DN Aidit seolah punya cerita plot twist meski dia dicap sebagai dalang G30S PKI. Di masa mudanya, ia ternyata dikenal sebagai pemuda yang agamis di kampungnya.
Sebelum dieksekusi, DN Aidit masih sempat meminta kopi dan rokok. Saat interogasi, ia mengakui bertanggung jawab atas tragedi G30S 1965. Bahkan, ia meminta agar
Selain menjadi algojo DN Aidit ketika menumpas simpatisan G30S PKI, Kolonel Yasir Hadibroto dikenal setia dengan Mayjen Soeharto yang menjabat Pangkostrad.
DN Aidit dikenal sebagai sosok yang taat agama bahkan rutin mengumandangkan adzan semasa kecilnya. Hingga akhirnya, dia mulai tertaik dengan paham komunis.
Dulunya rajin sembahyang dan mengaji bahkan lahir dari keluarga religius, tapi kenapa DN Aidit malah jadi ketua PKI hingga disebut sebagai dalang G30S PKI?
Nasib tragis dialami Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI)Â Dipa Nusantara Aidit atau yang akrab dikenal DN Aidit. Usai ditangkap pada 22 November 1965, tokoh ...
DN Aidit ditangkap karena menjadi dalang atas peristiwa berdarah G30S. Sebelum tubuhnya diberondong peluru, DN Aidit sempat lakukan satu hal ini yang bikin 'algojo' jengkel.
Nasib tragis dialami Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit atau yang akrab disapa DN Aidit. Setelah ditangkap pada 22 November 1965, Aidit
Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri. Sembilan Kapolda dan lima Wakapolda di beberapa wilayah Indonesia berganti.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda kaget bukan main ketika seorang ibu tiba-tiba mencium pipinya saat dia tengah fokus mendengar aspirasi warga di Rua, Ternate.
Gunernur Maluku Utara (Malut) mengimbau masyarakat tetap tenang. Hal ini menyusul kabar erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara menyebabkan 20 pendaki terjebak.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos menilai minimnya pembangunan konektivitas jalan penyebab kemiskinan masyarakat Malut terjadi selama bertahun-tahun.
Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arus di Jalan Cakung-Cilincing Raya, Jakarta Utara, Jumat (8/5/2026). Aksi berbahaya tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat kondisi lalu lintas tengah ramai bertepatan dengan jam pulang sekolah.