GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Tabir Jejak 5 Tersangka Korupsi Laptop Chromebook, Harta Nadiem Makarim Paling Banyak

Sorotan sebagian publik ke mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Pasalnya, Nadiem baru ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan laptop Chromebook
Kamis, 4 September 2025 - 19:44 WIB
Resmi jadi Tersangka Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim: Allah Tahu Kebenarannya!
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Sorotan sebagian publik ke mantan Mendikbudristek periode 2019-2024, Nadiem Anwar Makarim. Pasalnya, Nadiem Makarim baru ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook tahun 2019-2022.

Maka dari itu, tak sedikit warga Indonesia menguak tabir jejak 5 tersangka korupsi laptop Chromebook. Hal ini juga karena nama Nadiem ikut terseret delam kasus di KPK terkait duggan korupsi pengadaan Google Cloud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, sebagain publik pun penasaran dengan harta kekayaan 5 tersangka kasus korupsi tersebut, terutama harta kekayaan Nadiem Makarim. 

Hal tersebut lantaran, beredar kabar bahwa di antara lima orang tersangka tersebut, harta Nadiem paling banyak.

Sebagaimana diberitakan, Nadiem Makarim resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi laptop Chromebook oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) setelah diperiksa ketiga kalinya sebagai saksi, pada Kamis (4/9/2025).

"Satu orang tersangka dengan inisial NAM selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia," kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna.

Ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem Makarim membantah keras dirinya terlibat kasus korupsi tersebut. Ia menegaskan selalu menjunjung tinggi kejujuran serta integritas.

"Saya tidak melakukan (korupsi laptop Chromebook) apapun. Tuhan akan melindungi saya. Kebenaran akan keluar," ucap Nadiem yang sudah mengenakan rompi tahanan Kejagung berwarna merah muda.

Pada Juli 2025, Kejagung telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi laptop dengan harga mulai dari Rp1 jutaann ini.

Keempat tersangka tersebut adalah Sri Wahyuningsih sebagai Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek, Mulyatsyah selaku Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek, Jurist Tan sebagai Staf Khusus Nadiem Makarim, dan Ibrahim Arief selaku Konsultan Teknologi.

Mereka diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mengarahkan spesifikasi pengadaan ke produk tertentu, yaitu laptop dengan Chrome OS, yang tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan di lapangan.

Maka dengan ditetapkannya Nadiem Makarim sebagai tersangka, oleh sebab itu, saat ini telah ada 5 orang yang menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi laptop Chromebook yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp1,98 triliun itu.

Lantas, bagaimana rekam jejak 5 tersangka tersebut?

1. Sri Wahyuningsih

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Sri Wahyuningsih telah malang melintang berkarier di Kemendikbudristek.

Ia memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di sana.

Sri Wahyuningsih resmi menjadi Direktur SD, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek pada Juni 2020.

Sri Wahyuningsih menduduki posisi sebagai Direktur SD selama kurang lebih 2 tahun lamanya hingga 2022.

Setelah itu, karier Sri Wahyuningsih makin moncer.

Di mana mantan  Mendikbudristek, Nadiem Makarim melantik Sri sebagai Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu daerah pada Juni 2022.

Saat itu, ia diutus untuk mengisi kursi jabatan sebagai Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat,

Selain itu, Sri Wahyuningsih juga sempat menduduki posisi jabatan sebagai Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi di Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbudristek.

Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd.

Menilik harta kekayaannya, Sri Wahyuningsih tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp16 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia terakhir kali melaporkan hartanya pada tanggal 14 Maret 2024 untuk periodik 2023.

Harta terbanyak Sri Wahyuningsih berasal dari tanah dan bangunan yang ia miliki di wilayah Tangerang Selatan, Depok, hingga Bandar Lampung dengan total mencapai Rp14,7 miliar.

Sri juga memiliki kas sebesar Rp1,5 miliar, mobil senilai Rp200 juta, dan harta bergerak lainnya sebesar Rp58 juta.

Sri Wahyuningsih juga memiliki utang sebesar Rp560 juta.

2. Ibrahim Arief 

Sosok Ibrahim Arief ini merupakan pendiri perusahaan artificial intelligence (AI) bernama Asah AI.

Di Asah AI, ia saat ini menjabat sebagai Co Founder dan CTO.

Dilansir dari akun LinkedIn Ibrahim Arief, pria yang akrab disapa Ibam ini telah berpengalaman di bidang teknologi selama 15 tahun.

Dalam kariernya, Ibrahim pernah menjadi Vice President (VP) di Bukalapak, sebuah e-commercer di Indonesia.

Ia bergabung dengan Bukalapak pada tahun 2016.

Semenjak itu, karier Ibrahim Arief makin cemerlang di bidang teknologi.

Pada 2019, ia menapaki jejak kariernya di OVO, sebuah perusahaan fintech di tanah air.

Setelah tak lagi bersama Bukalapak, Ibrahim bergabung ke pemerintahan dengan menjadi stafsus Nadiem.

Di sana, ia terlibat dalam program transformasi digital pendidikan di era Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Pada 2020, Ibrahim Arief juga sempat menjadi Chief Technology Officer (CTO) Govtech Edu hingga tahun 2024.

Dalam pendidikannya, Ibrahim Arief merupakan lulusan S-1 Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia menempuh kuliah di ITB pada tahun 2003 hingga 2008.

Ibrahim berhasil lulus dari ITB dengan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3.26.

Di ITB, Ibrahim Arief juga aktif dalam kegiatan kampus dengan bergabung bersama Himpunan Mahasiswa Informatika.

Setelah lulus dari ITB, Ibrahim melanjutkan studi S-2 di University of Eastern Finlad.

Di sana ia berhasil meraih gelar Master program Erasmus Mundus CIMET.

Kemudian, Mulyatsyah, yang merupakan Direktur SMP Kemendikbudristek yang baru dilantik pada 2020 lalu.

3. Mulyatsyah

Mulyatsyah menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (B2PMP) Provinsi Sumatra Barat.

Sebelumnya, ia merupakan Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat SMA, Ditjen Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Tidak banyak informasi juga yang diketahui mengenai Mulyatsyah.

Akan tetapi, dalam perkara ini, Mulyatsyah memerintahkan PPK Direktorat Sekolah Menengah Pertama Tahun 2020 untuk mengklik pengadaan TIK tahun 2020 pada satu penyedia, yaitu PT Bhinneka Mentari Dimensi.

Mulyatsyah juga membuat Petunjuk Teknis Pengadaan Peralatan TIK SMP Tahun 2020 yang mengarahkan penggunaan Chrome OS untuk pengadaan TIK Tahun Anggaran 2021-2022. 

Mulyatsyah melaporkan harta kekayaannya ke KPK, di mana tercatat di E-LHKPN sebesar Rp 2.724.070.000 atau Rp2,7 miliar.

Ia terakhir melaporkan hartanya pada 27 Januari 2023/Periodik - 2022.

Selain Mulyatsyah, ada sosok Jurist Tan.

4. Jurist Tan

Jurist Tan merupakan  Staf Khusus (Stafsus) Bidang Pemerintahan Kemendikbudristek era Nadiem Makarim.

Ia juga disebut-sebut merupakan salah satu pendiri Gojek bersama Nadiem Makarim.

Jurist Tan telah dikenal luas di dunia startup Tanah Air.

Bahkan, ia pernah terlibat dalam pengelolaan awal Gojek bersama Brian Cu.

Dalam pendidikan, Jurist Tan disebutkan berhasil meraih gelar Magister Administrasi Publik dalam Pembangunan Internasional (MPA/ID) dari Yale University.

Jurist Tan terakhir kali menyerahkan LHKPN pada 30 Oktober 2024, pada saat akhir masa jabatannya sebagai Stafsus Bidang Pemerintahan Kemendikbudristek.

Ia tercatat memiliki total kekayaan hingga Rp17 miliar.

Aset terbesar yang dimilikinya adalah surat berharga senilai Rp15 miliar.

Setelah 4 tersangka tersebut, kini tersangka kelima, yakni Nadiem Makarim.

5. Nadiem Makarim

Mantan Mendikbudristek periode 2019-2024, Nadiem Anwar Makarim yang lahir di Singapura pada tanggal 4 Juli 1984, dan saat ini telah berusia 40 tahun.

Namanya dikenal sebelum menjadi Mendikbudristek sebagai pendiri Gojek, perusahaan jasa ojek berbasis daring di Indonesia.

