GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Damkar: Penyebab Kebakaran di Pabrik Konsel Diduga Karena Api Rokok

Damkar Kota Kendari mengungkap penyebab kebakaran di pabrik ban bekas Desa Lebo Jaya, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diduga karena percikan api rokok seorang karyawan yang mengenai minyak.
Rabu, 10 September 2025 - 06:34 WIB
Ilustrasi kebakaran.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mengungkap penyebab kebakaran di pabrik ban bekas Desa Lebo Jaya, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diduga karena percikan api rokok seorang karyawan yang mengenai minyak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkar Kota Kendari Ahriawandy saat ditemui di Konsel, Selasa, mengatakan insiden kebakaran tersebut terjadi diduga karena seorang karyawan tengah menyedot minyak sambil merokok, sehingga terjadi percikan api yang mengenai minyak tersebut dan menyebabkan kebakaran tak terhindarkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meninggal dia terkepung di dalam. Salah satu karyawan menyedot minyak itu yang meninggal terkepung di dalam," kata Ahriawandy, mengutip Antara pada Rabu.

Karena kondisi api yang langsung membesar di area dalam pabrik tersebut, kata dia, menyebabkan karyawan yang bernama Jasman (36), yang merupakan warga Desa Lebo Jaya, itu tidak bisa menyelamatkan diri.

"Tidak bisa menyelamatkan diri karena dia terkepung. Akhirnya itu yang saya bilang tadi, satu korban," ujarnya.

Ahriawandy mengungkapkan pertama kali dirinya menerima informasi tersebut dari Camat Konda, yang kemudian langsung ditindaklanjuti ke Wali Kota Kendari. Sebab, wilayah tersebut merupakan daerah Kabupaten Konawe Selatan.

"Sekitar 08.30 WITA, kami di sini tadi dan api sudah besar sekali karena sumbernya itu dari karet ban bekas itu akhirnya menyala terus," jelasnya.

Saat kejadian kebakaran, pihaknya mengetahui terdapat satu orang yang masih berada di dalam pabrik, namun  tim evakuasi tidak berani mengambil risiko untuk masuk karena kobaran api yang semakin membesar.

Kepolisian Sektor (Polsek) Konda menyebut satu korban tewas akibat kebakaran pabrik ban bekas di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra.

Kepala Polsek Konda Iptu Ribka Diana Linsay Siwi mengatakan peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diterima informasinya terjadi sekitar pukul 08.59 WITA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah mengetahui tadi, kami langsung menghubungi pemadam kebakaran dari Satuan Brimob Polda Sultra, bantuan datang dari Brimob dua mobil dan pemadam kebakaran Kota Kendari, dari Kabupaten Konawe Selatan," kata Ribka Diana.

Dalam peristiwa itu, lanjutnya, ada lima orang yang terperangkap di dalam pabrik, empat di antaranya berhasil selamat dan keluar dari pabrik, sementara satu orang tewas karena terjebak di dalam.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT