Menelusur Jejak Kehidupan di Ruang Gelap Kampung Kumuh Johar Baru
- tvOnenews.com/Julio
Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta, tvOnenews.com - Pepatah pernah mengatakan bahwasanya hidup di Jakarta bukan perkara mudah, sekelumit masalah akan menghampiri satu per satu.
Seperti penelusuran yang dilakukan oleh tim tvOnenews.com ke sebuah permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).
Terlihat sebuah gang tanpa pendar cahaya, seakan matahari enggan menerobos celah gang sempit tersebut.
Beberapa rumah yang saling berhadapan dengan jarak kurang dari satu meter, hanya pas dilalui sepeda motor dengan susah payah.
Di gang kecil tersebut, anak-anak berlarian sembari tertawa seolah tidak ada beban di pundaknya. Mereka bergembira meski tidak tersentuh oleh matahari.
Gang tersebut bau apek, sebab tidak ada pencahayaan yang berhasil masuk. Pintu-pintu rumah terbuka, berharap ada sirkulasi udara yang terjadi.Â
Secara gampang dapat menyaksikan aktivitas para penghuni rumah petak kecil.Â
Ada seorang wanita terlihat sedang memasak di kamar seukuran 2x3 meter, kepulan asap menguar dari rumahnya.Â
Cat dinding rumah yang tampak kusam akibat kerap terpapar asap masakan. Namun di rumah sepetak itu pula tempat ia beristirahat, memasak, hingga bersantai.Â
Rumah-rumah lainnya juga bernasib sama. Seperti sebuah rumah dengan cahaya lampu pendar berwarna biru samar, ada seorang remaja laki-laki tampak tidur di atas lantai, hanya beralaskan matras tipis.
Bahkan, terlihat sebuah tempat cuci pakaian dan cuci piring di gang tersebut. Kendati demikian tidak diketahui apakah itu digunakan secara publik atau milik pribadi.
Akan tetapi, berdasarkan informasi dari warga setempat, kendati mereka tinggal di permukiman gelap dan pengap, pasokan air dari pemerintah tetap mengalir. Setiap rumah memiliki kamar mandi pribadi.
- tvOnenews/Julio
Â
Namun yang menyedihkan, para balita dan anak-anak tidak memiliki ruang yang cukup bermain, tidak mendapatkan pencahayaan matahari yang bagus untuk tumbuh kembang mereka.
Tidak sampai di situ saja, jalan tersebut berdampingan dengan rel kereta. Pilu rasanya melihat di pinggir sepanjang rel, terdapat bedeng-bedeng yang hanya terbuat dari kain terpal dan kayu lapuk sebagai penyangga.
Load more