Gojek telah dirintis Nadiem Makarim sejak tahun 2011.

Sebelum itu, ia juga telah mendirikan Zalora Indonesia.

Dalam kariernya, Nadiem pernah bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company pada 2006.

Ia juga sempat menjadi Managing Editor di Zalora Indonesia.

Tak sampai di situ, Nadiem Makarim juga pernah mengemban jabatan sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku.

Setelah itu, ia mengembangkan Gojek hingga tahun 2019.

Pada saat Oktober 2019, ia mundur dari posisi sebagai CEO Gojek.

Pasalnya, ia dipercaya oleh Jokowi untuk menjadi Mendikbudristek.

Nadiem menjadi menteri di kabinet Jokowi sejak 2019 hingga 2024.

Namun, pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, ia tidak lagi menjadi menteri.

Nadiem Makarim memiliki harta triliun rupiah saat dugaan korupsi pengadaan laptop tersebut terjadi pada 2019 hingga 2022.

Dikutip dari ELHKPN KPK, pada awal menjabat sebagai Mendikbud pada 2019, Nadiem tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 1.225.006.640.485 atau Rp1,2 triliun.

Pada 2020, harta Nadiem Makarim berada di angka Rp 1.192.425.517.883 atau Rp1,1 triliun.

Lalu, Nadiem memiliki harta sebesar Rp 1.175.047.616.596 atau Rp1,1 triliun pada 2021.

Harta terbanyak Nadiem Makarim dimilikinya pada tahun 2022 dengan total mencapai Rp 4.871.469.603.758 atau Rp4,8 triliun.

Dalam periode tersebut, sumber harta terbanyaknya berasal dari surat berharga yang mencapai Rp 5.590.317.273.184 atau Rp 5,5 triliun.

Karena ia memiliki utang mencapai Rp790 juta, harta Nadiem saat itu menjadi Rp 4,8 triliun.

Harta Nadiem Makarim kemudian menurun drastis menjadi Rp 906.057.161.325 atau Rp 906 miliar pada 2023.

Surat berharga yang awalnya Rp 5,5 triliun menjadi Rp 1,4 triliun.

Saat jabatannya sebagai Mendikbudristek berakhir pada 2024, harta Nadiem Makarim menjadi Rp 600.641.456.655 atau Rp 600 miliar.

Surat berharganya juga turun menjadi Rp 926 miliar.

Berikut laporan harta kekayaan Nadiem Makarim selama menjadi Mendikbudristek, dirangkum dari ELHKPN KPK.

11 November 2019

• Rp.1.225.006.640.485

31 Desember 2020

• Rp.1.192.425.517.883

31 Desember 2021

• Rp.1.175.047.616.596

31 Desember 2022

• Rp.4.871.469.603.758

31 Desember 2023

• Rp.906.057.161.325

31 Oktober 2024

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

• Rp.600.641.456.655

(aag)   

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

‎Sumardji Beberkan Kondisi Terkini Mauro Zijlstra, Berpotensi Selesaikan Musim Ini dengan Persija Lebih Cepat

‎Sumardji Beberkan Kondisi Terkini Mauro Zijlstra, Berpotensi Selesaikan Musim Ini dengan Persija Lebih Cepat

Terlebih, absennya Mauro Zijlstra terjadi menjelang duel krusial Timnas Indonesia kontra Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026).
Menkop Harap Koperasi Besar Berbagi Pengalaman dengan KDKMP, Ungkap Dampaknya untuk Ekonomi Daerah

Menkop Harap Koperasi Besar Berbagi Pengalaman dengan KDKMP, Ungkap Dampaknya untuk Ekonomi Daerah

Menkop menilai koperasi besar memiliki keunggulan dari sisi aset, kapasitas, dan pengalaman usaha yang dapat dimanfaatkan untuk membina KDKMP yang sedang dirintis pemerintah.
Harap Waspada, 5 Weton Ini Diprediksi Ketiban Apes Bertubi-tubi pada Tanggal 29 Maret 2026

Harap Waspada, 5 Weton Ini Diprediksi Ketiban Apes Bertubi-tubi pada Tanggal 29 Maret 2026

Berikut adalah lima weton yang diprediksi harus ekstra waspada karena potensi kesialan bertubi-tubi pada tanggal 30 Maret 2026.
Laptop Murah Berkualitas untuk Mahasiswa! Ini 5 Keunggulan ASUS Vivobook 14

Laptop Murah Berkualitas untuk Mahasiswa! Ini 5 Keunggulan ASUS Vivobook 14

Salah satu pilihan laptop menarik dan layak dipertimbangkan untuk mendukung aktivitas belajar mahasiswa adalah Vivobook 14 (A1404VAP) dari ASUS.
‎Sumardji Minta Suporter Turunkan Ekspektasi ke John Herdman, Nikmati Proses Perkembangan Timnas Indonesia ‎

‎Sumardji Minta Suporter Turunkan Ekspektasi ke John Herdman, Nikmati Proses Perkembangan Timnas Indonesia ‎

Menurut Sumardji, fase awal dalam sebuah era kepelatihan di Timnas Indonesia atau klub manapuun merupakan periode yang tidak selalu berjalan mulus.
John Herdman Akui Aura Magis GBK, Soroti Ritual Pemain Timnas Indonesia Bareng Suporter Garuda

John Herdman Akui Aura Magis GBK, Soroti Ritual Pemain Timnas Indonesia Bareng Suporter Garuda

John Herdman terpukau aura magis GBK dan ritual unik pemain Timnas Indonesia bersama suporter, sebut koneksi ini jadi kekuatan besar Skuad Garuda.

Trending

Sadar Beda 'Level' dengan Timnas Indonesia, Bintang Bulgaria Akui Skuad Asuhan John Herdman Lebih Berkelas

Sadar Beda 'Level' dengan Timnas Indonesia, Bintang Bulgaria Akui Skuad Asuhan John Herdman Lebih Berkelas

Jelang final FIFA Series 2026, pengakuan menarik datang dari calon lawan Timnas Indonesia. Bintang Bulgaria sadar lawan berikutnya beda level usai pesta gol.
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Hasil Tinju Dunia: Hajar Keith Thurman Tanpa Ampun Sampai TKO, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Hasil Tinju Dunia: Hajar Keith Thurman Tanpa Ampun Sampai TKO, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Duel tinju dunia antara Sebastian Fundora (24-1-1, 15 KO) vs Keith Thurman (31-2, 23 KO) yang memperebutkan gelar juara kelas welter super WBC telah selesai digelar di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026) siang WIB.
Terpopuler: Pelatih Bulgaria Sentil Level Timnas Indonesia, Bukan Beckham Putra atau Mauro Zijlstra Pemain Kunci di FIFA Series

Terpopuler: Pelatih Bulgaria Sentil Level Timnas Indonesia, Bukan Beckham Putra atau Mauro Zijlstra Pemain Kunci di FIFA Series

Kabar panas seputar Timnas Indonesia tengah jadi sorotan publik dan masuk dalam daftar berita terpopuler. Mulai dari sindiran hingga pujian. Ini rangkumannya.
Pelatih Asal Brazil Soroti Kualitas Pemain Timnas Indonesia, Nama Beckham Putra Disebut punya Keunggulan ini

Pelatih Asal Brazil Soroti Kualitas Pemain Timnas Indonesia, Nama Beckham Putra Disebut punya Keunggulan ini

Tidak pernah disangka mantan pelatih timnas Indonesia ini memuji Beckham Putra. Dia melihat ada keunggulan ini dipemain Persib tersebut.
Jelang Final FIFA Series 2026 Kontra Bulgaria, Jay Idzes Jujur Soal Elkan Baggott: Aset Besar Timnas Indonesia

Jelang Final FIFA Series 2026 Kontra Bulgaria, Jay Idzes Jujur Soal Elkan Baggott: Aset Besar Timnas Indonesia

Jay Idzes puji kualitas Elkan Baggott usai laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts. Kapten Garuda sebut Elkan aset besar jelang final FIFA Series lawan Bulgaria.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Kok Ranking FIFA Timnas Indonesia Terus Naik Usai Menang Sekali di FIFA Series 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Kok Ranking FIFA Timnas Indonesia Terus Naik Usai Menang Sekali di FIFA Series 2026

Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 berdampak pada kenaikan ranking FIFA. Media Vietnam pun menyoroti hal ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT