News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Kekerasan Dosen, Dewan Unissula Ungkap Kronologi Peristiwa

Dewan Etik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi atas dugaan kekerasan yang dilakukan salah satu dosen Unissula terhadap dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.
Jumat, 19 September 2025 - 06:37 WIB
Prof Jawade Hafidz yang ditunjuk sebagai juru bicara Universitas Islam Sultan Agung Semarang (tengah)
Sumber :
  • ANTARA

Semarang, tvOnenews.com -Dewan Etik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi atas dugaan kekerasan yang dilakukan salah satu dosen Unissula terhadap dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang. Juru bicara Unissula di Semarang, Prof Jawade Hafidz, Kamis, menjelaskan bahwa keberadaan Dewan Etik telah diatur dalam statuta Unissula.

"Diatur dalam statuta Unissula, Dewan Etik punya tugas melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap peristiwa hukum yang terjadi pada pelaku yang ada hubungan dengan institusi Unissula," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dosen Fakultas Hukum Unissula berinisial D diduga melakukan kekerasan terhadap seorang dokter di RSI Sultan Agung Semarang karena kecewa dengan pelayanan yang diberikan.

Atas kasus tersebut, pimpinan Unissula dalam rangka menegakkan disiplin kepegawaian yang melaksanakan tugas tridharma perguruan tinggi mengambil langkah secara prosedural dengan menugaskan Dewan Etik.

Ia menjelaskan bahwa Dewan Etik telah meminta keterangan terhadap dosen yang bersangkutan dan pihak terkait yang juga mengetahui peristiwa tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, Dewan Etik menemukan fakta bahwa ada pasien bersama suami, yakni D mau melahirkan di RSI Sultan Agung dengan metode ILA (Intrathecal Labour Analgesia).

ILA adalah metode pereda nyeri persalinan normal dengan menyuntikkan obat pereda nyeri ke ruang tulang belakang bagian bawah untuk mengurangi rasa sakit kontraksi, sambil memungkinkan ibu tetap sadar dan aktif selama proses melahirkan.

Dalam penggunaan metode ILA, disepakati akan dilakukan oleh Dokter A sebagai dokter anestesi, sedangkan persalinan istrinya dilakukan oleh Dokter S selaku dokter spesialis obgyn.

Di waktu persalinan yang ditentukan, ternyata Dokter A datang terlambat sehingga pasien hanya ditangani Dokter S tanpa metode ILA, dan berhasil melahirkan dengan persalinan normal.

"Ada (temuan, red.) kerusakan pintu ruang persalinan yang dilakukan suami pasien karena terburu-buru tadi mencari dan memanggil Dokter A supaya segera memberikan tindakan medis," kata Jawade yang juga Dekan FH Unissula.

Dokter A akhirnya datang, tetapi pasien sudah melahirkan sehingga D kemudian marah dan memintanya ke luar dari ruang persalinan dengan meneriakkan kata-kata tidak pantas sembari mendorongnya.

Tidak lama kemudian, perawat memanggil kembali Dokter A untuk melakukan tindakan anestesi karena pasien akan dijahit di bagian vitalnya yang robek usai melahirkan dan proses persalinannya selesai.

Dari semua fakta itu terjadi, kata dia, Dewan Etik menyimpulkan bahwa kejadian tersebut memang ada sebab-akibatnya, tetapi tidak selayaknya D berbuat seperti itu meski sedang emosi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena emosinya tinggi, dengan suara keras dan kata-kata yang tidak layak diucapkan. Alhamdulillah, Dokter A segera keluar, tidak ada kontak fisik. Yang ada, hanya didorong supaya keluar karena kesal," katanya.

Atas dasar itu, Jawade mengatakan bahwa Dewan Etik merekomendasikan kepada Rektor Unissula untuk menjatuhkan sanksi kepada D berupa pembebasan dari tugas dan fungsi akademik sebagai dosen paling lama enam bulan.(ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penyebab Empat Pekerja Bangunan Tewas di Jakarta Selatan Akhirnya Terungkap, Ternyata Karena Sesak Napas

Penyebab Empat Pekerja Bangunan Tewas di Jakarta Selatan Akhirnya Terungkap, Ternyata Karena Sesak Napas

Penyebab empat pekerja bangunan tewas di Jalan TB Simatupang, RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan akhirnya terungkap. 
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi ke Nikahan Warga Bak Rejeki Nomplok, hingga Lubuk Hati Sarwendah Pada Betrand Peto

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi ke Nikahan Warga Bak Rejeki Nomplok, hingga Lubuk Hati Sarwendah Pada Betrand Peto

Momen tak terduga Dedi Mulyadi datang ke pernikahan warga di Tasikmalaya buat warga heboh. perasaan Sarwendah saat Betrand Peto dituding maling parfum dan uang
Pembalap Indonesia Sean Gelael Siap Unjuk Gigi di GT World Challenge Asia 2026 Seri Mandalika

Pembalap Indonesia Sean Gelael Siap Unjuk Gigi di GT World Challenge Asia 2026 Seri Mandalika

Pembalap Indonesia, Sean Gelael dipastikan akan unjuk gigi di ajang GT World Challenge Asia 2026 seri Indonesia.
Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Kepala DPMPTSP Jabar ungkap persoalan izin SMK IDN ada di tiga kampus SMK IDN di wilayah Bogor, yakni di Jonggol, Sentul, dan Pamijahan.
Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo Akibatkan Satu Orang Tewas

Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo Akibatkan Satu Orang Tewas

Dari tiga orang korban yang terkena ledakan salah satunya kernet yang berjarak 50 meter dari lokasi kejadian. Dia dinyatakan meninggal dunia akibat serpihan yang mengenai tubuhnya.
Link Live Streaming Kejuaraan Asia 2026: Ada Ubed Hingga Jafar/Felisha Beraksi di Hari Pertama

Link Live Streaming Kejuaraan Asia 2026: Ada Ubed Hingga Jafar/Felisha Beraksi di Hari Pertama

Link live streaming Kejuaraan Asia 2026 hari ini, di mana sejumlah pemain andalan Tanah Air dijadwalkan tampil. Mulai dari Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed hingga pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Trending

Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Kabar seputar Timnas Indonesia kembali memanas dan masuk daftar terpopuler. Mulai dari kritik duet lini belakang, media Vietnam girang hingga PSSI cari striker.
Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Jay Idzes langsung jadi perhatian dalam laga Sassuolo vs Cagliari di Serie A 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu terlibat momen krusial saat perkuat klubnya.
Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

​​​​​​​Dedi Mulyadi bantu dua pria asal Wonogiri secara cuma-cuma. Dari kisah sopir truk hingga mutasi kendaraan, aksi nyatanya tuai simpati publik luas.
Ole Romeny Tak Masuk Skuad Oxford United Lagi, Suporter Timnas Indonesia 'Mention' Erick Thohir: Gimana Ini Pak?

Ole Romeny Tak Masuk Skuad Oxford United Lagi, Suporter Timnas Indonesia 'Mention' Erick Thohir: Gimana Ini Pak?

Suporter Timnas Indonesia mengadu ke Erick Thohir setelah striker Timnas Indonesia Ole Romeny kembali tak masuk skuad Oxford United untuk yang ketujuh kalinya.
Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Satu pemain Timnas Indonesia lagi menghilang dari skuad pada laga pertama mereka setelah FIFA Series 2026. Sebelumnya, ini menimpa para pemain diaspora di Liga Belanda.
Harta Kekayaan Rudy Gunawan Capai Rp20 Miliar, Mantan Bupati Garut itu Miliki 19 Aset Tanah di Tahun 2023

Harta Kekayaan Rudy Gunawan Capai Rp20 Miliar, Mantan Bupati Garut itu Miliki 19 Aset Tanah di Tahun 2023

Harta kekayaan Rudy Gunawan mencapai hampir Rp20 miliar berdasarkan LHKPN KPK. Mantan Bupati Garut ini tercatat memiliki 19 aset tanah dan dua mobil mewah.
Terpopuler News: Kebijakan Baru Dedi Mulyadi Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP, hingga Oknum Polisi di Pacitan Lakukan KDRT

Terpopuler News: Kebijakan Baru Dedi Mulyadi Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP, hingga Oknum Polisi di Pacitan Lakukan KDRT

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi hapus aturan bawa KTP pemilik pertama kendaraan bermotor saat bayar pajak. Oknum Polisi lakukan KDRT terhadap anak dan Istri
Selengkapnya

Viral