua, Kolonel Yasir langsung membawa Aidit ke lokasi yang dimaksud.

DN Aidit saat berpidato
DN Aidit saat berpidato
Sumber :
  • Istimewa

 

Di pinggir sumur tua itu, Kolonel Yasir memberi waktu kepada Aidit untuk mengucapkan pesan terakhirnya. Namun, yang dilakukan Aidit justru berpidato dengan nada berapi-api.

Dalam tayangan video di kanal YouTube Tribunnews yang diunggah pada tanggal 30 September 2023, sebelum menyelesaikan pidatonya, Aidit sempat berteriak, "Hidup PKI!".

Tentu saja hal itu langsung membuat Kolonel Yasir dan anak buahnya murka. Aidir pun langsung ditembak mati dengan peluru yang bersarang di dadanya, lalu tubuhnya masuk ke dalam sumur tua.

DN Aidit bersama keluarganya
DN Aidit bersama keluarganya
Sumber :
  • ist

 

Pukul 3 sore tanggal 24 November 1965, Kolonel Yasir bertemu dengan Soeharto di Gedung Agung, Yogyakarta. Di sana ia melaporkan pekerjaannya, termasuk dengan keputusan untuk akhirnya membunuh Aidit dengan cara ditembak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelahnya, sang kolonel pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Soeharto. Dalam buku Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara, disebutkan bahwa Kolonel Yasir bertanya: "Apakah yang Bapak maksudkan dengan bereskan itu seperti sekarang ini, Pak?".

Soeharto pun tersenyum mendengar laporan bahwa sang Dipa Nusantara tewas tanpa sempat diadili dalam proses pengadilan. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rayakan Idul Adha di Prancis, Seskab Teddy Ungkap Kegiatan Prabowo Selama di Sana

Rayakan Idul Adha di Prancis, Seskab Teddy Ungkap Kegiatan Prabowo Selama di Sana

Presiden RI Prabowo Subianto resmi memulai kunjungan kenegaraan ke Prancis dengan mendarat di Bandara Orly, Paris, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 09.50 waktu
Beri Layanan Khusus Saat Idul Adha 1447 H, 52 Tahanan KPK Bakal Sholat Id Bersama

Beri Layanan Khusus Saat Idul Adha 1447 H, 52 Tahanan KPK Bakal Sholat Id Bersama

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) fasilitasi pelaksanaan ibadah solat Idul Adha 1447 H bagi tahanan muslim, Rabu (27/5/2026). Sholat Id bagi tahanan rencananya
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Selasa Ini, Hujan Guyur Hampir Seluruh Indonesia hingga Ancaman Banjir Rob

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Selasa Ini, Hujan Guyur Hampir Seluruh Indonesia hingga Ancaman Banjir Rob

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga petir di banyak wilayah Indonesia dan mengingatkan potensi banjir rob di NTB akibat fenomena Purnama Biru.
Indonesia Berduka, Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia

Indonesia Berduka, Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia

Indonesia berduka, tokoh politik tersohor Abdillah Toha, yang juga merupakan satu di antara pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) meninggal dunia, pada Selasa
Ari Moya Jadi Pelatih Timnas Padel Indonesia

Ari Moya Jadi Pelatih Timnas Padel Indonesia

Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menggelar konferensi pers pada 24 Mei 2026 di Yogyakarta untuk menyampaikan perkembangan terbaru serta arah strategis pembinaan olahraga padel di Indonesia.
Dinas KPKP DKI: 68.048 Ekor Hewan Kurban Bakal Dipotong di Jakarta

Dinas KPKP DKI: 68.048 Ekor Hewan Kurban Bakal Dipotong di Jakarta

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menyebut sebanyak 68.048 hewan kurban akan dipotong di Jakarta pada Iduladha 2026.

Trending

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Lee So-young bisa saja kembali reuni dengan Megawati Hangestri, karena outside hitter berusia 31 tahun itu kini resmi menjadi pemain bebas di Liga Voli Korea.
Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal lengkap AVC Womens's Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia siap unjuk gigi meski tak diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Profil Igor Tolic, Asisten Bojan Hodak yang Naik Jabatan Jadi Pelatih Persib Bandung

Profil Igor Tolic, Asisten Bojan Hodak yang Naik Jabatan Jadi Pelatih Persib Bandung

Manajemen Persib Bandung memilih Igor Tolic, asisten Bojan Hodak sebagai pelatih kepala musim depan. Profilnya bisa disimak melalui penjelasan di artikel ini.
Langgar Kode Etik, Dua Polisi Dumai Resmi Dipecat Tidak Hormat

Langgar Kode Etik, Dua Polisi Dumai Resmi Dipecat Tidak Hormat

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang mencoret foto dua anggota Polri dengan tanda silang sebagai tanda resmi dipecat secara tidak hormat (PTDH) karena
Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi, Pengusaha Asal Pacitan Diperiksa 1,5 Jam

Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi, Pengusaha Asal Pacitan Diperiksa 1,5 Jam

Pengusaha asal Pacitan, Citra Yulia Mergareta, menjalani pemeriksaan selama sekitar 1,5 jam di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Surabaya, Senin.
Omongan Jujur John Herdman Bikin Media Vietnam Kaget, kok Bisa-bisanya Bilang Begini soal Timnas Indonesia

Omongan Jujur John Herdman Bikin Media Vietnam Kaget, kok Bisa-bisanya Bilang Begini soal Timnas Indonesia

Media Vietnam terkejut mendengar pernyataan jujur John Herdman soal Timnas Indonesia. Apa kata John Herdman soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 nanti?
Usia Pensiun Polisi Bakal Diperpanjang Lewat RUU Polri

Usia Pensiun Polisi Bakal Diperpanjang Lewat RUU Polri

Pemerintah mengusulkan usia pensiun Polri menjadi 60 tahun dalam revisi RUU Polri. Menteri Hukum sebut penyesuaian harapan hidup masyarakat.
Selengkapnya

Viral